• Tentang UGM
  • Akademik
  • Penelitian
  • Perpustakaan
  • Pusat IT
  • Webmail
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada
  • PROFIL
    • SEKILAS PANDANG
    • PENGELOLA
    • PROMOTOR & KO-PROMOTOR
    • UNIT PENDUKUNG PENELITIAN
    • Prosedur Operasional Standar
  • AKADEMIK
    • PANDUAN AKADEMIK
    • Academic Guide
    • Panduan Penulisan Disertasi
    • KURIKULUM
      • KURIKULUM 2014
      • KURIKULUM 2020
    • SIMASTER
    • SISTEM INFORMASI TERINTEGRASI
    • LEAFLET
  • FASILITAS
    • PERPUSTAKAAN
    • PENJAMINAN MUTU
    • AKSES JURNAL DAN EBOOK
    • LAYANAN TEKNOLOGI INFORMASI
  • KEMAHASISWAAN & ALUMNI
    • PRESTASI MAHASISWA
    • PROMOVENDUS CLUB
    • PROFIL MAHASISWA
    • PROFIL ALUMNI
  • PENDAFTARAN
    • PROSEDUR
    • SYARAT
    • SELEKSI
    • JADWAL SELEKSI
    • DAFTAR
    • Program Fast-Track S2-S3
  • Home
  • Rilis

Karakter Kuat, Siswa Bertumbuh: Ujian Tertutup Wresti Wrediningsih Bahas Model Flourishing Siswa Sekolah Dasar

  • Rilis
  • 13 Juli 2026, 14.50
  • Oleh : admin

Pendidikan yang berkualitas tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan sekolah dalam membantu anak bertumbuh menjadi individu yang sejahtera, berkarakter, dan berkembang secara optimal. Gagasan tersebut menjadi fokus penelitian yang diangkat oleh Wresti Wrediningsih, S.Psi., M.Psi., Psikolog dalam Ujian Tertutup Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada yang diselenggarakan pada Jumat, 10 Juli 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Wresti mempertahankan disertasinya yang berjudul “Model Flourishing Siswa Sekolah Dasar Berbasis Kekuatan Karakter.” Penelitian ini mengembangkan sekaligus menguji model flourishing siswa sekolah dasar dengan mengintegrasikan berbagai faktor yang berperan dalam perkembangan anak, mulai dari iklim sekolah, pengasuhan berbasis kekuatan (strength-based parenting), pembelajaran yang berpusat pada siswa (learner-centered teaching), hingga kekuatan karakter sebagai mekanisme psikologis utama.

Ujian Tertutup dipimpin oleh Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Psikologi UGM. Disertasi ini disusun di bawah bimbingan Prof. Dr. Sofia Retnowati, MS., Psikolog sebagai Promotor dan Haidar Buldan Thontowi, S.Psi., M.A., Ph.D., sebagai Ko-promotor.

Adapun Tim Penguji terdiri atas Dr. Yuli Fajar Susetyo, S.Psi., M.Si., Psikolog, Dr. Nurlaila Effendy, M.Si. dari Program Studi Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, serta Ratna Dyah Suryaratri, Ph.D. dari Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Jakarta.

Penelitian ini menggunakan pendekatan multi-methods yang diawali dengan scoping review untuk memetakan konsep dan faktor-faktor yang memengaruhi flourishing pada anak usia sekolah. Selanjutnya, penelitian empiris dilakukan terhadap 230 siswa sekolah dasar di Yogyakarta menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) untuk menguji hubungan antarvariabel.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuhan berbasis kekuatan menjadi prediktor paling kuat dalam mendukung flourishing siswa, diikuti oleh iklim sekolah yang positif. Penelitian ini juga menemukan bahwa kekuatan karakter berperan sebagai mekanisme psikologis yang menjembatani pengaruh lingkungan terhadap kesejahteraan dan perkembangan optimal anak.

Dalam presentasinya, Wresti menegaskan bahwa flourishing pada anak tidak terbentuk oleh satu faktor saja, melainkan merupakan hasil interaksi antara lingkungan yang mendukung dan kekuatan yang dimiliki setiap anak.

“Flourishing siswa tidak hanya dibangun oleh lingkungan sekolah yang positif, tetapi juga oleh pengasuhan yang berfokus pada kekuatan anak. Ketika keduanya berjalan beriringan, kekuatan karakter dapat berkembang dan menjadi fondasi bagi kesejahteraan anak”, ungkapnya.

Diskusi selama ujian berlangsung dinamis dengan berbagai masukan dari tim penguji mengenai pengembangan model, implikasi praktis bagi dunia pendidikan, serta peluang implementasi hasil penelitian dalam penyusunan kebijakan sekolah yang lebih berorientasi pada kesejahteraan peserta didik.

Melalui disertasi ini, Wresti memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian psikologi pendidikan positif di Indonesia. Temuan penelitian ini diharapkan menjadi landasan bagi sekolah, guru, orang tua, maupun pemangku kebijakan dalam menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya mendukung prestasi akademik, tetapi juga membantu setiap anak mengenali kekuatan dirinya, membangun karakter positif, dan bertumbuh secara optimal.

Tags: doktor ilmu psikolgi fakultas psikologi ugm SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDGs

Related Posts

Ujian Tertutup Radhiatul Fitri Bahas Dampak Trauma Masa Kanak-Kanak terhadap Pengasuhan dan Perkembangan Emosi Anak

Rilis Jumat, 19 Juni 2026

Pengalaman masa kanak-kanak tidak hanya membentuk individu pada masa tersebut, tetapi juga dapat memengaruhi cara seseorang menjalani peran sebagai orang tua di kemudian hari. Topik inilah yang menjadi fokus penelitian Radhiatul Fitri, S.Psi., M.Psi., Psikolog dalam Ujian Tertutup Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada yang diselenggarakan pada Kamis, 18 Juni 2026.

Dalam ujian tersebut, Radhiatul mempresentasikan dan mempertahankan disertasinya yang berjudul “Trauma Masa Kanak-Kanak dan Pengasuhan Ibu: Peran Reflective Functioning Spesifik Trauma (RF-T) pada Pemrosesan Neural Emosi Anak dan Persepsi Kompetensi Pengasuhan.”

Ujian Tertutup dipimpin oleh Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D., selaku Ketua Tim Penguji. Disertasi ini disusun di bawah bimbingan Supra Wimbarti, M.Sc., Ph.D., Psikolog sebagai Promotor dan Dr. Nita Handayani, S.Si., M.Si. sebagai Ko-promotor.

Sementara itu, Tim Penguji terdiri atas Dra. Sri Kusrohmaniah, M.Si., Ph.D., Psikolog, Sutarimah Ampuni, S.Psi., M.Si., M.Psych., Ph.D., Psikolog, Dr. dr. Ahmad Asmedi, Sp.S(K)., M.Kes. dari Fakultas Kedokteran UGM, serta Galang Lufityanto, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog dari Wenzhou-Kean University, China.

Melalui penelitian ini, Radhiatul mengkaji keterkaitan antara pengalaman trauma masa kanak-kanak yang dialami ibu dengan proses pengasuhan yang dijalankan pada masa dewasa. Secara khusus, penelitian ini menyoroti peran Reflective Functioning Spesific Trauma (RF-T), yaitu kemampuan individu untuk memahami, merefleksikan, dan memberi makna terhadap pengalaman traumatis yang pernah dialaminya.

Kajian ini menjadi menarik karena tidak hanya melihat dampak trauma pada tingkat psikologis orang tua, tetapi juga menelusuri bagaimana pengalaman tersebut dapat berkaitan dengan pemrosesan emosi anak pada tingkat neural serta persepsi ibu terhadap kompetensinya dalam mengasuh.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman traumatis yang tidak diproses secara adaptif berpotensi memengaruhi kualitas pengasuhan. Sebaliknya, kemampuan reflektif terhadap pengalaman trauma dapat menjadi faktor penting yang membantu individu memahami pengalaman masa lalunya secara lebih sehat dan mendukung relasi pengasuhan yang lebih positif.

Diskusi selama ujian berlangsung secara dinamis dengan berbagai masukan dari tim penguji yang berasal dari bidang psikologi perkembangan, psikologi klinis, hingga ilmu saraf. Perspektif multidisiplin tersebut memperkaya pembahasan mengenai hubungan antara trauma, pengasuhan, dan perkembangan emosi anak.

Melalui disertasi ini, Radhiatul memberikan kontribusi pada pengembangan kajian psikologi perkembangan dan keluarga, khususnya dalam memahami mekanisme psikologis yang menjembatani pengalaman trauma orang tua dengan proses pengasuhan pada generasi berikutnya. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pengembangan intervensi dan program pendampingan keluarga yang lebih sensitif terhadap pengalaman trauma, sehingga mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

 

Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati

Sartana Bahas Konstruksi Identitas Nasional Generasi Milenial dalam Ujian Tertutup Doktor Psikologi UGM

Rilis Kamis, 11 Juni 2026

Di tengah derasnya arus globalisasi, perkembangan teknologi digital, dan perubahan sosial yang semakin dinamis, pertanyaan mengenai bagaimana generasi muda memaknai identitas kebangsaannya menjadi semakin relevan. Isu tersebut menjadi fokus penelitian yang diangkat oleh Sartana, M.A. dalam Ujian Tertutup Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada yang diselenggarakan pada Selasa, 9 Juni 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Sartana mempertahankan disertasinya yang berjudul “Konstruksi Identitas Nasional Generasi Milenial di Indonesia.” Penelitian ini berupaya memahami bagaimana generasi milenial membangun, memaknai, dan menegosiasikan identitas nasional mereka dalam konteks kehidupan sosial yang terus berubah.

Ujian Tertutup dipimpin oleh Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D., selaku Ketua Tim Penguji. Disertasi ini disusun di bawah bimbingan Prof. Dr. Avin Fadilla Helmi, M.Si., sebagai Promotor dan Edilburga Wulan Saptandari, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog sebagai Ko-promotor.

Sementara itu, Tim Penguji terdiri atas Prof. Drs. Subandi, M.A., Ph.D., Psikolog, Dr. Arum Febriani, S.Psi., M.A., serta Dr. Siti Rohmah Nurhayati, M.Si., dari Fakultas Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta.

Melalui penelitiannya, Sartana mengkaji identitas nasional sebagai konstruksi psikologis yang tidak hanya melibatkan aspek kognitif berupa pandangan dan pemahaman mengenai bangsa, tetapi juga aspek afektif yang berkaitan dengan perasaan dan keterikatan emosional terhadap identitas kebangsaan.

Salah satu diskusi menarik dalam ujian berlangsung ketika Dr. Arum Febriani mengajukan pertanyaan mengenai hubungan antara dimensi afektif dan dimensi kognitif dalam identitas nasional. Menanggapi hal tersebut, Sartana menjelaskan bahwa kedua dimensi tersebut tidak dapat dipisahkan secara tegas.

“Kedua dimensi ini tidak terpisah. Dalam beberapa kondisi, misalnya ketika seseorang mengalami emosi yang ambivalen, aspek kognitif dan emosional bekerja secara bersamaan dalam membentuk identitas nasional,” jelas Sartana.

Diskusi berikutnya menyoroti tujuan penelitian yang juga berupaya mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pemahaman individu terhadap identitas nasional. Sartana menjelaskan bahwa faktor-faktor tersebut lebih tepat dipahami sebagai pemicu atau kondisi yang mendorong muncul dan berkembangnya identitas nasional pada individu. Menanggapi hal tersebut, Dr. Arum memberikan masukan agar istilah yang digunakan dalam penelitian dapat disesuaikan sehingga lebih merepresentasikan peran faktor tersebut sebagai pemicu terbentuknya identitas nasional.

Melalui penelitian ini, Sartana menawarkan perspektif bahwa identitas nasional bukanlah konsep yang statis, melainkan terus dibangun melalui interaksi antara pengalaman personal, emosi, nilai-nilai sosial, serta konteks kebangsaan yang dihadapi individu sepanjang hidupnya.

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian psikologi sosial dan psikologi kebangsaan di Indonesia, sekaligus memperkaya pemahaman mengenai bagaimana generasi milenial memaknai identitas nasional di tengah berbagai perubahan sosial yang terjadi pada era kontemporer.

 

Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati

Ujian Tertutup Arumi Savitri Fatimaningrum Bahas Penggunaan Smartphone Ibu dalam Konteks Pengasuhan Anak Prasekolah

Rilis Selasa, 9 Juni 2026

Penggunaan smartphone telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam kehidupan keluarga dan pengasuhan anak. Di tengah meningkatnya intensitas penggunaan teknologi digital, muncul pertanyaan mengenai bagaimana keterlibatan psikologis seseorang terhadap smartphone dapat memengaruhi perannya sebagai pengasuh utama anak.

Isu tersebut menjadi fokus penelitian yang dipresentasikan oleh Arumi Savitri Fatimaningrum, S.Psi., M.A. dalam Ujian Tertutup Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada yang dilaksanakan pada Senin, 8 Juni 2026. Dalam kesempatan tersebut, Arumi mempertahankan disertasinya yang berjudul “Model Absorpsi Kognitif Penggunaan Smartphone pada Ibu dalam Konteks Pengasuhan Anak Usia Prasekolah.”

Ujian Tertutup dipimpin oleh Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D.. selaku Ketua Tim Penguji. Disertasi ini disusun di bawah bimbingan Prof. Dr. Tina Afiatin, M.Si., Psikolog sebagai Promotor dan Dr. Arum Febriani, S.Psi., M.A., sebagai Ko-Promotor.

Sementara itu, Tim Penguji terdiri atas Edilburga Wulan Saptandari, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog; Sutarimah Ampuni, S.Psi., M.Si., M.Psych., Ph.D., Psikolog; serta Dr. Rita Eka Izzaty, S.Psi., M.Si., Psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta.

Melalui penelitian ini, Arumi berupaya memahami bagaimana proses cognitive absorption atau keterlibatan psikologis yang mendalam terhadap penggunaan smartphone terjadi pada ibu yang memiliki anak usia prasekolah. Penelitian tersebut juga mengkaji berbagai faktor yang berkontribusi terhadap munculnya kondisi tersebut dalam konteks pengasuhan sehari-hari.

Salah satu diskusi menarik selama ujian muncul ketika Rita Eka Izzaty mempertanyakan alasan pemilihan ibu sebagai subjek utama penelitian. Menanggapi hal tersebut, Arumi menjelaskan bahwa dalam konteks budaya Indonesia, ibu masih menjadi figur yang paling dominan dalam praktik pengasuhan anak.

“Berdasarkan studi pendahuluan yang kami lakukan, para ibu sendiri memandang bahwa mereka memiliki porsi pengasuhan yang lebih besar dibandingkan anggota keluarga lainnya. Temuan tersebut juga sejalan dengan karakteristik pengasuhan yang masih banyak ditemukan dalam konteks Indonesia,” jelas Arumi.

Diskusi lain yang tidak kalah menarik muncul ketika Edilburga Wulan Saptandari menyoroti kemungkinan faktor-faktor yang dapat mengurangi kecenderungan ibu mengalami absorpsi kognitif saat menggunakan smartphone. Menjawab pertanyaan tersebut, Arumi mengemukakan bahwa salah satu faktor penting yang berperan adalah kondisi stres pengasuhan (parenting stress).

Menurutnya, stres pengasuhan menjadi mekanisme psikologis yang penting untuk dipahami dalam hubungan antara ibu dan perilaku penggunaan smartphone. Selain itu, kemampuan regulasi diri juga menjadi salah satu faktor yang dapat membantu ibu mengelola keterlibatan mereka terhadap perangkat digital di tengah tuntutan pengasuhan.

Temuan ini memberikan kontribusi baru dalam memahami dinamika penggunaan teknologi digital di lingkungan keluarga. Penelitian Arumi menunjukkan bahwa perilaku penggunaan smartphone tidak hanya dipengaruhi oleh faktor teknologi semata, tetapi juga berkaitan erat dengan kondisi psikologis yang dialami individu dalam menjalankan peran pengasuhan.

Melalui penelitian ini, diharapkan muncul pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya mendukung kesejahteraan psikologis orang tua, khususnya ibu, sebagai bagian dari upaya menciptakan pengasuhan yang lebih optimal di era digital. Hasil penelitian ini juga berpotensi menjadi dasar bagi pengembangan program edukasi maupun intervensi yang membantu keluarga mengelola penggunaan teknologi secara lebih sehat dan seimbang.

 

Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati

Ujian Tertutup Muhammad Dwirifqi Kharisma Putra Bahas Literasi Statistika Mahasiswa Psikologi di Indonesia

Rilis Selasa, 5 Mei 2026

Literasi statistika dinilai menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki mahasiswa psikologi, khususnya dalam menghadapi perkembangan riset dan pengambilan keputusan berbasis data di dunia akademik maupun profesional. Namun demikian, pembelajaran statistika di lingkungan pendidikan tinggi masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kecemasan mahasiswa terhadap angka hingga perbedaan standar kemampuan antarperguruan tinggi.

Hal tersebut menjadi fokus penelitian disertasi Muhammad Dwirifqi Kharisma Putra, S.Psi., M.Si., dalam Ujian Tertutup Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi UGM yang diselenggarakan pada Senin, 4 Mei 2026. Dalam ujian tersebut, Dwirifqi mempresentasikan disertasinya yang berjudul “Pengembangan Instrumen dan Standard Setting Literasi Statistika untuk Mahasiswa Psikologi Jenjang Sarjana: Studi Berbasis Rasch Model.”

Ujian Tertutup dipimpin oleh Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D., selaku Ketua Tim Penguji. Disertasi ini disusun di bawah bimbingan Prof. Dr. Faturochman, M.A., sebagai Promotor dan Bahrul Hayat, M.A., Ph.D. dari Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai Ko-promotor.

Sementara itu, Tim Penguji terdiri dari Prof. Dr. Avin Fadilla Helmi, M.Si., Prof. Dr. Saifuddin Azwar, M.A. dari Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung, serta Prof. Dr. Wardani Rahayu, M.Si. dari Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta.

Dalam penelitiannya, Dwirifqi mengembangkan instrumen pengukuran literasi statistika mahasiswa psikologi dengan pendekatan Rasch Model. Pendekatan ini memungkinkan pengukuran kemampuan mahasiswa dilakukan secara lebih objektif dan terstandar, sekaligus membantu memetakan tingkat kompetensi statistika mahasiswa secara lebih akurat.

Melalui sesi diskusi dan tanya jawab selama ujian berlangsung, muncul berbagai refleksi mengenai pentingnya penguatan pembelajaran statistika dalam kurikulum psikologi di Indonesia. Para penguji menyoroti bahwa kemampuan memahami statistika tidak lagi sekadar keterampilan teknis, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membaca hasil penelitian, menyusun analisis ilmiah, hingga menghasilkan praktik psikologi berbasis evidensi.

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi akademik bagi pengembangan evaluasi pembelajaran statistika di perguruan tinggi, sekaligus menjadi rujukan dalam penyusunan standar kompetensi statistika mahasiswa psikologi jenjang sarjana di Indonesia.

Selain memberikan kontribusi pada pengembangan ilmu psikometri dan evaluasi pendidikan, penelitian ini juga membuka ruang diskusi yang lebih luas mengenai bagaimana pembelajaran statistika dapat dirancang secara lebih relevan, aplikatif, dan mendukung kebutuhan akademik mahasiswa psikologi di era berbasis data.

Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati

Universitas Gadjah Mada

Program Studi Doktor Ilmu Psikologi
Fakultas Psikologi
Universitas Gadjah Mada

Jl. Sosio Humaniora Bulaksumur
Yogyakarta 55281 Indonesia
doktor.psikologi[at]ugm.ac.id
Doktor Ilmu Psikologi UGM
doktorpsikologiugm
+62 822 2720 5719
+62 (274) 550435
+62 (274) 550435

Profil

  • Sekilas Pandang
  • Pengelola
  • Promotor & Ko-Promotor
  • Unit Pendukung Penelitian

Akademik

  • Panduan Akademik
  • Kurikulum 2014
  • Kurikulum 2020
  • Simaster
  • Sistem Informasi Terintegrasi

Fasilitas

  • PERPUSTAKAAN
  • PENJAMINAN MUTU
  • AKSES JURNAL DAN EBOOK
  • LAYANAN TEKNOLOGI INFORMASI

Kemahasiswaan & Alumni

  • Prestasi Mahasiswa
  • Promovendus Club
  • Profil Mahasiswa

© 2021 Universitas Gadjah Mada