• Tentang UGM
  • Akademik
  • Penelitian
  • Perpustakaan
  • Pusat IT
  • Webmail
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada
  • PROFIL
    • SEKILAS PANDANG
    • PENGELOLA
    • PROMOTOR & KO-PROMOTOR
    • UNIT PENDUKUNG PENELITIAN
    • Prosedur Operasional Standar
  • AKADEMIK
    • PANDUAN AKADEMIK
    • Academic Guide
    • Panduan Penulisan Disertasi
    • KURIKULUM
      • KURIKULUM 2014
      • KURIKULUM 2020
    • SIMASTER
    • SISTEM INFORMASI TERINTEGRASI
    • LEAFLET
  • FASILITAS
    • PERPUSTAKAAN
    • PENJAMINAN MUTU
    • AKSES JURNAL DAN EBOOK
    • LAYANAN TEKNOLOGI INFORMASI
  • KEMAHASISWAAN & ALUMNI
    • PRESTASI MAHASISWA
    • PROMOVENDUS CLUB
    • PROFIL MAHASISWA
    • PROFIL ALUMNI
  • PENDAFTARAN
    • PROSEDUR
    • SYARAT
    • SELEKSI
    • JADWAL SELEKSI
    • DAFTAR
    • Program Fast-Track S2-S3
  • Home
  • SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
  • SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Arsip:

SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

Ujian Tertutup Dewi Mufidatul Angkat Model Kesiapsiagaan Psikologis Anak Usia Dini di Wilayah Bencana

Rilis Selasa, 21 Juli 2026

Kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur dan sistem peringatan dini, tetapi juga perlu dibangun sejak usia dini melalui lingkungan yang mendukung. Berangkat dari gagasan tersebut, Dewi Mufidatul Ummah, M.Psi., Psikolog mengangkat penelitian mengenai kesiapsiagaan psikologis anak usia dini dalam Ujian Tertutup Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada yang diselenggarakan pada Jumat, 17 Juli 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Dewi mempertahankan disertasinya yang berjudul “Bakujaga Torang Pe Ana”: Kesiapsiagaan Psikologis Anak Usia Dini Berbasis Tripusat Pendidikan dalam Menghadapi Erupsi Gunung Gamalama di Pulau Ternate. Penelitian ini menawarkan pendekatan yang mengintegrasikan keluarga, sekolah, dan masyarakat sebagai tripusat pendidikan dalam membangun kesiapsiagaan psikologis anak, dengan memanfaatkan kearifan lokal (local wisdom) yang hidup di masyarakat sekitar Gunung Gamalama.

Ujian Tertutup dipimpin oleh Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D., Dekan Fakultas Psikologi UGM, selaku Ketua Tim Penguji. Disertasi ini dibimbing oleh Prof. Drs. Koentjoro, MBSc., Ph.D. sebagai Promotor, serta Prof. Dr. rer. nat. Muh Aris Marfai, S.Si., M.Sc. dari Fakultas Geografi UGM dan Pradytia Putri Pertiwi, S.Psi., Ph.D., sebagai Ko-promotor.

Adapun Tim Penguji terdiri atas Prof. Dr. M. Baiquni, M.A. (Fakultas Geografi UGM), Diana Setiyawati, S.Psi., MHSc., Ph.D., Psikolog, Theresia Novi Poespita Candra, S.Psi., M.Si., Ph.D., Psikolog, serta Dr. Rosita Wondal, M.Pd. dari Program Studi PG-PAUD Universitas Khairun Ternate.

Penelitian ini menyoroti bahwa kesiapsiagaan psikologis anak usia dini tidak hanya dibentuk melalui edukasi kebencanaan secara formal, tetapi juga melalui pengalaman sehari-hari, budaya lokal, dan nilai-nilai yang diwariskan dalam komunitas. Dalam konteks masyarakat di lereng Gunung Gamalama, pengetahuan lokal menjadi modal penting untuk membantu anak mengenali tanda-tanda bahaya sekaligus memahami cara merespons situasi bencana secara tepat.

Dalam presentasinya, Dewi menegaskan bahwa kearifan lokal memiliki peran strategis dalam membangun kesiapsiagaan anak.

“Spiritualitas dan pengetahuan lokal yang hidup di masyarakat sekitar Gunung Gamalama merupakan modal penting bagi anak untuk mengenali tanda-tanda kebencanaan sejak dini. Ketika pengetahuan itu diperkenalkan melalui keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar, anak akan tumbuh lebih siap menghadapi risiko bencana”, ungkap Dewi. 

Diskusi selama ujian berlangsung dinamis dan memperkaya pengembangan penelitian. Salah satu masukan disampaikan oleh Pradytia Putri Pertiwi, Ph.D. yang menekankan pentingnya penyesuaian penyajian instrumen dengan karakteristik partisipan, khususnya anak usia dini, agar konsep yang dibangun dapat dipahami secara lebih tepat.

Sementara itu, Prof. Dr. rer. nat. Muh Aris Marfai, S.Si., M.Sc. menggarisbawahi pentingnya menghubungkan aspek psikologis dengan konsep hazard exposure dan vulnerability dalam kajian kebencanaan. Ia juga mendorong pengembangan informasi geospasial yang lebih ramah anak, seperti penyediaan peta evakuasi di ruang-ruang publik yang sering dikunjungi anak-anak.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Drs. Koentjoro, MBSc., Ph.D. mengajak peneliti untuk memperjelas makna local wisdom dalam konteks penelitian. Menanggapi hal tersebut, Dewi menjelaskan bahwa pengetahuan lokal dapat menjadi modal sosial yang membantu masyarakat melindungi anak usia dini ketika menghadapi tanda-tanda bahaya erupsi, sekaligus memperkuat hubungan antara keluarga, sekolah, dan komunitas dalam upaya mitigasi bencana.

Melalui disertasi ini, Dewi memberikan kontribusi terhadap pengembangan psikologi kebencanaan di Indonesia dengan menghadirkan model kesiapsiagaan psikologis yang berpijak pada karakteristik budaya lokal. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah, lembaga pendidikan, praktisi kebencanaan, serta masyarakat dalam merancang program kesiapsiagaan yang lebih inklusif, kontekstual, dan ramah anak.

 

Karakter Kuat, Siswa Bertumbuh: Ujian Tertutup Wresti Wrediningsih Bahas Model Flourishing Siswa Sekolah Dasar

Rilis Senin, 13 Juli 2026

Pendidikan yang berkualitas tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan sekolah dalam membantu anak bertumbuh menjadi individu yang sejahtera, berkarakter, dan berkembang secara optimal. Gagasan tersebut menjadi fokus penelitian yang diangkat oleh Wresti Wrediningsih, S.Psi., M.Psi., Psikolog dalam Ujian Tertutup Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada yang diselenggarakan pada Jumat, 10 Juli 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Wresti mempertahankan disertasinya yang berjudul “Model Flourishing Siswa Sekolah Dasar Berbasis Kekuatan Karakter.” Penelitian ini mengembangkan sekaligus menguji model flourishing siswa sekolah dasar dengan mengintegrasikan berbagai faktor yang berperan dalam perkembangan anak, mulai dari iklim sekolah, pengasuhan berbasis kekuatan (strength-based parenting), pembelajaran yang berpusat pada siswa (learner-centered teaching), hingga kekuatan karakter sebagai mekanisme psikologis utama.

Ujian Tertutup dipimpin oleh Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Psikologi UGM. Disertasi ini disusun di bawah bimbingan Prof. Dr. Sofia Retnowati, MS., Psikolog sebagai Promotor dan Haidar Buldan Thontowi, S.Psi., M.A., Ph.D., sebagai Ko-promotor.

Adapun Tim Penguji terdiri atas Dr. Yuli Fajar Susetyo, S.Psi., M.Si., Psikolog, Dr. Nurlaila Effendy, M.Si. dari Program Studi Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, serta Ratna Dyah Suryaratri, Ph.D. dari Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Jakarta.

Penelitian ini menggunakan pendekatan multi-methods yang diawali dengan scoping review untuk memetakan konsep dan faktor-faktor yang memengaruhi flourishing pada anak usia sekolah. Selanjutnya, penelitian empiris dilakukan terhadap 230 siswa sekolah dasar di Yogyakarta menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) untuk menguji hubungan antarvariabel.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuhan berbasis kekuatan menjadi prediktor paling kuat dalam mendukung flourishing siswa, diikuti oleh iklim sekolah yang positif. Penelitian ini juga menemukan bahwa kekuatan karakter berperan sebagai mekanisme psikologis yang menjembatani pengaruh lingkungan terhadap kesejahteraan dan perkembangan optimal anak.

Dalam presentasinya, Wresti menegaskan bahwa flourishing pada anak tidak terbentuk oleh satu faktor saja, melainkan merupakan hasil interaksi antara lingkungan yang mendukung dan kekuatan yang dimiliki setiap anak.

“Flourishing siswa tidak hanya dibangun oleh lingkungan sekolah yang positif, tetapi juga oleh pengasuhan yang berfokus pada kekuatan anak. Ketika keduanya berjalan beriringan, kekuatan karakter dapat berkembang dan menjadi fondasi bagi kesejahteraan anak”, ungkapnya.

Diskusi selama ujian berlangsung dinamis dengan berbagai masukan dari tim penguji mengenai pengembangan model, implikasi praktis bagi dunia pendidikan, serta peluang implementasi hasil penelitian dalam penyusunan kebijakan sekolah yang lebih berorientasi pada kesejahteraan peserta didik.

Melalui disertasi ini, Wresti memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian psikologi pendidikan positif di Indonesia. Temuan penelitian ini diharapkan menjadi landasan bagi sekolah, guru, orang tua, maupun pemangku kebijakan dalam menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya mendukung prestasi akademik, tetapi juga membantu setiap anak mengenali kekuatan dirinya, membangun karakter positif, dan bertumbuh secara optimal.

Sartana Bahas Konstruksi Identitas Nasional Generasi Milenial dalam Ujian Tertutup Doktor Psikologi UGM

Rilis Kamis, 11 Juni 2026

Di tengah derasnya arus globalisasi, perkembangan teknologi digital, dan perubahan sosial yang semakin dinamis, pertanyaan mengenai bagaimana generasi muda memaknai identitas kebangsaannya menjadi semakin relevan. Isu tersebut menjadi fokus penelitian yang diangkat oleh Sartana, M.A. dalam Ujian Tertutup Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada yang diselenggarakan pada Selasa, 9 Juni 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Sartana mempertahankan disertasinya yang berjudul “Konstruksi Identitas Nasional Generasi Milenial di Indonesia.” Penelitian ini berupaya memahami bagaimana generasi milenial membangun, memaknai, dan menegosiasikan identitas nasional mereka dalam konteks kehidupan sosial yang terus berubah.

Ujian Tertutup dipimpin oleh Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D., selaku Ketua Tim Penguji. Disertasi ini disusun di bawah bimbingan Prof. Dr. Avin Fadilla Helmi, M.Si., sebagai Promotor dan Edilburga Wulan Saptandari, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog sebagai Ko-promotor.

Sementara itu, Tim Penguji terdiri atas Prof. Drs. Subandi, M.A., Ph.D., Psikolog, Dr. Arum Febriani, S.Psi., M.A., serta Dr. Siti Rohmah Nurhayati, M.Si., dari Fakultas Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta.

Melalui penelitiannya, Sartana mengkaji identitas nasional sebagai konstruksi psikologis yang tidak hanya melibatkan aspek kognitif berupa pandangan dan pemahaman mengenai bangsa, tetapi juga aspek afektif yang berkaitan dengan perasaan dan keterikatan emosional terhadap identitas kebangsaan.

Salah satu diskusi menarik dalam ujian berlangsung ketika Dr. Arum Febriani mengajukan pertanyaan mengenai hubungan antara dimensi afektif dan dimensi kognitif dalam identitas nasional. Menanggapi hal tersebut, Sartana menjelaskan bahwa kedua dimensi tersebut tidak dapat dipisahkan secara tegas.

“Kedua dimensi ini tidak terpisah. Dalam beberapa kondisi, misalnya ketika seseorang mengalami emosi yang ambivalen, aspek kognitif dan emosional bekerja secara bersamaan dalam membentuk identitas nasional,” jelas Sartana.

Diskusi berikutnya menyoroti tujuan penelitian yang juga berupaya mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pemahaman individu terhadap identitas nasional. Sartana menjelaskan bahwa faktor-faktor tersebut lebih tepat dipahami sebagai pemicu atau kondisi yang mendorong muncul dan berkembangnya identitas nasional pada individu. Menanggapi hal tersebut, Dr. Arum memberikan masukan agar istilah yang digunakan dalam penelitian dapat disesuaikan sehingga lebih merepresentasikan peran faktor tersebut sebagai pemicu terbentuknya identitas nasional.

Melalui penelitian ini, Sartana menawarkan perspektif bahwa identitas nasional bukanlah konsep yang statis, melainkan terus dibangun melalui interaksi antara pengalaman personal, emosi, nilai-nilai sosial, serta konteks kebangsaan yang dihadapi individu sepanjang hidupnya.

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian psikologi sosial dan psikologi kebangsaan di Indonesia, sekaligus memperkaya pemahaman mengenai bagaimana generasi milenial memaknai identitas nasional di tengah berbagai perubahan sosial yang terjadi pada era kontemporer.

 

Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati

Ujian Tertutup Arumi Savitri Fatimaningrum Bahas Penggunaan Smartphone Ibu dalam Konteks Pengasuhan Anak Prasekolah

Rilis Selasa, 9 Juni 2026

Penggunaan smartphone telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam kehidupan keluarga dan pengasuhan anak. Di tengah meningkatnya intensitas penggunaan teknologi digital, muncul pertanyaan mengenai bagaimana keterlibatan psikologis seseorang terhadap smartphone dapat memengaruhi perannya sebagai pengasuh utama anak.

Isu tersebut menjadi fokus penelitian yang dipresentasikan oleh Arumi Savitri Fatimaningrum, S.Psi., M.A. dalam Ujian Tertutup Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada yang dilaksanakan pada Senin, 8 Juni 2026. Dalam kesempatan tersebut, Arumi mempertahankan disertasinya yang berjudul “Model Absorpsi Kognitif Penggunaan Smartphone pada Ibu dalam Konteks Pengasuhan Anak Usia Prasekolah.”

Ujian Tertutup dipimpin oleh Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D.. selaku Ketua Tim Penguji. Disertasi ini disusun di bawah bimbingan Prof. Dr. Tina Afiatin, M.Si., Psikolog sebagai Promotor dan Dr. Arum Febriani, S.Psi., M.A., sebagai Ko-Promotor.

Sementara itu, Tim Penguji terdiri atas Edilburga Wulan Saptandari, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog; Sutarimah Ampuni, S.Psi., M.Si., M.Psych., Ph.D., Psikolog; serta Dr. Rita Eka Izzaty, S.Psi., M.Si., Psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta.

Melalui penelitian ini, Arumi berupaya memahami bagaimana proses cognitive absorption atau keterlibatan psikologis yang mendalam terhadap penggunaan smartphone terjadi pada ibu yang memiliki anak usia prasekolah. Penelitian tersebut juga mengkaji berbagai faktor yang berkontribusi terhadap munculnya kondisi tersebut dalam konteks pengasuhan sehari-hari.

Salah satu diskusi menarik selama ujian muncul ketika Rita Eka Izzaty mempertanyakan alasan pemilihan ibu sebagai subjek utama penelitian. Menanggapi hal tersebut, Arumi menjelaskan bahwa dalam konteks budaya Indonesia, ibu masih menjadi figur yang paling dominan dalam praktik pengasuhan anak.

“Berdasarkan studi pendahuluan yang kami lakukan, para ibu sendiri memandang bahwa mereka memiliki porsi pengasuhan yang lebih besar dibandingkan anggota keluarga lainnya. Temuan tersebut juga sejalan dengan karakteristik pengasuhan yang masih banyak ditemukan dalam konteks Indonesia,” jelas Arumi.

Diskusi lain yang tidak kalah menarik muncul ketika Edilburga Wulan Saptandari menyoroti kemungkinan faktor-faktor yang dapat mengurangi kecenderungan ibu mengalami absorpsi kognitif saat menggunakan smartphone. Menjawab pertanyaan tersebut, Arumi mengemukakan bahwa salah satu faktor penting yang berperan adalah kondisi stres pengasuhan (parenting stress).

Menurutnya, stres pengasuhan menjadi mekanisme psikologis yang penting untuk dipahami dalam hubungan antara ibu dan perilaku penggunaan smartphone. Selain itu, kemampuan regulasi diri juga menjadi salah satu faktor yang dapat membantu ibu mengelola keterlibatan mereka terhadap perangkat digital di tengah tuntutan pengasuhan.

Temuan ini memberikan kontribusi baru dalam memahami dinamika penggunaan teknologi digital di lingkungan keluarga. Penelitian Arumi menunjukkan bahwa perilaku penggunaan smartphone tidak hanya dipengaruhi oleh faktor teknologi semata, tetapi juga berkaitan erat dengan kondisi psikologis yang dialami individu dalam menjalankan peran pengasuhan.

Melalui penelitian ini, diharapkan muncul pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya mendukung kesejahteraan psikologis orang tua, khususnya ibu, sebagai bagian dari upaya menciptakan pengasuhan yang lebih optimal di era digital. Hasil penelitian ini juga berpotensi menjadi dasar bagi pengembangan program edukasi maupun intervensi yang membantu keluarga mengelola penggunaan teknologi secara lebih sehat dan seimbang.

 

Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati

Ujian Tertutup Muhammad Dwirifqi Kharisma Putra Bahas Literasi Statistika Mahasiswa Psikologi di Indonesia

Rilis Selasa, 5 Mei 2026

Literasi statistika dinilai menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki mahasiswa psikologi, khususnya dalam menghadapi perkembangan riset dan pengambilan keputusan berbasis data di dunia akademik maupun profesional. Namun demikian, pembelajaran statistika di lingkungan pendidikan tinggi masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kecemasan mahasiswa terhadap angka hingga perbedaan standar kemampuan antarperguruan tinggi.

Hal tersebut menjadi fokus penelitian disertasi Muhammad Dwirifqi Kharisma Putra, S.Psi., M.Si., dalam Ujian Tertutup Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi UGM yang diselenggarakan pada Senin, 4 Mei 2026. Dalam ujian tersebut, Dwirifqi mempresentasikan disertasinya yang berjudul “Pengembangan Instrumen dan Standard Setting Literasi Statistika untuk Mahasiswa Psikologi Jenjang Sarjana: Studi Berbasis Rasch Model.”

Ujian Tertutup dipimpin oleh Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D., selaku Ketua Tim Penguji. Disertasi ini disusun di bawah bimbingan Prof. Dr. Faturochman, M.A., sebagai Promotor dan Bahrul Hayat, M.A., Ph.D. dari Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai Ko-promotor.

Sementara itu, Tim Penguji terdiri dari Prof. Dr. Avin Fadilla Helmi, M.Si., Prof. Dr. Saifuddin Azwar, M.A. dari Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung, serta Prof. Dr. Wardani Rahayu, M.Si. dari Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta.

Dalam penelitiannya, Dwirifqi mengembangkan instrumen pengukuran literasi statistika mahasiswa psikologi dengan pendekatan Rasch Model. Pendekatan ini memungkinkan pengukuran kemampuan mahasiswa dilakukan secara lebih objektif dan terstandar, sekaligus membantu memetakan tingkat kompetensi statistika mahasiswa secara lebih akurat.

Melalui sesi diskusi dan tanya jawab selama ujian berlangsung, muncul berbagai refleksi mengenai pentingnya penguatan pembelajaran statistika dalam kurikulum psikologi di Indonesia. Para penguji menyoroti bahwa kemampuan memahami statistika tidak lagi sekadar keterampilan teknis, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membaca hasil penelitian, menyusun analisis ilmiah, hingga menghasilkan praktik psikologi berbasis evidensi.

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi akademik bagi pengembangan evaluasi pembelajaran statistika di perguruan tinggi, sekaligus menjadi rujukan dalam penyusunan standar kompetensi statistika mahasiswa psikologi jenjang sarjana di Indonesia.

Selain memberikan kontribusi pada pengembangan ilmu psikometri dan evaluasi pendidikan, penelitian ini juga membuka ruang diskusi yang lebih luas mengenai bagaimana pembelajaran statistika dapat dirancang secara lebih relevan, aplikatif, dan mendukung kebutuhan akademik mahasiswa psikologi di era berbasis data.

Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati

Ujian Tertutup Fadillah: Inovasi Game-Based Assessment untuk Pengukuran Psikologis yang Lebih Objektif

Rilis Jumat, 9 Januari 2026

Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Ujian Tertutup bagi mahasiswa doktor atas nama Fadillah, S.Psi., M.Psi., Psikolog pada Jumat, 9 Januari 2026. Dalam ujian ini, Fadillah mempresentasikan disertasinya yang berjudul “Model Theory-Driven Pengembangan Game-Based Assessment dan Perumusan Evaluasi Properti Psikometrinya.”

Ujian Tertutup ini dipimpin oleh Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D serta dihadiri secara penuh oleh Tim Promotor dan Tim Penguji. Tim Promotor terdiri Rahmat Hidayat, M.Sc., Ph.D. (Promotor) dan Agung Santoso, M.A., Ph.D (Ko-promotor). Tim Penguji terdiri dari Prof. Dr. Avin Fadilla Helmi, M.Si., Dr. Ridwan Saptoto, S. Psi, M. A., Psikolog, Dr. Endah Sudarmilah, S.T., M.Eng. (Program Studi  Informatika, Universitas Muhammadiyah Surakarta), dan Dr. Prasetyo Budi Widodo, M.Si. (Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro). Kehadiran lintas keahlian—mulai dari psikologi, psikometri, hingga informatika—menunjukkan kuatnya pendekatan interdisipliner dalam penelitian yang diusung.

Menghadirkan Pendekatan Baru dalam Pengukuran Psikologis

Dalam pemaparannya, Fadillah menjelaskan bahwa disertasinya berangkat dari keterbatasan metode pengukuran psikologi berbasis self-report, yang kerap dipengaruhi bias sosial dan kesadaran partisipan terhadap tujuan pengukuran. Melalui pendekatan game-based assessment yang dikembangkan secara theory-driven, pengukuran perilaku dapat dilakukan secara lebih alami dan dinamis.

“Pengukuran behaviour-based itu bisa mendapatkan hasil yang variatif, berbeda dengan pengukuran self-report,” ungkap Fadillah dalam presentasinya.

Model yang dikembangkan tidak hanya berfokus pada aspek desain permainan, tetapi juga pada perumusan dan evaluasi properti psikometrik, sehingga tetap memenuhi standar ilmiah dalam asesmen psikologi.

Diskusi Kritis dan Apresiasi dari Tim Penguji

Sesi diskusi berlangsung aktif dan mendalam. Dr. Ridwan Saptoto, S.Psi., M.A., Psikolog, salah satu penguji, menyoroti potensi besar pendekatan ini dalam memahami pola keputusan partisipan.

“Pola decision tertentu dari gamers itu bisa ditarik seperti apa personality dari gamers,” jelasnya.

Sementara itu, Dr. Agung Santoso, M.A., Ph.D. selaku Ko-promotor sekaligus penguji menekankan nilai objektivitas dari pengukuran berbasis permainan.

“Pengukuran psikologi yang menggunakan game-based assessment seperti ini bisa jadi lebih objektif, karena partisipan tidak bisa menduga kalau merespons seperti apa akan menghasilkan kesimpulan apa,” ujarnya.

Kontribusi Ilmiah dan Relevansi Praktis

Disertasi ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan metode asesmen psikologis inovatif, khususnya dalam konteks digital dan teknologi. Pendekatan yang diusulkan membuka peluang penerapan yang lebih luas, baik dalam bidang pendidikan, organisasi, maupun riset psikologi eksperimental, dengan tetap menjaga ketepatan pengukuran secara ilmiah.

Pelaksanaan Ujian Tertutup berlangsung dengan lancar dan penuh diskusi konstruktif, mencerminkan kualitas akademik serta relevansi riset yang dikembangkan. Disertasi ini diharapkan dapat menjadi pijakan awal bagi pengembangan asesmen psikologi.

 

Penulis: Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati

Presentasi Kemajuan Disertasi: Ruang Refleksi, Arah, dan Percepatan Studi Mahasiswa Doktor Ilmu Psikologi UGM

Rilis Selasa, 16 Desember 2025

Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan Presentasi Kemajuan Penelitian Disertasi bagi mahasiswa tingkat akhir pada Jumat, 12 Desember dan Senin, 15 Desember 2025. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa yang mengajukan perpanjangan masa studi Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 dan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting.

Kegiatan ini dirancang sebagai ruang akademik yang reflektif dan dialogis, tempat mahasiswa dapat mengomunikasikan perkembangan penelitian disertasinya sekaligus memperoleh masukan yang konstruktif dari para Promotor dan pengelola program studi. Hadir dalam kegiatan ini Ketua Program Studi Doktor Ilmu Psikologi UGM, Edilburga Wulan Saptandari, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog, para Promotor mahasiswa, serta Drs. Subandi, M.A., Ph.D., Psikolog selaku salah satu anggota Tim Komite Akademik Program Studi.

Dalam sesi presentasi, mahasiswa memaparkan perkembangan terkini penelitian disertasi, rencana publikasi ilmiah, serta penyusunan timeline studi yang disesuaikan dengan kondisi dan dinamika penelitian yang dijalani. Diskusi yang berlangsung memberikan ruang bagi mahasiswa untuk meninjau kembali arah penelitian dan menyusun langkah-langkah strategis yang lebih terukur dan realistis.

Sesi 1 – Jumat, 12 Desember 2025

Sebanyak 10 mahasiswa mengikuti presentasi pada sesi pertama. Salah satu Promotor yang hadir adalah Prof. Dr. Sofia Retnowati, MS., Psikolog, yang membimbing tiga mahasiswa doktor pada sesi ini. Dalam kesempatan tersebut, beliau menekankan pentingnya ketajaman refleksi mahasiswa terhadap proses penelitian yang sedang dijalani, serta konsistensi dan kedisiplinan dalam menjaga arah penelitian agar tetap fokus dan dapat diselesaikan secara bertahap namun berkelanjutan.

Sesi 2 – Senin, 15 Desember 2025

Sesi kedua juga diikuti oleh 10 mahasiswa dengan kehadiran dua Promotor, yaitu  Prof. Drs. Subandi, M.A., Ph.D., Psikolog dan Dr. Nida Ul Hasanat, M.Si., Psikolog.

Dalam sesi ini, Prof. Subandi menyoroti pentingnya komunikasi yang terbuka dan berkesinambungan antara mahasiswa dan Promotor. Melalui komunikasi yang jelas mengenai progres maupun tantangan penelitian, mahasiswa dan Promotor dapat memiliki pemahaman yang selaras terhadap posisi dan arah studi. Subandi juga mengingatkan mahasiswa untuk lebih cermat dalam memilih target jurnal publikasi dengan mempertimbangkan kredibilitas dan kesesuaian fokus jurnal.

Sementara itu, Dr. Nida Ul Hasanat menggarisbawahi dinamika penelitian disertasi yang melibatkan institusi khusus, seperti rumah sakit, yang sering kali menghadirkan tantangan di luar perencanaan awal. Ia mendorong mahasiswa untuk menyusun strategi penelitian yang fleksibel dan adaptif, misalnya dengan menjalankan beberapa tahapan secara paralel. Pendekatan ini dinilai dapat membantu mahasiswa tetap bergerak maju tanpa kehilangan arah penelitian. Nida juga menekankan pentingnya diskusi mengenai target jurnal publikasi sejak awal bersama Promotor.

Di kedua sesi, Ketua Program Studi Doktor Ilmu Psikologi UGM secara konsisten menyampaikan bahwa studi doktoral merupakan proses pembelajaran yang dijalani secara bertahap dan bukan tentang kesempurnaan, melainkan tentang proses yang dijalani secara baik dengan pendampingan dan evaluasi yang berkelanjutan. Tantangan, termasuk dalam hal manajemen waktu, dipandang sebagai bagian dari proses yang dapat dikelola melalui langkah-langkah yang praktis dan terencana.

Melalui kegiatan ini, Program Studi berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh umpan balik akademik, tetapi juga mendapatkan kejelasan arah, penguatan motivasi, serta strategi yang lebih adaptif dalam menuntaskan studi doktoral secara bermakna dan bertanggung jawab.

 

Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati

Ujian Tertutup Program Studi Doktor Psikologi UGM: Nevi Kurnia Arianti Bahas Dukungan Psikososial Berbasis Komunitas bagi Relawan Bencana

Rilis Selasa, 18 November 2025

Yogyakarta – Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi UGM kembali menyelenggarakan Ujian Tertutup bagi salah satu mahasiswanya dari Angkatan 2021, yakni Nevi Kurnia Arianti, S.Psi., M.Si. Ujian ini dilaksanakan pada Senin, 17 November 2025, berlangsung secara hybrid—luring di Ruang 505, Gedung D lantai 5 Fakultas Psikologi UGM, serta daring melalui Zoom Meeting.

Dalam kesempatan tersebut, Nevi mempresentasikan disertasinya yang berjudul: “Profil dan Strategi Dukungan Psikososial Berbasis Komunitas pada Relawan Daerah Rawan Bermacam Tipe Bencana di Yogyakarta.” 

Penelitian ini mengkaji bagaimana relawan yang bertugas di wilayah rawan multibencana dapat memperoleh dukungan psikososial yang tepat, berkelanjutan, serta kontekstual berbasis komunitas. Mengambil lokasi di Provinsi Yogyakarta yang dikenal sebagai wilayah dengan risiko bencana tinggi, disertasi ini menyoroti dinamika stres, ketahanan psikologis, hingga bentuk-bentuk dukungan komunitas yang efektif untuk para relawan.

Tim Penguji Lintas Keilmuan dan Lembaga

Ujian Tertutup ini dipimpin oleh Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Psikologi UGM. Tim Promotor terdiri dari Prof. Drs. Koentjoro, MBSc., Ph.D., Psikolog sebagai Promotor dan Prof. Dr. Muhammad Baiquni, M.A. sebagai Ko-promotor

Adapun tim penguji lainnya meliputi: Diana Setiyawati, MHSc., Ph.D., Psikolog (Fakultas Psikologi UGM), Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D. (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), dan Dicky Chresthover Pelupessy, Ph.D. (Fakultas Psikologi Universitas Indonesia)

Kehadiran para penguji dari berbagai disiplin, mulai dari psikologi, kebencanaan, hingga kebijakan publik, menjadikan proses ujian ini sangat kaya perspektif dan memperkuat kedalaman analisis penelitian yang dilakukan Nevi.

Diskusi Akademik yang Kuat dan Relevan

Dalam ujian yang berlangsung selama dua setengah jam, Nevi memaparkan bagaimana relawan multibencana membutuhkan dukungan psikososial yang tidak hanya bersifat individual, namun juga berbasis komunitas—mengutamakan koneksi sosial, sistem pendampingan, hingga pemberdayaan kelompok.

Para penguji memberikan berbagai catatan kritis dan konstruktif, terutama terkait:

  • model dukungan psikososial yang berkelanjutan,
  • integrasi dengan kebijakan penanggulangan bencana daerah,
  • serta bagaimana temuan penelitian dapat berkontribusi pada peningkatan kapasitas relawan di lapangan.

Atmosfer diskusi berjalan hangat, mendalam, dan penuh apresiasi atas penelitian Nevi yang dinilai relevan dan sangat kontributif terhadap penguatan sistem respon bencana di Indonesia.

Penelitian dengan Dampak Sosial Tinggi

Melalui disertasinya, Nevi menegaskan bahwa relawan merupakan aktor penting dalam penanggulangan bencana, namun sering kali dihadapkan pada tekanan psikologis dan risiko kelelahan emosional. Penelitian ini menawarkan pendekatan berbasis komunitas sebagai salah satu strategi utama untuk memastikan kesejahteraan psikologis dan keberlanjutan peran relawan.

Program Studi Doktor Ilmu Psikologi UGM Laksanakan Visitasi Audit Mutu Internal 2025

Rilis Senin, 17 November 2025

Yogyakarta – Pada Jumat, 14 November 2025, Program Studi Doktor Ilmu Psikologi, Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, melaksanakan Visitasi Audit Mutu Internal (AMI) untuk tahun pemeriksaan 2025 dengan periode pemantauan tahun 2024. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Prodi dalam menjaga, meningkatkan, dan memastikan mutu layanan akademik sesuai standar penjaminan mutu internal UGM.

Kolaborasi Auditor Eksternal dan Internal Fakultas

Visitasi AMI tahun ini menghadirkan dua auditor eksternal universitas, yaitu: Prof. Ir. Diah Tri Widayati, M.P., Ph.D., IPU. (Fakultas Peternakan UGM) dan Dr. Slamet Widiyanto, S.Si., M.Sc. (Fakultas Biologi UGM). Dari Fakultas Psikologi UGM, kegiatan ini juga dihadiri oleh Pradytia Putri Pertiwi, S.Psi., Ph.D. – Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Kerja Sama, Edilburga Wulan Saptandari, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog – Ketua Program Studi Doktor Ilmu Psikologi, Haidar Buldan Thontowi, S.Psi., M.A., Ph.D. – Ketua Jaminan Mutu Fakultas, serta tenaga kependidikan dan asisten Program Studi Doktor Ilmu Psikologi UGM. Keterlibatan berbagai pihak ini menegaskan bahwa kegiatan AMI merupakan proses evaluasi yang dilakukan secara terbuka, partisipatif, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.

Meninjau Komitmen Prodi dalam Peningkatan Mutu Akademik

Dalam visitasi ini, auditor meninjau komitmen Program Studi Doktor Ilmu Psikologi UGM dalam menindaklanjuti rekomendasi AMI tahun sebelumnya. Fokus utama pembahasan adalah progres perubahan struktur kurikulum program doktor yang telah berjalan intensif sepanjang tahun 2025.

Adapun tindak lanjut terkait perubahan struktur kurikulum  yang dipaparkan kepada auditor, meliputi:

  1. Pembentukan Tim Evaluasi Kurikulum melalui SK Dekan Fakultas Psikologi UGM.
  2. Dokumentasi progres perubahan kurikulum dalam rentang Januari–Juli 2025 melalui logbook rapat dan koordinasi.
  3. Penyusunan Progress Report Evaluasi Kurikulum Program Doktor 2020, selesai pada Agustus 2025.
  4. Pelaksanaan rangkaian Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan mahasiswa, alumni, Ko-Promotor, dan Promotor untuk memperkaya perspektif kebutuhan kurikulum masa depan.

Rangkaian agenda tersebut mendapatkan apresiasi dari auditor sebagai bentuk keseriusan Prodi dalam membangun kurikulum yang relevan, adaptif, dan selaras dengan dinamika perkembangan ilmu psikologi global.

Catatan Penting: Masa Studi Mahasiswa Doktor

Dalam sesi diskusi lanjutan, auditor menyoroti salah satu isu strategis, yaitu rata-rata masa studi mahasiswa program doktor yang masih berada di atas standar ideal UGM (4 tahun). Auditor memberikan serangkaian rekomendasi dan berbagai pengalaman terkait hal itu yang sudah diterapkan di Fakultas asal auditor. Masukan ini direspons positif oleh pihak Prodi sebagai langkah penting dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan program doktoral.

Komitmen Berkelanjutan Menuju Standar Mutu Unggul

Visitasi AMI tahun 2025 menjadi momen reflektif bagi Program Studi Doktor Ilmu Psikologi UGM dalam menguatkan tata kelola akademik sekaligus membangun sistem pembelajaran yang lebih efektif, akuntabel, dan berorientasi pada pencapaian mutu unggul.

Prodi berkomitmen untuk terus menindaklanjuti saran auditor serta mendorong inovasi dalam tata kelola kurikulum, pembimbingan, dan layanan akademik demi mendukung lahirnya lulusan doktor yang berkualitas dan berdampak bagi masyarakat.

Lewat Photovoice, Mahasiswa Doktor UGM Ungkap Suara Remaja Korban Kekerasan Seksual di Forum ARUPS Filipina

Rilis Rabu, 8 Oktober 2025

Salah satu mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Universitas Gadjah Mada, Lucia Peppy Novianti, menjadi delegasi Indonesia dalam 8th ASEAN Regional Union of Psychological Societies (ARUPS) Congress yang diselenggarakan di Cebu, Filipina, pada 24–27 September 2025.

Peppy menjadi satu-satunya perwakilan dari Program Studi Doktor Ilmu Psikologi UGM yang mendapat dukungan pendanaan dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) untuk mengikuti forum ilmiah ini.

Kongres ARUPS 2025 diselenggarakan bersamaan dengan 61st Psychological Association of the Philippines (PAP) Annual Convention, yang mengangkat tema besar tentang peran psikologi dalam menjawab tantangan sosial di kawasan Asia Tenggara.

Eksplorasi Makna Luka dan Pemulihan Korban Kekerasan Seksual Remaja

Dalam kesempatan tersebut, Peppy mempresentasikan hasil risetnya yang berjudul “Understanding the pain of being dumped and blamed: Uncover the experience of adolescent sexual abusive victim through photovoice.”

Penelitian ini menggunakan metode photovoice untuk menggali pengalaman emosional korban kekerasan seksual pada remaja—sebuah pendekatan yang memberikan ruang bagi korban untuk mengekspresikan pengalaman dan pemulihannya melalui media visual.

Melalui paparannya, Peppy menekankan pentingnya pendekatan empatik dan partisipatif dalam memahami dinamika psikologis korban, sekaligus mendorong adanya ruang aman bagi remaja untuk bersuara dan memulihkan diri.

 

Kontribusi untuk Psikologi Regional

Keterlibatan Peppy dalam ARUPS 2025 tidak hanya menjadi ajang untuk mempresentasikan hasil riset, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi akademik Indonesia di tingkat kawasan ASEAN. Partisipasi mahasiswa doktor UGM di ajang ini menjadi bukti nyata bahwa penelitian psikologi tidak hanya berperan dalam ranah akademik, tetapi juga memiliki dampak luas dalam memahami dan menanggulangi isu sosial yang kompleks, terutama dalam konteks kesejahteraan psikologis remaja.

 

Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati

1234
Universitas Gadjah Mada

Program Studi Doktor Ilmu Psikologi
Fakultas Psikologi
Universitas Gadjah Mada

Jl. Sosio Humaniora Bulaksumur
Yogyakarta 55281 Indonesia
doktor.psikologi[at]ugm.ac.id
Doktor Ilmu Psikologi UGM
doktorpsikologiugm
+62 822 2720 5719
+62 (274) 550435
+62 (274) 550435

Profil

  • Sekilas Pandang
  • Pengelola
  • Promotor & Ko-Promotor
  • Unit Pendukung Penelitian

Akademik

  • Panduan Akademik
  • Kurikulum 2014
  • Kurikulum 2020
  • Simaster
  • Sistem Informasi Terintegrasi

Fasilitas

  • PERPUSTAKAAN
  • PENJAMINAN MUTU
  • AKSES JURNAL DAN EBOOK
  • LAYANAN TEKNOLOGI INFORMASI

Kemahasiswaan & Alumni

  • Prestasi Mahasiswa
  • Promovendus Club
  • Profil Mahasiswa

© 2021 Universitas Gadjah Mada