• Tentang UGM
  • Akademik
  • Penelitian
  • Perpustakaan
  • Pusat IT
  • Webmail
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada
  • PROFIL
    • SEKILAS PANDANG
    • PENGELOLA
    • PROMOTOR & KO-PROMOTOR
    • UNIT PENDUKUNG PENELITIAN
    • Prosedur Operasional Standar
  • AKADEMIK
    • PANDUAN AKADEMIK
    • Academic Guide
    • Panduan Penulisan Disertasi
    • KURIKULUM
      • KURIKULUM 2014
      • KURIKULUM 2020
    • SIMASTER
    • SISTEM INFORMASI TERINTEGRASI
    • LEAFLET
  • FASILITAS
    • PERPUSTAKAAN
    • PENJAMINAN MUTU
    • AKSES JURNAL DAN EBOOK
    • LAYANAN TEKNOLOGI INFORMASI
  • KEMAHASISWAAN & ALUMNI
    • PRESTASI MAHASISWA
    • PROMOVENDUS CLUB
    • PROFIL MAHASISWA
  • PENDAFTARAN
    • PROSEDUR
    • SYARAT
    • SELEKSI
    • JADWAL SELEKSI
    • DAFTAR
  • Home
  • SDG 5: Kesetaraan Gender
  • SDG 5: Kesetaraan Gender
Arsip:

SDG 5: Kesetaraan Gender

Menelusuri Pertumbuhan Pascatrauma pada Emerging Adults: Amalia Rahmandani Jalani Ujian Tertutup Doktor Ilmu Psikologi UGM

Rilis Selasa, 13 Januari 2026

Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada pada Senin, 12 Januari 2026 menyelenggarakan Ujian Tertutup bagi mahasiswanya atas nama Amalia Rahmandani, S.Psi., M.Psi. (NIM 21/486358/SPS/00379). Dalam ujian ini, Amalia mempresentasikan disertasinya yang berjudul “Pertumbuhan Pascatrauma Mahasiswa Periode Emerging Adulthood Penyintas Trauma Kompleks Relasional dalam Keluarga.”

Ujian Tertutup ini dipimpin oleh Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D. selaku Ketua. Disertasi Amalia disusun dengan bimbingan Prof. Dr. Subandi, M.A., Ph.D., Psikolog sebagai Promotor dan Muhana Sofiati Utami, M.S., Ph.D., Psikolog sebagai Ko-promotor.

Tim Penguji yang memberikan telaah kritis dan masukan akademik terdiri dari Prof. Dr. Sofia Retnowati, M.S., Psikolog, Dr. Arum Febriani, M.A., Anastasia Ediati, M.Sc., Ph.D., Psikolog (Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro), dan Dr. Ike Herdiana, M.Psi., Psikolog (Fakultas Psikologi Universitas Airlangga).

Membaca Trauma, Memahami Pertumbuhan

Dalam presentasinya, Amalia menyoroti bagaimana pengalaman trauma kompleks relasional di dalam keluarga membentuk dinamika kepribadian dan memengaruhi proses pertumbuhan pascatrauma pada individu di fase emerging adulthood.

“Trauma yang dimiliki dari kecil dari partisipan itu membentuk personality dari partisipan tersebut yang berpengaruh pada pertumbuhan pascatrauma,” ujar Amalia. 

Ia juga menambahkan bahwa, “Pada fase emerging adulthood mungkin pertumbuhan pascatrauma akan berbeda dengan ketika sudah di fase setelahnya,” menegaskan pentingnya konteks perkembangan dalam memahami proses pemulihan psikologis.

Menanggapi temuan tersebut, salah satu Penguji, Prof. Dr. Sofia Retnowati, M.S., Psikolog, menekankan bahwa hubungan antara trauma dan pertumbuhan tidak bersifat linier. “Trauma kompleks relasional keluarga itu tidak memengaruhi langsung pertumbuhan pascatrauma,” ujarnya, menggarisbawahi peran faktor-faktor lain seperti regulasi emosi, dukungan sosial, dan makna personal dalam proses pemulihan.

Secara praktis, penelitian ini memiliki implikasi penting bagi berbagai pihak. Bagi peneliti, temuan ini membuka peluang pengembangan model yang lebih komprehensif tentang pemulihan trauma. Bagi praktisi kesehatan mental, hasil riset ini dapat menjadi dasar penyusunan intervensi yang lebih sensitif terhadap konteks relasional dan fase perkembangan. Di sisi lain, bagi perguruan tinggi dan pembuat kebijakan, studi ini menggarisbawahi pentingnya sistem dukungan psikososial bagi mahasiswa penyintas trauma.

Melalui Ujian Tertutup ini, Amalia tidak hanya menghadirkan kajian ilmiah tentang trauma dan pemulihan, tetapi juga membawa suara pengalaman psikologis yang kerap tersembunyi di balik kehidupan akademik mahasiswa. Disertasi ini menjadi pengingat bahwa di balik pencapaian akademik, terdapat proses manusiawi yang sarat dengan luka, makna, dan keberanian untuk bertumbuh. 

Ujian Tertutup Doktor Hartanto, M.A.: Mengurai Gim Kognitif dan Keputusan Moral

Rilis Rabu, 10 Desember 2025

Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi UGM menyelenggarakan Ujian Tertutup bagi Hartanto, M.A. (NIM 19/450338/SPS/00350) pada Selasa, 9 Desember 2025. Disertasi yang diujikan berjudul “Gim Cognitive Flexibility dan Inhibitory Control Memiliki Efek Berkebalikan Terhadap Kecepatan Keputusan Moral pada Laki-Laki dan Perempuan.”

Penelitian ini berangkat dari kerangka dual process model, yang menjelaskan bagaimana keputusan moral terbentuk dari dua sumber daya kognitif utama. Namun, belum banyak penelitian yang benar-benar menguji bagaimana masing-masing dimensi kognitif—khususnya cognitive flexibility dan inhibitory control—mempengaruhi kecepatan keputusan moral lintas jenis kelamin. Dengan pendekatan eksperimental berbasis gim, penelitian Hartanto menawarkan sudut pandang baru yang lebih minim bias dibandingkan asesmen kognitif tradisional.

Tim Penguji Lintas Keilmuan dan Lembaga

Ujian Tertutup ini dipimpin oleh Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D., selaku Dekan Fakultas Psikologi UGM. Tim Promotor terdiri dari Dr. rer. pol. Bhina Patria, S.Psi., M.A., sebagai Promotor dan Dra. Sri Kusrohmaniah, M.Si., Ph.D., Psikolog, Psikolog sebagai Ko-promotor.

Adapun tim penguji lainnya meliputi: Dr. Ridwan Saptoto, S.Psi., M.A., Psikolog (Fakultas Psikologi UGM), Supra Wimbarti, M.Sc., Ph.D., Psikolog (Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia – Komisi Ilmu Sosial Jakarta), Prof. Ir. Djoko Budiyanto S., M.Eng., Ph.D., (Fakultas Teknologi Industri, Universitas Atma Jaya), dan Dr. Wisnu Wiradhany, S.Psi., M.A., (Fakultas Psikologi UNIKA Indonesia Atma Jaya Jakarta).

Kehadiran para penguji dari berbagai disiplin dan lembaga—mulai dari psikologi, teknologi industri, hingga keilmuan sosial—menjadikan proses ujian ini kaya perspektif. Ragam latar belakang keilmuan ini memperkaya diskusi akademik serta memperkuat ketepatan analisis terhadap penelitian yang dilakukan Hartanto.

Intisari Penelitian: Ketika Gim Mengungkap Cara Kita Memutuskan Hal yang Benar

Melibatkan 61 partisipan mahasiswa, penelitian ini menggunakan desain 2×2×3 factorial mixed design, dengan tiga jenis gim yang mewakili tiga fungsi eksekutif: inhibitory control, cognitive flexibility, dan working memory.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun tidak ada perbedaan antara kelompok atau jenis kelamin secara umum, terdapat perbedaan signifikan pada kecepatan keputusan moral antar jenis gim. Beberapa temuan penting yang menarik adalah:

  • Ada interaksi antara jenis gim dan jenis kelamin:
    • Perempuan mengambil keputusan moral lebih cepat setelah memainkan gim inhibitory control dibandingkan cognitive flexibility.
    • Sebaliknya, laki-laki mengambil keputusan lebih cepat setelah memainkan gim cognitive flexibility dibandingkan inhibitory control.
  • Temuan ini menunjukkan bahwa masing-masing fungsi eksekutif berkontribusi berbeda terhadap proses pengambilan keputusan moral dan dapat menghasilkan pola yang saling berlawanan antar jenis kelamin.

Penelitian ini tidak hanya memperkaya pemahaman tentang dinamika keputusan moral, tetapi juga membuka diskusi baru tentang bagaimana fungsi eksekutif dapat dimanfaatkan dalam konteks moral dilemma dan pengembangan intervensi kognitif berbasis gim.

Kontribusi Ilmiah

Melalui pendekatan berbasis gim yang inovatif, disertasi ini menegaskan bahwa keputusan moral bukanlah proses yang tunggal, melainkan dipengaruhi oleh kombinasi unik dari berbagai fungsi eksekutif. Hasil penelitian Hartanto membuka peluang baru dalam studi psikologi kognitif, moral dilemma, serta penggunaan gim sebagai alat stimulasi dan asesmen.

 

Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati

Ujian Tertutup Disertasi Radhiya Bustan: Menghadirkan Perspektif Baru tentang Konseling Pernikahan dalam Psikologi Islam

Rilis Sabtu, 6 Desember 2025

Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada pada Jumat, 5 Desember 2025 kembali menyelenggarakan Ujian Tertutup Program Doktor melalui penelitian disertasi Radhiya Bustan, M.Soc.Sc., Psikolog (NIM 21/484874/SPS/373), yang mengangkat tema penting namun masih jarang dieksplorasi secara mendalam yakni: “Konseling Pernikahan dalam Perspektif Psikologi Islam”. Topik ini tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga menjawab kebutuhan nyata masyarakat Muslim terhadap pendekatan konseling yang selaras dengan nilai spiritual dan tujuan pernikahan dalam ajaran Islam.

Tim Penguji Lintas Keilmuan dan Lembaga

Ujian ini dipimpin oleh Sekretaris Senat Fakultas Psikologi UGM, Dr. Nida Ul Hasanat, M.Si., Psikolog sebagai ketua penguji. Tim Promotor terdiri dari Dr. Bagus Riyono, M.A., Psikolog (Promotor) dan Diana Setiyawati, S.Psi., MHSc., Ph.D., Psikolog (Ko-promotor). Ujian semakin kaya perspektif melalui kehadiran para penguji dari berbagai institusi dan bidang keahlian, yaitu Prof. Dr. Sofia Retnowati, MS., Psikolog, Dr. Rizqi Nur’aini A’yuninnisa, S.Psi., M.Sc., Prof. Dr. Zahrotun Nihayah, M.Si. (Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), serta Dr. Phil. Qurotul Uyun, S.Psi., M.Si., Psikolog (Fakultas Psikologi UII). Kehadiran para pakar lintas lembaga ini memperlihatkan komitmen kuat terhadap penilaian akademik yang objektif, mendalam, dan berperspektif multidisiplin.

Sorotan Disertasi: Integrasi Psikologi Islam dalam Konseling Pernikahan

Penelitian disertasi Radhiya Bustan menawarkan kontribusi penting bagi pengembangan ilmu psikologi terapan, khususnya dalam konteks keluarga Muslim. Ia mengidentifikasi adanya kesenjangan antara kebutuhan pasangan Muslim dengan metode konseling konvensional yang selama ini lebih menekankan aspek psikososial. Pendekatan psikologi Islam, sebaliknya, memandang manusia sebagai makhluk multidimensional mencakup aspek spiritual, moral, sosial, dan kehidupan akhirat.

Dengan menggunakan desain mixed method, penelitian ini menyajikan tiga studi komplementer yang membangun satu narasi besar.

Studi 1 — Memetakan Tren Riset

Melalui peninjauan 76 artikel konseling dan psikoterapi pernikahan dalam satu dekade terakhir, Radhiya menemukan bahwa pendekatan yang secara eksplisit merujuk pada perspektif Islam masih sangat minim. Ini sekaligus menegaskan adanya ruang akademik dan praktis yang perlu diisi.

Studi 2 — Menemukan Hakikat Pernikahan melalui Maqāṣid

Dengan menganalisis 90 ayat Al-Qur’an yang memuat akar kata terkait pernikahan, studi ini mengidentifikasi tujuh tujuan hakiki pernikahan: menyempurnakan iman, menciptakan ketenteraman, menjamin rezeki, menjaga nasab dan kemuliaan, membangun peradaban, serta mewujudkan kebahagiaan dunia–akhirat. Temuan ini menjadi fondasi filosofis konseling pernikahan perspektif Islam.

Studi 3 — Menguji Protokol Konseling pada Pasangan Nyata

Dalam penelitian kasus tunggal pada tiga pasangan, konseling berbasis perspektif Islam terbukti meningkatkan pemahaman pasangan tentang hakikat pernikahan secara signifikan, sekaligus mengurangi kegelisahan yang dialami selama proses intervensi. Menariknya, intervensi tidak hanya menjawab kebutuhan emosional–kognitif, tetapi juga menyentuh dimensi hati nurani (conscience) klien — sebuah wilayah yang kerap luput dalam konseling konvensional.

Kontribusi Penting untuk Praktik Konseling di Indonesia

Disertasi ini menempatkan diri sebagai salah satu upaya serius untuk mengembangkan model konseling pernikahan yang berakar pada nilai-nilai Islam, tanpa meninggalkan prinsip ilmiah psikologi. Pendekatan ini menawarkan alternatif bagi para praktisi, terutama konselor pernikahan, untuk menghadirkan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan kultural dan spiritual pasangan Muslim di Indonesia.

Penelitian Radhiya diharapkan tidak hanya memperkaya khazanah akademik, tetapi juga memberikan kontribusi langsung dalam praktik konseling — baik sebagai model preventif untuk membangun pondasi pernikahan yang sehat, maupun sebagai model kuratif bagi pasangan yang sedang menghadapi dinamika rumah tangga.

 

Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati

Lewat Photovoice, Mahasiswa Doktor UGM Ungkap Suara Remaja Korban Kekerasan Seksual di Forum ARUPS Filipina

Rilis Rabu, 8 Oktober 2025

Salah satu mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Universitas Gadjah Mada, Lucia Peppy Novianti, menjadi delegasi Indonesia dalam 8th ASEAN Regional Union of Psychological Societies (ARUPS) Congress yang diselenggarakan di Cebu, Filipina, pada 24–27 September 2025.

Peppy menjadi satu-satunya perwakilan dari Program Studi Doktor Ilmu Psikologi UGM yang mendapat dukungan pendanaan dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) untuk mengikuti forum ilmiah ini.

Kongres ARUPS 2025 diselenggarakan bersamaan dengan 61st Psychological Association of the Philippines (PAP) Annual Convention, yang mengangkat tema besar tentang peran psikologi dalam menjawab tantangan sosial di kawasan Asia Tenggara.

Eksplorasi Makna Luka dan Pemulihan Korban Kekerasan Seksual Remaja

Dalam kesempatan tersebut, Peppy mempresentasikan hasil risetnya yang berjudul “Understanding the pain of being dumped and blamed: Uncover the experience of adolescent sexual abusive victim through photovoice.”

Penelitian ini menggunakan metode photovoice untuk menggali pengalaman emosional korban kekerasan seksual pada remaja—sebuah pendekatan yang memberikan ruang bagi korban untuk mengekspresikan pengalaman dan pemulihannya melalui media visual.

Melalui paparannya, Peppy menekankan pentingnya pendekatan empatik dan partisipatif dalam memahami dinamika psikologis korban, sekaligus mendorong adanya ruang aman bagi remaja untuk bersuara dan memulihkan diri.

 

Kontribusi untuk Psikologi Regional

Keterlibatan Peppy dalam ARUPS 2025 tidak hanya menjadi ajang untuk mempresentasikan hasil riset, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi akademik Indonesia di tingkat kawasan ASEAN. Partisipasi mahasiswa doktor UGM di ajang ini menjadi bukti nyata bahwa penelitian psikologi tidak hanya berperan dalam ranah akademik, tetapi juga memiliki dampak luas dalam memahami dan menanggulangi isu sosial yang kompleks, terutama dalam konteks kesejahteraan psikologis remaja.

 

Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati

Erasmus+ Learning Mobility Kickoff: Dr. Roy Huijsmans Bimbing Mahasiswa Doktor Psikologi UGM Perdalam Riset dan Publikasi

Rilis Kamis, 17 Juli 2025

Yogyakarta – Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan istimewa dari Dr. RBC Roy Huijsmans dari International Institute of Social Studies (ISS), Erasmus University Rotterdam pada tanggal 7–11 Juli 2025. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian awal kegiatan Learning Mobility Erasmus+ Programme, sebagai bentuk persiapan akademik dan riset bagi tiga mahasiswa doktor UGM yang akan mengikuti program mobilitas tersebut pada tahun 2026.

Tiga mahasiswa penerima program, yaitu Nurdiyanto, Honey Wahyuni Sugiharto Elgeka, dan Yuli Arinta Dewi, mengikuti rangkaian kegiatan secara penuh. Selain mereka, dua mahasiswa lainnya yang juga mendalami riset dengan pendekatan kualitatif dan kerangka youth studies, yakni Titisa Ballerina dan Siti Makhmudah, turut bergabung untuk memperluas wawasan dan keterampilan akademiknya.

Hari Pertama: Diskusi Draft dan Umpan Balik Kritis

Pada Senin, 7 Juli 2025, kegiatan dibuka dengan presentasi draft publikasi ilmiah dari para mahasiswa. Masing-masing memaparkan naskah yang tengah mereka kerjakan, dan mendapatkan masukan langsung dari Dr. RBC Roy Huijsmans, serta dosen Fakultas Psikologi UGM seperti Dr. Wenty Marina Minza, M.A. dan  Edilburga Wulan Saptandari, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog. Diskusi dilakukan secara kritis, membangun, dan kolektif, menjadikan sesi ini sebagai ruang tumbuh bersama antar peneliti muda.

Hari Kedua: Politik Publikasi dan Ruang Refleksi

Selasa, 8 Juli 2025, diisi oleh sesi workshop interaktif bertajuk “Building a Publication and the Politics of Publishing”. Dalam sesi ini, Dr. Roy membedah dinamika dunia publikasi akademik, tidak hanya dari sisi teknis, namun juga dari aspek relasional, etika, dan keberpihakan akademik. Mahasiswa juga diajak untuk merefleksikan pengalaman mereka, baik yang menyenangkan maupun penuh tantangan, dalam proses publikasi. Hari ini ditutup dengan waktu bebas menulis, di mana mahasiswa diberi kesempatan untuk merevisi naskah mereka berdasarkan umpan balik yang diterima.

Hari Ketiga dan Keempat: Pendalaman Personal dan Presentasi Kembali

Kamis, 10 Juli 2025, difokuskan pada sesi one-on-one meeting antara masing-masing mahasiswa dan Dr. Roy. Diskusi intensif ini membuka ruang privat untuk mengelaborasi ide, pendekatan metodologi, dan penguatan argumen riset masing-masing peserta.

Lalu, pada Jumat, 11 Juli 2025, mahasiswa kembali mempresentasikan progress update dari riset dan publikasi yang dikerjakan. Tidak hanya sekadar laporan, sesi ini dilengkapi dengan feedback dari peserta lain, menjadikan atmosfer akademik semakin kolaboratif, terbuka, dan reflektif. Terbukti dari testimoni yang diberikan oleh mahasiswa:

“Bimbingan Pak Roy sangat mendukung dan membuka wawasan. Masukannya membantu saya melihat kekuatan riset saya dan memberi strategi konkret untuk mengatasi kelemahan. Sesi kegiatan ini memperkuat arah penelitian saya”, ujar salah satu mahasiswa peserta kegiatan

Sinergi Akademik 

Di luar sesi akademik, kegiatan ini juga diwarnai dengan jamuan informal bersama Dekanat dan Kaprodi Program Studi Doktor Ilmu Psikologi UGM, yang dihadiri oleh para mahasiswa peserta kegiatan. Momen ini menjadi ruang hangat untuk membangun kedekatan personal dan jejaring akademik yang berkelanjutan antara institusi UGM dan ISS Erasmus University.

Membangun Tradisi Akademik yang Kuat

Kegiatan ini menjadi langkah awal yang bermakna dalam membangun tradisi akademik global, sekaligus mendorong mahasiswa untuk siap tampil dan berkontribusi di panggung ilmiah internasional. Melalui program Erasmus+ Learning Mobility ini, Fakultas Psikologi UGM terus memperluas jejaring dan memperkuat kolaborasi riset lintas negara.

 

Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati

Raih Gelar Doktor, Haiyun Nisa Angkat Isu Psikologis Litigasi Perceraian Perempuan

Rilis Senin, 30 Juni 2025

Haiyun Nisa, S.Psi., M.Psi., Psikolog., sukses meraih gelar doktor pada ujian terbuka Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Universitas Gadjah Mada, Kamis (26/06). Penelitian yang berjudul “Tutur Batin Penggugat: Yurisprudensi Terapeutik dan Pemberdayaan Psikologis pada Perempuan Inisiator Penceraian” mengantarkan Haiyun menjadi doktor ke-6517 yang lulus dari UGM.

Ujian terbuka promosi doktor Haiyun Nisa dilaksanakan di Ruang A-203, Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada. Sidang ini dipimpin oleh Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D., dan menghadirkan para penguji dari kalangan akademisi terkemuka. Bertindak sebagai Promotor, Prof. Drs. Koentjoro, MBSc., Ph.D., Psikolog. Ko-promotor, Pradytia Putri Pertiwi, S.Psi., Ph.D. Hadir pula sebagai anggota panitia penilai: Prof. Dr. Tina Afiatin, M.Si., Psikolog, Diana Setiyawati, S.Psi., MHSc., Ph.D., Psikolog, serta anggota penilai eksternal, Prof. Dr. Nurul Hartini, S.Psi., M.Kes., Psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas Airlangga.

Haiyun menyoroti suara hati perempuan yang menggugat cerai karena konflik rumah tangga yang mereka alami, usaha bertahan, serta dampak emosional yang sulit mereka ceritakan ke orang lain. Ia menjelaskan bahwa proses perceraian bukan hanya melelahkan secara hukum, tetapi juga berat secara psikologis. Padahal, sebagian besar perkara perceraian di Indonesia justru diajukan oleh perempuan.

Untuk meneliti hal ini, Haiyun melibatkan para perempuan yang sedang atau pernah menggugat cerai. Penelitiannya dilakukan dalam empat tahap: menggali pengalaman mereka, membuat rencana intervensi, menjalankan program pendampingan, lalu menyusun rekomendasi kebijakan. Hasilnya menunjukkan bahwa proses hukum justru sering menimbulkan tekanan mental yang besar. Dari situ, ia mengembangkan modul pendampingan berjudul “Perempuan Tangguh” untuk membantu perempuan lebih kuat secara mental saat menjalani proses perceraian.

Penelitian ini menjadi terobosan karena menggabungkan pendekatan hukum dan psikologi yang selama ini jarang dikaji bersama. Selain membantu perempuan menghadapi proses hukum dengan lebih siap, hasil riset ini juga mendorong pentingnya layanan psikologis di pengadilan. Haiyun berharap ke depan, sistem hukum di Indonesia bisa lebih peduli pada sisi kemanusiaan dan kesehatan mental pihak yang berperkara, terutama perempuan.

“Penelitian ini bukan berarti menormalisasi perceraian, namun sebagai upaya untuk membuka ruang bagi sistem hukum agar lebih empatik dan memulihkan. Harapan saya pendekatan ini bisa mendorong perubahan pada paradigma praktik pengadilan supaya lebih responsif terhadap aspek psikologis para pihak, terutama perempuan,” ucap Haiyun dalam sambutan setelah resmi menyandang gelar doktor dengan masa studi 3 tahun, 9 bulan, 19 hari, IPK 3.92 (cumlaude). 

Penulis : Relung Fajar Sukmawati

 

Sumber: https://psikologi.ugm.ac.id/raih-gelar-doktor-haiyun-nisa-angkat-isu-psikologis-litigasi-perceraian-perempuan/

Mengangkat Disertasi tentang Pemberdayaan Perempuan: Haiyun Nisa Jadi Doktor Pertama dari Angkatan 2021

Rilis Senin, 2 Juni 2025

Yogyakarta – Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan Ujian Tertutup untuk salah satu mahasiswanya, Haiyun Nisa, S.Psi., M.Psi., Psikolog pada Selasa, 27 Mei 2025. Ujian ini menjadi momen penting karena Haiyun merupakan mahasiswa pertama dari Angkatan 2021 yang melaksanakan Ujian Tertutup.

Dalam kesempatan tersebut, Haiyun mempertahankan disertasinya yang berjudul “Tutur Batin Penggugat: Yurisprudensi Terapeutik dan Pemberdayaan Psikologis pada Perempuan Inisiator Perceraian.” Penelitian ini menjadi sorotan karena mengangkat tema yang tidak hanya aktual dan relevan, tetapi juga memiliki kedalaman makna sosial dan psikologis yang kuat.

Membuka Cakrawala Baru tentang Keberanian Perempuan

Dalam sesi ujian, Haiyun sempat menyampaikan bahwa proses penelitian disertasinya telah membuka cakrawala baru mengenai keberanian perempuan dalam menghadapi tantangan hidup. “Salah satu bentuk keberanian adalah saat seorang perempuan memilih keluar dari pernikahan yang tidak sehat. Penelitian ini membuat saya melihat lebih dalam bagaimana perjuangan mereka dalam menemukan kembali kekuatan dirinya,” ungkapnya.

Disertasi ini mengusung pendekatan yurisprudensi terapeutik—sebuah konsep yang memandang hukum tidak hanya sebagai perangkat normatif, tetapi juga sebagai sarana pemulihan dan pemberdayaan psikologis. Dalam konteks perempuan inisiator perceraian, pendekatan ini menjadi sangat penting untuk memahami bagaimana proses hukum bisa berjalan beriringan dengan proses pemulihan mental dan pemberdayaan diri.

Susunan Tim Ujian Tertutup

Ujian Tertutup ini dipimpin oleh Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D., selaku Dekan Fakultas Psikologi UGM. Adapun tim promotor yang membimbing Haiyun terdiri dari: Prof. Drs. Koentjoro, MBSc., Ph.D. (Promotor) dan Pradytia Putri Pertiwi, Ph.D. (Ko-Promotor). Sementara itu, tim penguji dalam ujian ini melibatkan akademisi, yaitu: Prof. Dr. Tina Afiatin, M.Si. (Fakultas Psikologi UGM), Diana Setiyawati, MHSc.Psy., Ph.D. (Fakultas Psikologi UGM), dan Prof. Dr. Nurul Hartini, S.Psi., M.Kes., Psikolog (Fakultas Psikologi Universitas Airlangga)

Disertasi yang Bermakna dan Mendapat Rekomendasi untuk Ujian Terbuka

Tim penguji dan promotor memberikan apresiasi tinggi atas kedalaman dan relevansi penelitian yang dilakukan Haiyun. Disertasi ini dinilai tidak hanya memberikan kontribusi terhadap pengembangan keilmuan psikologi, tetapi juga menyuarakan pengalaman perempuan dalam sistem hukum dengan pendekatan yang empatik dan memberdayakan.

Atas keberhasilan dan kualitas presentasi yang ditunjukkan dalam Ujian Tertutup, tim penguji memberikan rekomendasi bagi Haiyun untuk melanjutkan ke tahap Ujian Terbuka—sebagai langkah akhir menuju pengukuhan gelar doktor.

Selamat kepada Haiyun Nisa atas pencapaian luar biasa ini. Semoga semangat dan keberanian yang tercermin dalam penelitiannya dapat menginspirasi lebih banyak perempuan untuk bangkit dan berdaya dalam menghadapi tantangan hidup.

 

Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati

Wisuda Periode April 2025: Program Studi Doktor Ilmu Psikologi UGM Meluluskan Dr. Rika Hardani

Rilis Kamis, 24 April 2025

Yogyakarta – Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mencatatkan pencapaian akademik pada Wisuda Periode April 2025 dengan meluluskan salah satu mahasiswanya, yaitu Dr. Rika Hardani, M.Si. Mahasiswi angkatan 2020 ini berhasil meraih gelar doktor setelah menyelesaikan studi dan mempertahankan disertasinya yang berjudul “Keberhasilan Akademik Remaja: Peran Kegigihan, Pengaturan Emosi Diri dan Pengasuhan Berbasis Kekuatan dengan Kesejahteraan Subjektif sebagai Mediator.”

Disertasi yang Mengupas Dinamika Keberhasilan Akademik Remaja

Dalam disertasinya, Dr. Rika mengeksplorasi faktor-faktor psikologis yang berperan dalam keberhasilan akademik pada remaja. Penelitian ini menyoroti pentingnya kegigihan, kemampuan regulasi emosi, serta pola pengasuhan berbasis kekuatan sebagai prediktor keberhasilan akademik, dengan kesejahteraan subjektif sebagai variabel mediator yang memperkuat hubungan antarfaktor tersebut.

Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan bagi bidang psikologi perkembangan, khususnya dalam memahami bagaimana dukungan dari lingkungan keluarga serta kekuatan internal remaja dapat mendorong pencapaian akademik yang optimal. Temuan dalam disertasi ini diharapkan dapat digunakan sebagai landasan dalam merancang program intervensi yang mendorong pertumbuhan psikologis dan prestasi akademik remaja secara lebih menyeluruh.

Dukungan Promotor dan Ko-Promotor

Keberhasilan Dr. Rika dalam menyelesaikan studi doktoralnya tidak terlepas dari bimbingan intensif dan berkelanjutan dari tim Promotor. Disertasi ini dibimbing oleh Diana Setiyawati, S.Psi., MHSc., Ph.D., Psikolog sebagai Promotor dan Dr. Yuli Fajar Susetyo, S.Psi., M.Si. sebagai Ko-Promotor. 

Komitmen Program Studi dalam Mendorong Kualitas Akademik

Kelulusan Dr. Rika Hardani menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Program Studi Doktor Ilmu Psikologi UGM dalam mendorong pengembangan riset yang berkualitas dan berdampak langsung pada pembangunan masyarakat. Sebagai satu-satunya lulusan doktor pada periode wisuda April 2025, pencapaian ini menunjukkan ketekunan dan dedikasi tinggi dari mahasiswa serta kualitas pembimbingan dari tim akademik.

Sekali lagi, selamat kepada Dr. Rika Hardani, M.Si. atas pencapaiannya yang membanggakan. Semoga ilmu dan kontribusinya terus memberikan manfaat bagi dunia pendidikan, psikologi perkembangan, dan kesejahteraan remaja Indonesia.

Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati

Sarasehan Guyub Promovendus Club 2025: Wadah Akademik untuk Mewujudkan Karya Ilmiah Berkualitas

Rilis Jumat, 21 Maret 2025

Promovendus Club Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mengukuhkan komitmennya dalam mendorong pengembangan riset berkualitas melalui Sarasehan Guyub Promovendus Club (SGPC) 2025. Acara yang berlangsung pada Kamis, 20 Maret 2025 ini menjadi wadah akademik bagi mahasiswa doktor untuk mempresentasikan rancangan penelitian disertasinya di hadapan alumni, kandidat doktor, serta dosen nonpromotor. Tidak hanya itu, SGPC juga menghadirkan ruang diskusi yang akrab dan santai, memungkinkan para presenter mendapatkan feedback, kritik membangun, serta bertukar gagasan dengan para akademisi yang berpengalaman.

Kolaborasi Ilmiah dalam Guyub Akademik

Sarasehan Guyub Promovendus Club tahun ini dipersembahkan oleh Promovendus Club 2023 dan menghadirkan 12 mahasiswa dari Program Studi Doktor Ilmu Psikologi UGM Angkatan 2024 sebagai presenter. Ke-12 mahasiswa mengangkat berbagai topik penelitian yang menarik dan beragam yang sedang mereka kembangkan. Berikut adalah daftar mahasiswa beserta topik proposal penelitian disertasi mereka:

  1. Amri Hana Muhammad – Psikologi Kepercayaan dan Dampaknya dalam Kehidupan Sosial
  2. Binta Mu’tiya Rizki – Clinical Hypnosis untuk Kasus Non-Suicidal Self Injury (NSSI)
  3. Debri Pristinella – Pendidikan Seks Komprehensif untuk Anak Usia Dini
  4. Dina Syakina – Burnout pada Pekerja
  5. Ifa Hanifah Misbach – Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal
  6. Istiana Tajuddin – Clinical Hypnosis untuk Pemulihan Trauma
  7. M. Kashai Ramdhani Pelupessy – Dinamika Psikologis dari Bencana Non-Alam
  8. Patera Adwiko Priambodo – Depresi dan Komunikasi antara Anak-Orang Tua
  9. Rini Setyowati – Regulasi Emosi Remaja 
  10. Sukma Adi Galuh Amawidyati – Kehidupan Sosial dan Relationship
  11. Tatik Mukhoyyaroh – Kehidupan Sosial dan Relationship
  12. Zaldhi Yusuf Akbar – Agresivitas Remaja 

Sinergi antara Mahasiswa dan Alumni 

Keberhasilan SGPC 2025 tidak lepas dari kontribusi para reviewer yang merupakan alumni Program Studi Doktor Ilmu Psikologi UGM. Hadir sebagai peninjau akademik dalam acara ini delapan alumni yang telah menyelesaikan studi doktoralnya, yakni:

  • Dr. Berliana Henu C., S.Psi., M.Psi., Psikolog
  • Dr. Siti Maimunah, S.Psi., M.A.
  • Dr. Kartika Nur Fathiyah, S.Psi., M.Si.
  • Dr. Cicilia Tanti Utami, S.Psi., M.A.
  • Dr. Niken Hartati, S.Psi., M.A.
  • Dr. Muchlisah, S.Psi., M.A.
  • Dr. Yunita Sari, S.Psi., M.Psi.
  • Dr. Laily Rahmah, S.Psi., M.Psi.

Kehadiran para reviewer menjadi elemen kunci dalam memperkaya perspektif akademik baik itu landasan teoritis dan metodologi penelitian yang diberikan kepada para presenter.

Komitmen Berkelanjutan untuk Akademisi dan Masyarakat

SGPC bukan sekadar ajang akademik, tetapi juga kebersamaan dalam membangun keilmuan yang lebih maju dan aplikatif. Dengan adanya sesi diskusi yang akrab dan santai, mahasiswa doktor tidak hanya mendapat wawasan baru, tetapi juga pengalaman berharga dalam mempertahankan argumen akademiknya di hadapan para ahli.

Semangat guyub yang terjalin di SGPC 2025 diharapkan dapat terus berlanjut, menciptakan jejaring akademik yang solid, serta menghasilkan riset-riset inovatif yang mampu menjawab tantangan zaman.

Dengan keberhasilan penyelenggaraan SGPC 2025, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilakukan di tahun-tahun mendatang sebagai wujud nyata kontribusi akademisi dalam menciptakan ilmu yang tidak hanya bernilai teoritis, tetapi juga memiliki implikasi praktis bagi kehidupan sosial masyarakat.

Mahasiswi Doktoral Ilmu Psikologi UGM Raih Hak Cipta Modul Training of Trainer bagi Pendamping Perempuan Pencari Keadilan

Rilis Senin, 17 Maret 2025

Sebuah pencapaian membanggakan kembali diraih oleh sivitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM). Haiyun Nisa, mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Psikologi UGM, pada awal Maret lalu berhasil memperoleh pengakuan Hak Cipta dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia atas modul yang disusunnya. Modul tersebut berjudul Modul Training of Trainer (TOT) bagi Pendamping Perempuan Pencari Keadilan “Perempuan Tangguh”: Program Pemberdayaan Psikologis pada Perempuan yang Berhadapan dengan Hukum Perdata.

Modul ini merupakan hasil penelitian dan pengembangan yang selaras dengan topik disertasi yang tengah dikerjakan oleh Haiyun. Lebih dari sekadar dokumen akademik, modul ini merupakan instrumen yang dirancang untuk membantu para pendamping perempuan pencari keadilan dalam mendukung perempuan yang terlibat dalam kasus hukum perdata, dengan memberikan pemberdayaan psikologis, meningkatkan ketahanan mental, serta membekali perempuan dengan keterampilan yang diperlukan dalam menghadapi tantangan hukum yang dialami.

Dalam penyusunannya, Haiyun tidak bekerja sendiri. Ia menyusun modul ini bersama promotornya, Prof. Drs. Koentjoro, MBSc., Ph.D., Psikolog. Kolaborasi antara mahasiswa dan promotor ini menghasilkan modul yang tidak hanya berbasis akademik tetapi juga memiliki aplikasi langsung dalam dunia nyata.

Pemberdayaan Perempuan Melalui Psikologi

Keberadaan modul ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi para pendamping perempuan pencari keadilan dalam mendukung klien mereka secara psikologis. Tidak sedikit perempuan yang menghadapi kasus hukum perdata mengalami tekanan psikologis yang berat, baik akibat proses hukum yang berlarut-larut maupun karena ketidakpastian yang mereka hadapi. Dengan modul ini, pendamping dapat memberikan intervensi psikologis yang tepat guna meningkatkan ketahanan mental dan kesejahteraan emosional perempuan yang mereka dampingi.

Pengakuan Hak Cipta: Langkah Menuju Implementasi Lebih Luas

Pengakuan Hak Cipta dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI merupakan langkah awal dalam upaya implementasi modul ini secara lebih luas. Dengan adanya perlindungan hak cipta, modul ini memiliki legalitas yang kuat dan dapat digunakan oleh berbagai pihak yang berkepentingan, termasuk lembaga bantuan hukum, organisasi non-pemerintah, serta instansi pemerintah yang bergerak di bidang pemberdayaan perempuan dan keadilan hukum.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa penelitian akademik dapat memiliki dampak langsung dalam upaya mewujudkan keadilan sosial, khususnya bagi perempuan yang tengah berjuang mendapatkan hak-haknya dalam sistem hukum perdata di Indonesia. Diharapkan semakin banyak perempuan yang mendapatkan pendampingan psikologis yang memadai sehingga mampu menghadapi proses hukum dengan lebih kuat dan percaya diri.

12
Universitas Gadjah Mada

Program Studi Doktor Ilmu Psikologi
Fakultas Psikologi
Universitas Gadjah Mada

Jl. Sosio Humaniora Bulaksumur
Yogyakarta 55281 Indonesia
doktor.psikologi[at]ugm.ac.id
Doktor Ilmu Psikologi UGM
doktorpsikologiugm
+62 822 2720 5719
+62 (274) 550435
+62 (274) 550435

Profil

  • Sekilas Pandang
  • Pengelola
  • Promotor & Ko-Promotor
  • Unit Pendukung Penelitian

Akademik

  • Panduan Akademik
  • Kurikulum 2014
  • Kurikulum 2020
  • Simaster
  • Sistem Informasi Terintegrasi

Fasilitas

  • PERPUSTAKAAN
  • PENJAMINAN MUTU
  • AKSES JURNAL DAN EBOOK
  • LAYANAN TEKNOLOGI INFORMASI

Kemahasiswaan & Alumni

  • Prestasi Mahasiswa
  • Promovendus Club
  • Profil Mahasiswa

© 2021 Universitas Gadjah Mada