Yogyakarta, 31 Agustus 2026 — Bagaimana perilaku merokok pada remaja terbentuk ketika rokok bukan sekadar pilihan personal, tetapi hadir begitu dekat dengan keluarga, lingkungan sosial, hingga identitas sebuah kota? Pertanyaan tersebut menjadi salah satu pintu masuk penelitian disertasi Anita A’isah, S.Psi., M.Psi., Psikolog, mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Psikologi, Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM).
Anita mengangkat disertasi berjudul “Perilaku Merokok Remaja Perspektif Psikologi dan Ekologi: Penelitian Etnografi di Kudus ‘Kota Kretek’.” Penelitian tersebut dipresentasikan dalam Ujian Tertutup Disertasi Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi UGM pada Jumat (28/8).
Melalui penelitian tersebut, Anita mengkaji perilaku merokok remaja dengan menggunakan perspektif psikologi dan ekologi. Pendekatan ini menempatkan perilaku merokok tidak semata-mata sebagai keputusan individual, tetapi sebagai perilaku yang terbentuk melalui interaksi individu dengan berbagai lingkungan di sekitarnya.
Melihat Perilaku Merokok dari Perspektif Ekologi
Kudus dipilih sebagai konteks penelitian karena dikenal sebagai “Kota Kretek”, dengan industri rokok yang memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Kondisi tersebut menghadirkan konteks yang khas dalam memahami bagaimana remaja berinteraksi dengan rokok dan bagaimana lingkungan turut membentuk pandangan terhadap perilaku merokok.
Penelitian Anita menunjukkan bahwa lingkungan dapat memiliki peran yang kompleks. Keluarga, misalnya, dapat menjadi faktor protektif melalui dukungan dan pengawasan, tetapi dalam kondisi tertentu juga dapat menjadi faktor risiko ketika perilaku merokok dipandang sebagai sesuatu yang wajar.
“Industri rokok itu jadi modal membentuk permisif merokok dan keluarga bisa jadi faktor protektif dan risiko,” ujar Anita dalam refleksinya pada ujian disertasi.
Perspektif tersebut memperlihatkan bahwa faktor lingkungan tidak selalu memberikan pengaruh dalam satu arah. Peran lingkungan sangat bergantung pada relasi, pengalaman, serta kondisi sosial tempat remaja tumbuh dan berkembang.
Dari Keluarga hingga Kebijakan
Pendekatan ekologis dalam penelitian ini juga memperluas pemahaman mengenai upaya penanggulangan perilaku merokok remaja. Intervensi tidak cukup diarahkan pada individu, tetapi perlu mempertimbangkan keluarga, lingkungan sosial, komunitas, hingga kebijakan yang berlaku.
Dalam konteks Kudus, upaya tersebut menghadapi tantangan tersendiri karena industri rokok memiliki posisi yang kuat dalam kehidupan masyarakat. Anita menyoroti kondisi tersebut dalam pembahasannya mengenai program penanggulangan rokok di daerah.
“Di Kota Kretek atau Kudus, per Oktober 2024 itu ada program SEHAT dan penanggulangan rokok disisipkan dalam tujuan untuk penanggulangan narkotika. Tidak langsung rokok karena sponsor di Kudus itu banyak dari industri rokok,” jelasnya.
Temuan tersebut menunjukkan pentingnya mempertimbangkan konteks lokal dalam merancang intervensi kesehatan masyarakat. Penanggulangan perilaku merokok berlangsung dalam lingkungan yang memiliki nilai, kepentingan, relasi sosial, dan karakteristik budaya tersendiri.
Pendekatan Etnografi Hadirkan Realitas Kehidupan Remaja
Melalui pendekatan etnografi, Anita berupaya memahami perilaku merokok dari kedekatannya dengan kehidupan sehari-hari remaja dan lingkungan sosial tempat mereka tumbuh. Pendekatan tersebut memungkinkan perilaku merokok dilihat tidak hanya melalui faktor risiko secara terpisah, tetapi juga melalui pengalaman, interaksi, dan konteks sosial-budaya yang menyertainya.
Dengan perspektif tersebut, penelitian Anita menawarkan pemahaman bahwa pertanyaan mengenai mengapa remaja merokok tidak dapat dilepaskan dari pertanyaan mengenai lingkungan tempat mereka tumbuh. Relasi dengan keluarga, teman sebaya, komunitas, nilai sosial, hingga respons lingkungan terhadap rokok menjadi bagian dari ekosistem yang perlu diperhatikan.
Ujian Tertutup Menjadi Ruang Pengujian Akademik

Ujian Tertutup menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan akademik Anita sebagai mahasiswa doktoral. Dalam forum tersebut, disertasi dipresentasikan dan didiskusikan secara mendalam bersama para penguji dari berbagai bidang keilmuan.
Ujian disertasi Anita melibatkan Prof. Drs. Subandi, M.A., Ph.D., Psikolog, sebagai promotor; Dr. Yuli Fajar Susetyo, S.Psi., M.Si., Psikolog, sebagai ko-promotor; serta Dr. Wenty Marina Minza, M.A., sebagai ketua penguji.
Adapun penguji lainnya adalah Elga Andriana, S.Psi, M.Ed, Ph.D; Dr. Dra. Retna Siwi Padmawati, M.A., dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM; serta Dr. Erik Aditia Ismaya, S.Pd., M.A., dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muria Kudus.
Keterlibatan penguji dari berbagai latar belakang turut memperkaya pembahasan mengenai perilaku merokok remaja, terutama ketika persoalan tersebut ditempatkan pada persilangan psikologi, kesehatan masyarakat, pendidikan, serta konteks sosial-budaya.
Melalui disertasinya, Anita A’isah memperlihatkan pentingnya memahami perilaku merokok remaja secara lebih menyeluruh. Perspektif psikologi dan ekologi membuka ruang untuk melihat bahwa perilaku kesehatan remaja tidak berdiri sendiri, melainkan terbentuk melalui interaksi antara individu dan lingkungan yang terus berkembang di sekitarnya.
Kajian tersebut sekaligus menegaskan pentingnya pendekatan kontekstual dalam merancang strategi pencegahan dan penanggulangan perilaku merokok pada remaja, khususnya di wilayah dengan karakter sosial dan ekonomi yang memiliki keterkaitan erat dengan industri rokok.







