- mayakhairanimpsi@mail.ugm.ac.id
- Angkatan 2024
Depresi Pascapersalinan pada Ibu di Aceh dan Implikasinya dalam Upaya Pencegahan
Kehamilan dan persalinan menjadi peristiwa penting bagi perempuan yang memiliki risiko psikologis, seperti gangguan suasana hati. Salah satu gangguan suasana hati pascapersalinan yaitu depresi pascapersalinan yang memiliki dampak tidak hanya dirasakan oleh ibu, tetapi juga oleh bayi yang baru lahir, pasangan, dan anggota keluarga lainnya. Oleh karena itu, berbagai upaya pencegahan telah dilakukan untuk mengurangi risiko atau gejala depresi pascapersalinan, baik pada ibu hamil maupun ibu yang baru melahirkan. Namun, upaya pencegahan yang berlandaskan budaya Indonesia, terutama di Aceh, masih terbatas. Pada praktiknya, masih banyak perawatan pascapersalinan yang mengandalkan ritual tradisional seperti madeung di Aceh. Ritual tersebut tidak sepenuhnya mendukung kondisi psikologis ibu pascapersalinan karena beberapa praktiknya bertentangan dengan ilmu kesehatan. Hal ini berdampak pada kondisi psikologis ibu pascapersalinan di Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman ibu pascapersalinan di Aceh dan keluarganya, sehingga dapat diketahui faktor risiko, faktor protektif, serta upaya pencegahan dan penanganan depresi pascapersalinan yang telah dilakukan. Selain itu, penelitian ini juga ingin mengetahui upaya pencegahan depresi pascapersalinan yang tepat bagi ibu di Aceh melalui konsensus para ahli, sehingga upaya pencegahan yang tepat dapat direkomendasikan kepada layanan kesehatan ibu di Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksplorasi dan survei Delphi. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini adalah ibu pascapersalinan, anggota keluarganya, dan tenaga kesehatan.
Maya merupakan staf pengajar pada Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK). Pada tahun 2010, rekomendasi dari Fakultas Psikologi UGM mengantarkannya ke USK setelah menyelesaikan pendidikan Magister Profesi Psikologi (mayor klinis) di UGM. Selama mengabdi di Aceh, Maya banyak bersinggungan dengan isu kesehatan mental pada remaja, dewasa, dan lansia. Pada tahun 2022, Maya memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan Doktor Ilmu Psikologi di Universitas Gadjah Mada dengan topik penelitian depresi pascapersalinan.


