• Tentang UGM
  • Akademik
  • Penelitian
  • Perpustakaan
  • Pusat IT
  • Webmail
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada
  • PROFIL
    • SEKILAS PANDANG
    • PENGELOLA
    • PROMOTOR & KO-PROMOTOR
    • UNIT PENDUKUNG PENELITIAN
    • Prosedur Operasional Standar
  • AKADEMIK
    • PANDUAN AKADEMIK
    • Academic Guide
    • Panduan Penulisan Disertasi
    • KURIKULUM
      • KURIKULUM 2014
      • KURIKULUM 2020
    • SIMASTER
    • SISTEM INFORMASI TERINTEGRASI
    • LEAFLET
  • FASILITAS
    • PERPUSTAKAAN
    • PENJAMINAN MUTU
    • AKSES JURNAL DAN EBOOK
    • LAYANAN TEKNOLOGI INFORMASI
  • KEMAHASISWAAN & ALUMNI
    • PRESTASI MAHASISWA
    • PROMOVENDUS CLUB
    • PROFIL MAHASISWA
    • PROFIL ALUMNI
  • PENDAFTARAN
    • PROSEDUR
    • SYARAT
    • SELEKSI
    • JADWAL SELEKSI
    • DAFTAR
    • Program Fast-Track S2-S3
  • Home
  • Rilis

Erasmus+ Learning Mobility Kickoff: Dr. Roy Huijsmans Bimbing Mahasiswa Doktor Psikologi UGM Perdalam Riset dan Publikasi

  • Rilis
  • 17 Juli 2025, 13.39
  • Oleh : admin

Yogyakarta – Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan istimewa dari Dr. RBC Roy Huijsmans dari International Institute of Social Studies (ISS), Erasmus University Rotterdam pada tanggal 7–11 Juli 2025. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian awal kegiatan Learning Mobility Erasmus+ Programme, sebagai bentuk persiapan akademik dan riset bagi tiga mahasiswa doktor UGM yang akan mengikuti program mobilitas tersebut pada tahun 2026.

Tiga mahasiswa penerima program, yaitu Nurdiyanto, Honey Wahyuni Sugiharto Elgeka, dan Yuli Arinta Dewi, mengikuti rangkaian kegiatan secara penuh. Selain mereka, dua mahasiswa lainnya yang juga mendalami riset dengan pendekatan kualitatif dan kerangka youth studies, yakni Titisa Ballerina dan Siti Makhmudah, turut bergabung untuk memperluas wawasan dan keterampilan akademiknya.

Hari Pertama: Diskusi Draft dan Umpan Balik Kritis

Pada Senin, 7 Juli 2025, kegiatan dibuka dengan presentasi draft publikasi ilmiah dari para mahasiswa. Masing-masing memaparkan naskah yang tengah mereka kerjakan, dan mendapatkan masukan langsung dari Dr. RBC Roy Huijsmans, serta dosen Fakultas Psikologi UGM seperti Dr. Wenty Marina Minza, M.A. dan  Edilburga Wulan Saptandari, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog. Diskusi dilakukan secara kritis, membangun, dan kolektif, menjadikan sesi ini sebagai ruang tumbuh bersama antar peneliti muda.

Hari Kedua: Politik Publikasi dan Ruang Refleksi

Selasa, 8 Juli 2025, diisi oleh sesi workshop interaktif bertajuk “Building a Publication and the Politics of Publishing”. Dalam sesi ini, Dr. Roy membedah dinamika dunia publikasi akademik, tidak hanya dari sisi teknis, namun juga dari aspek relasional, etika, dan keberpihakan akademik. Mahasiswa juga diajak untuk merefleksikan pengalaman mereka, baik yang menyenangkan maupun penuh tantangan, dalam proses publikasi. Hari ini ditutup dengan waktu bebas menulis, di mana mahasiswa diberi kesempatan untuk merevisi naskah mereka berdasarkan umpan balik yang diterima.

Hari Ketiga dan Keempat: Pendalaman Personal dan Presentasi Kembali

Kamis, 10 Juli 2025, difokuskan pada sesi one-on-one meeting antara masing-masing mahasiswa dan Dr. Roy. Diskusi intensif ini membuka ruang privat untuk mengelaborasi ide, pendekatan metodologi, dan penguatan argumen riset masing-masing peserta.

Lalu, pada Jumat, 11 Juli 2025, mahasiswa kembali mempresentasikan progress update dari riset dan publikasi yang dikerjakan. Tidak hanya sekadar laporan, sesi ini dilengkapi dengan feedback dari peserta lain, menjadikan atmosfer akademik semakin kolaboratif, terbuka, dan reflektif. Terbukti dari testimoni yang diberikan oleh mahasiswa:

“Bimbingan Pak Roy sangat mendukung dan membuka wawasan. Masukannya membantu saya melihat kekuatan riset saya dan memberi strategi konkret untuk mengatasi kelemahan. Sesi kegiatan ini memperkuat arah penelitian saya”, ujar salah satu mahasiswa peserta kegiatan

Sinergi Akademik 

Di luar sesi akademik, kegiatan ini juga diwarnai dengan jamuan informal bersama Dekanat dan Kaprodi Program Studi Doktor Ilmu Psikologi UGM, yang dihadiri oleh para mahasiswa peserta kegiatan. Momen ini menjadi ruang hangat untuk membangun kedekatan personal dan jejaring akademik yang berkelanjutan antara institusi UGM dan ISS Erasmus University.

Membangun Tradisi Akademik yang Kuat

Kegiatan ini menjadi langkah awal yang bermakna dalam membangun tradisi akademik global, sekaligus mendorong mahasiswa untuk siap tampil dan berkontribusi di panggung ilmiah internasional. Melalui program Erasmus+ Learning Mobility ini, Fakultas Psikologi UGM terus memperluas jejaring dan memperkuat kolaborasi riset lintas negara.

 

Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati

Tags: doktor ilmu psikolgi Erasmus fakultas psikologi ugm SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDG 5: Kesetaraan Gender SDGs

Related Posts

Menjaga Kesehatan Mental Ibu Pascapersalinan: Ujian Tertutup Maya Khairani Bahas Strategi Pencegahan Depresi Pascapersalinan Berbasis Budaya Aceh

Rilis Rabu, 29 Juli 2026

Depresi pascapersalinan bukan hanya persoalan kesehatan mental seorang ibu, tetapi juga berkaitan erat dengan dukungan keluarga, budaya, serta sistem pelayanan kesehatan yang mengelilinginya. Isu tersebut menjadi fokus penelitian disertasi Maya Khairani, M.Psi., Psikolog, yang dipertahankan dalam Ujian Tertutup Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada pada Senin, 27 Juli 2026. Disertasi yang diangkat berjudul “Pengembangan Strategi Pencegahan Depresi Pascapersalinan pada Ibu di Aceh Berdasarkan Pengalaman Ibu, Perspektif Keluarga, dan Konsensus Tenaga Kesehatan.”

Ujian Tertutup dipimpin oleh Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D. selaku Ketua. Maya menyelesaikan penelitian ini di bawah bimbingan Dr. Nida Ul Hasanat, M.Si., Psikolog sebagai Promotor dan Dra. Muhana Sofiati Utami, M.S., Ph.D., Psikolog sebagai Ko-promotor. Tim Penguji terdiri atas Prof. Dr. Sofia Retnowati, M.S., Psikolog, Edilburga Wulan Saptandari, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog, Josephine Maria Julianti Ratna, Ph.D. (Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya), dan Dr. Ners. Darmawati, S.Kep., M.Kep., Sp.Mat. (Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala).

Penelitian Maya mengangkat pentingnya memahami depresi pascapersalinan dari konteks sosial budaya masyarakat Aceh. Melalui pendekatan mixed methods, penelitian ini menemukan bahwa hampir 48% ibu dalam sampel penelitian menunjukkan gejala depresi pascapersalinan. Selain faktor psikologis, penelitian juga menunjukkan bahwa tradisi pascapersalinan dapat memiliki dua sisi: menjadi sumber dukungan sekaligus berpotensi menimbulkan tekanan apabila dijalankan secara kaku. Sebaliknya, dukungan keluarga dan nilai-nilai spiritual terbukti menjadi faktor protektif yang membantu menjaga kesejahteraan psikologis ibu.

Pada tahap berikutnya, Maya melibatkan para tenaga kesehatan melalui metode Delphi untuk menyusun strategi pencegahan yang sesuai dengan konteks Aceh. Hasilnya menunjukkan bahwa pencegahan depresi pascapersalinan perlu dilakukan secara terpadu melalui skrining dini di layanan kesehatan primer, keterlibatan aktif keluarga, serta pendekatan pelayanan yang sensitif terhadap budaya dan nilai-nilai lokal.

“Budaya tidak selalu menjadi faktor risiko. Dalam konteks Aceh, nilai-nilai agama dan dukungan keluarga justru menjadi kekuatan yang dapat melindungi kesehatan mental ibu. Tantangannya adalah bagaimana mempertahankan nilai-nilai tersebut sambil menyesuaikan praktik tradisi yang berpotensi menambah beban psikologis ibu,” ungkap Maya Khairani saat memaparkan hasil penelitiannya.

Diskusi selama Ujian Tertutup juga menyoroti pentingnya pengembangan layanan kesehatan maternal yang tidak hanya berorientasi pada aspek medis, tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis, dinamika keluarga, dan karakteristik budaya masyarakat. Pendekatan tersebut dinilai mampu memperkuat upaya promotif dan preventif sehingga ibu memperoleh dukungan yang lebih komprehensif sejak masa kehamilan hingga setelah persalinan.

Melalui penelitian ini, Maya berharap hasil disertasinya dapat menjadi landasan ilmiah bagi pengembangan kebijakan kesehatan ibu di Indonesia, khususnya dalam penyusunan program pencegahan depresi pascapersalinan yang berbasis keluarga, layanan kesehatan primer, dan kearifan lokal. Penelitian ini juga memperkuat pentingnya kolaborasi antara psikologi, kesehatan, dan budaya dalam menciptakan layanan kesehatan mental maternal yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Ujian Tertutup Dewi Mufidatul Angkat Model Kesiapsiagaan Psikologis Anak Usia Dini di Wilayah Bencana

Rilis Selasa, 21 Juli 2026

Kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur dan sistem peringatan dini, tetapi juga perlu dibangun sejak usia dini melalui lingkungan yang mendukung. Berangkat dari gagasan tersebut, Dewi Mufidatul Ummah, M.Psi., Psikolog mengangkat penelitian mengenai kesiapsiagaan psikologis anak usia dini dalam Ujian Tertutup Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada yang diselenggarakan pada Jumat, 17 Juli 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Dewi mempertahankan disertasinya yang berjudul “Bakujaga Torang Pe Ana”: Kesiapsiagaan Psikologis Anak Usia Dini Berbasis Tripusat Pendidikan dalam Menghadapi Erupsi Gunung Gamalama di Pulau Ternate. Penelitian ini menawarkan pendekatan yang mengintegrasikan keluarga, sekolah, dan masyarakat sebagai tripusat pendidikan dalam membangun kesiapsiagaan psikologis anak, dengan memanfaatkan kearifan lokal (local wisdom) yang hidup di masyarakat sekitar Gunung Gamalama.

Ujian Tertutup dipimpin oleh Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D., Dekan Fakultas Psikologi UGM, selaku Ketua Tim Penguji. Disertasi ini dibimbing oleh Prof. Drs. Koentjoro, MBSc., Ph.D. sebagai Promotor, serta Prof. Dr. rer. nat. Muh Aris Marfai, S.Si., M.Sc. dari Fakultas Geografi UGM dan Pradytia Putri Pertiwi, S.Psi., Ph.D., sebagai Ko-promotor.

Adapun Tim Penguji terdiri atas Prof. Dr. M. Baiquni, M.A. (Fakultas Geografi UGM), Diana Setiyawati, S.Psi., MHSc., Ph.D., Psikolog, Theresia Novi Poespita Candra, S.Psi., M.Si., Ph.D., Psikolog, serta Dr. Rosita Wondal, M.Pd. dari Program Studi PG-PAUD Universitas Khairun Ternate.

Penelitian ini menyoroti bahwa kesiapsiagaan psikologis anak usia dini tidak hanya dibentuk melalui edukasi kebencanaan secara formal, tetapi juga melalui pengalaman sehari-hari, budaya lokal, dan nilai-nilai yang diwariskan dalam komunitas. Dalam konteks masyarakat di lereng Gunung Gamalama, pengetahuan lokal menjadi modal penting untuk membantu anak mengenali tanda-tanda bahaya sekaligus memahami cara merespons situasi bencana secara tepat.

Dalam presentasinya, Dewi menegaskan bahwa kearifan lokal memiliki peran strategis dalam membangun kesiapsiagaan anak.

“Spiritualitas dan pengetahuan lokal yang hidup di masyarakat sekitar Gunung Gamalama merupakan modal penting bagi anak untuk mengenali tanda-tanda kebencanaan sejak dini. Ketika pengetahuan itu diperkenalkan melalui keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar, anak akan tumbuh lebih siap menghadapi risiko bencana”, ungkap Dewi. 

Diskusi selama ujian berlangsung dinamis dan memperkaya pengembangan penelitian. Salah satu masukan disampaikan oleh Pradytia Putri Pertiwi, Ph.D. yang menekankan pentingnya penyesuaian penyajian instrumen dengan karakteristik partisipan, khususnya anak usia dini, agar konsep yang dibangun dapat dipahami secara lebih tepat.

Sementara itu, Prof. Dr. rer. nat. Muh Aris Marfai, S.Si., M.Sc. menggarisbawahi pentingnya menghubungkan aspek psikologis dengan konsep hazard exposure dan vulnerability dalam kajian kebencanaan. Ia juga mendorong pengembangan informasi geospasial yang lebih ramah anak, seperti penyediaan peta evakuasi di ruang-ruang publik yang sering dikunjungi anak-anak.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Drs. Koentjoro, MBSc., Ph.D. mengajak peneliti untuk memperjelas makna local wisdom dalam konteks penelitian. Menanggapi hal tersebut, Dewi menjelaskan bahwa pengetahuan lokal dapat menjadi modal sosial yang membantu masyarakat melindungi anak usia dini ketika menghadapi tanda-tanda bahaya erupsi, sekaligus memperkuat hubungan antara keluarga, sekolah, dan komunitas dalam upaya mitigasi bencana.

Melalui disertasi ini, Dewi memberikan kontribusi terhadap pengembangan psikologi kebencanaan di Indonesia dengan menghadirkan model kesiapsiagaan psikologis yang berpijak pada karakteristik budaya lokal. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah, lembaga pendidikan, praktisi kebencanaan, serta masyarakat dalam merancang program kesiapsiagaan yang lebih inklusif, kontekstual, dan ramah anak.

 

Karakter Kuat, Siswa Bertumbuh: Ujian Tertutup Wresti Wrediningsih Bahas Model Flourishing Siswa Sekolah Dasar

Rilis Senin, 13 Juli 2026

Pendidikan yang berkualitas tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan sekolah dalam membantu anak bertumbuh menjadi individu yang sejahtera, berkarakter, dan berkembang secara optimal. Gagasan tersebut menjadi fokus penelitian yang diangkat oleh Wresti Wrediningsih, S.Psi., M.Psi., Psikolog dalam Ujian Tertutup Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada yang diselenggarakan pada Jumat, 10 Juli 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Wresti mempertahankan disertasinya yang berjudul “Model Flourishing Siswa Sekolah Dasar Berbasis Kekuatan Karakter.” Penelitian ini mengembangkan sekaligus menguji model flourishing siswa sekolah dasar dengan mengintegrasikan berbagai faktor yang berperan dalam perkembangan anak, mulai dari iklim sekolah, pengasuhan berbasis kekuatan (strength-based parenting), pembelajaran yang berpusat pada siswa (learner-centered teaching), hingga kekuatan karakter sebagai mekanisme psikologis utama.

Ujian Tertutup dipimpin oleh Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Psikologi UGM. Disertasi ini disusun di bawah bimbingan Prof. Dr. Sofia Retnowati, MS., Psikolog sebagai Promotor dan Haidar Buldan Thontowi, S.Psi., M.A., Ph.D., sebagai Ko-promotor.

Adapun Tim Penguji terdiri atas Dr. Yuli Fajar Susetyo, S.Psi., M.Si., Psikolog, Dr. Nurlaila Effendy, M.Si. dari Program Studi Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, serta Ratna Dyah Suryaratri, Ph.D. dari Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Jakarta.

Penelitian ini menggunakan pendekatan multi-methods yang diawali dengan scoping review untuk memetakan konsep dan faktor-faktor yang memengaruhi flourishing pada anak usia sekolah. Selanjutnya, penelitian empiris dilakukan terhadap 230 siswa sekolah dasar di Yogyakarta menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) untuk menguji hubungan antarvariabel.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuhan berbasis kekuatan menjadi prediktor paling kuat dalam mendukung flourishing siswa, diikuti oleh iklim sekolah yang positif. Penelitian ini juga menemukan bahwa kekuatan karakter berperan sebagai mekanisme psikologis yang menjembatani pengaruh lingkungan terhadap kesejahteraan dan perkembangan optimal anak.

Dalam presentasinya, Wresti menegaskan bahwa flourishing pada anak tidak terbentuk oleh satu faktor saja, melainkan merupakan hasil interaksi antara lingkungan yang mendukung dan kekuatan yang dimiliki setiap anak.

“Flourishing siswa tidak hanya dibangun oleh lingkungan sekolah yang positif, tetapi juga oleh pengasuhan yang berfokus pada kekuatan anak. Ketika keduanya berjalan beriringan, kekuatan karakter dapat berkembang dan menjadi fondasi bagi kesejahteraan anak”, ungkapnya.

Diskusi selama ujian berlangsung dinamis dengan berbagai masukan dari tim penguji mengenai pengembangan model, implikasi praktis bagi dunia pendidikan, serta peluang implementasi hasil penelitian dalam penyusunan kebijakan sekolah yang lebih berorientasi pada kesejahteraan peserta didik.

Melalui disertasi ini, Wresti memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian psikologi pendidikan positif di Indonesia. Temuan penelitian ini diharapkan menjadi landasan bagi sekolah, guru, orang tua, maupun pemangku kebijakan dalam menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya mendukung prestasi akademik, tetapi juga membantu setiap anak mengenali kekuatan dirinya, membangun karakter positif, dan bertumbuh secara optimal.

Ujian Tertutup Radhiatul Fitri Bahas Dampak Trauma Masa Kanak-Kanak terhadap Pengasuhan dan Perkembangan Emosi Anak

Rilis Jumat, 19 Juni 2026

Pengalaman masa kanak-kanak tidak hanya membentuk individu pada masa tersebut, tetapi juga dapat memengaruhi cara seseorang menjalani peran sebagai orang tua di kemudian hari. Topik inilah yang menjadi fokus penelitian Radhiatul Fitri, S.Psi., M.Psi., Psikolog dalam Ujian Tertutup Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada yang diselenggarakan pada Kamis, 18 Juni 2026.

Dalam ujian tersebut, Radhiatul mempresentasikan dan mempertahankan disertasinya yang berjudul “Trauma Masa Kanak-Kanak dan Pengasuhan Ibu: Peran Reflective Functioning Spesifik Trauma (RF-T) pada Pemrosesan Neural Emosi Anak dan Persepsi Kompetensi Pengasuhan.”

Ujian Tertutup dipimpin oleh Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D., selaku Ketua Tim Penguji. Disertasi ini disusun di bawah bimbingan Supra Wimbarti, M.Sc., Ph.D., Psikolog sebagai Promotor dan Dr. Nita Handayani, S.Si., M.Si. sebagai Ko-promotor.

Sementara itu, Tim Penguji terdiri atas Dra. Sri Kusrohmaniah, M.Si., Ph.D., Psikolog, Sutarimah Ampuni, S.Psi., M.Si., M.Psych., Ph.D., Psikolog, Dr. dr. Ahmad Asmedi, Sp.S(K)., M.Kes. dari Fakultas Kedokteran UGM, serta Galang Lufityanto, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog dari Wenzhou-Kean University, China.

Melalui penelitian ini, Radhiatul mengkaji keterkaitan antara pengalaman trauma masa kanak-kanak yang dialami ibu dengan proses pengasuhan yang dijalankan pada masa dewasa. Secara khusus, penelitian ini menyoroti peran Reflective Functioning Spesific Trauma (RF-T), yaitu kemampuan individu untuk memahami, merefleksikan, dan memberi makna terhadap pengalaman traumatis yang pernah dialaminya.

Kajian ini menjadi menarik karena tidak hanya melihat dampak trauma pada tingkat psikologis orang tua, tetapi juga menelusuri bagaimana pengalaman tersebut dapat berkaitan dengan pemrosesan emosi anak pada tingkat neural serta persepsi ibu terhadap kompetensinya dalam mengasuh.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman traumatis yang tidak diproses secara adaptif berpotensi memengaruhi kualitas pengasuhan. Sebaliknya, kemampuan reflektif terhadap pengalaman trauma dapat menjadi faktor penting yang membantu individu memahami pengalaman masa lalunya secara lebih sehat dan mendukung relasi pengasuhan yang lebih positif.

Diskusi selama ujian berlangsung secara dinamis dengan berbagai masukan dari tim penguji yang berasal dari bidang psikologi perkembangan, psikologi klinis, hingga ilmu saraf. Perspektif multidisiplin tersebut memperkaya pembahasan mengenai hubungan antara trauma, pengasuhan, dan perkembangan emosi anak.

Melalui disertasi ini, Radhiatul memberikan kontribusi pada pengembangan kajian psikologi perkembangan dan keluarga, khususnya dalam memahami mekanisme psikologis yang menjembatani pengalaman trauma orang tua dengan proses pengasuhan pada generasi berikutnya. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pengembangan intervensi dan program pendampingan keluarga yang lebih sensitif terhadap pengalaman trauma, sehingga mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

 

Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati

Universitas Gadjah Mada

Program Studi Doktor Ilmu Psikologi
Fakultas Psikologi
Universitas Gadjah Mada

Jl. Sosio Humaniora Bulaksumur
Yogyakarta 55281 Indonesia
doktor.psikologi[at]ugm.ac.id
Doktor Ilmu Psikologi UGM
doktorpsikologiugm
+62 822 2720 5719
+62 (274) 550435
+62 (274) 550435

Profil

  • Sekilas Pandang
  • Pengelola
  • Promotor & Ko-Promotor
  • Unit Pendukung Penelitian

Akademik

  • Panduan Akademik
  • Kurikulum 2014
  • Kurikulum 2020
  • Simaster
  • Sistem Informasi Terintegrasi

Fasilitas

  • PERPUSTAKAAN
  • PENJAMINAN MUTU
  • AKSES JURNAL DAN EBOOK
  • LAYANAN TEKNOLOGI INFORMASI

Kemahasiswaan & Alumni

  • Prestasi Mahasiswa
  • Promovendus Club
  • Profil Mahasiswa

© 2021 Universitas Gadjah Mada