Perkawinan bagi Generasi Y semakin dipandang sebagai pengalaman personal yang berkaitan dengan kebutuhan, harapan, dan kebahagiaan individu. Perspektif tersebut mendorong pentingnya memahami kepuasan perkawinan melalui proses psikologis yang berlangsung dalam relasi pasangan.
Hal tersebut menjadi fokus penelitian Endah Puspita Sari, S.Psi., M.Si., mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), dalam Ujian Tertutup pada Senin (28/9). Endah mempertahankan disertasinya berjudul “Model Kepuasan Perkawinan pada Generasi Y”.
Penelitian tersebut mengembangkan model yang menjelaskan hubungan kebersyukuran, religiositas, dan empati dengan kepuasan perkawinan. Dalam model tersebut, pemaafan ditempatkan sebagai proses psikologis yang menjelaskan hubungan antarvariabel.
“Kepuasan perkawinan tidak hanya berbicara tentang bagaimana perkawinan terlihat dari luar, tetapi bagaimana individu mengevaluasi pengalaman perkawinannya berdasarkan kebutuhan, harapan, dan keinginannya,” jelas Endah.
Penelitian melibatkan 343 suami atau istri dari Generasi Y. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemaafan berpengaruh langsung dan signifikan terhadap kepuasan perkawinan. Kebersyukuran juga berpengaruh langsung dan signifikan terhadap pemaafan, baik pada dimensi positif maupun negatif.
Selain itu, pemaafan pada kedua dimensinya berperan sebagai mediator dalam hubungan antara kebersyukuran dan kepuasan perkawinan. Sementara itu, empati ditemukan memiliki pengaruh langsung dengan arah negatif terhadap pemaafan pada dimensi negatif.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa kepuasan perkawinan tidak hanya berkaitan dengan ada atau tidaknya konflik dalam hubungan, tetapi juga dengan cara individu merespons berbagai pengalaman dalam perkawinan. Pemaafan menjadi salah satu proses psikologis yang berperan dalam membentuk evaluasi individu terhadap kehidupan perkawinannya.
Hasil penelitian ini juga memiliki implikasi bagi praktik psikologi, khususnya konseling dan terapi perkawinan. Model yang dikembangkan dapat menjadi salah satu acuan untuk memahami dinamika pasangan Generasi Y dengan mempertimbangkan sumber daya psikologis, seperti kebersyukuran, empati, dan pemaafan.
Ujian Tertutup tersebut diketuai Edilburga Wulan Saptandari, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog, selaku Kaprodi Doktor Ilmu Psikologi UGM. Penelitian Endah dibimbing Prof. Dr. Avin Fadilla Helmi, M.Si. sebagai promotor dan Dr. Arum Febriani, M.A. sebagai ko-promotor.
Adapun tim penguji terdiri atas Prof. Dr. Tina Afiatin, M.Si., Psikolog, Diana Setiyawati, S.Psi., MHSc., Ph.D., Psikolog, serta Dr. Hepi Wahyuningsih, S.Psi., M.Si. dari Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia.
Penelitian ini memberikan gambaran bahwa kepuasan perkawinan pada Generasi Y dapat dipahami melalui proses psikologis yang kompleks. Pemahaman tersebut diharapkan turut mendukung pengembangan kajian serta praktik psikologi perkawinan, khususnya dalam membantu pasangan menghadapi dinamika kehidupan berumah tangga.
Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati






