- dewimufidatulummah1984[at]mail.ugm.ac.id
- Angkatan 2022
“Bakujaga Torang Pe Ana” : Kesiapsiagaan Psikologis Anak Usia Dini Berbasis Tripusat Pendidikan dalam Menghadapi Erupsi Gunung Gamalama di Pulau Ternate
Anak usia dini merupakan kelompok yang paling rentan terhadap dampak psikologis bencana, namun pendekatan kesiapsiagaan yang berkembang masih didominasi aspek fisik dan prosedural serta belum mengintegrasikan peran Tripusat Pendidikan sebagai sistem pendukung psikologis anak. Selain itu, pendekatan yang ada belum banyak mengakomodasi karakteristik perkembangan anak usia dini dalam membangun kesiapsiagaan psikologis pada konteks erupsi gunung api secara sistemik.
Penelitian ini bertujuan membangun kesiapsiagaan psikologis anak usia dini dalam menghadapi erupsi Gunung Gamalama melalui penguatan peran Tripusat Pendidikan sebagai sistem pendukung yang terintegrasi. Penelitian menggunakan Mixed-Methods Action Research dengan sequential explanatory melalui tahapan reconnaissance and diagnosing, planning, action, evaluation, dan monitoring. Data dikumpulkan melalui kuesioner, Focus Group Discussion (FGD), Photo Elicitation Interview (PEI), dan observasi terhadap anak usia 4–6 tahun, orang tua, guru, dan masyarakat di wilayah rawan erupsi Gunung Gamalama.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapsiagaan psikologis anak berkembang melalui pengalaman konkret dan interaksi dengan orang dewasa signifikan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Pada tingkat Tripusat Pendidikan, kesiapsiagaan psikologis masih berada pada kategori moderat dan didominasi orientasi pada kesiapsiagaan fisik serta pemaknaan fatalistik terhadap bencana. Intervensi “Bakujaga Torang Pe Ana” melalui pelatihan partisipatif berbasis modul, media flashcard, simulasi, dan penguatan kolaborasi Tripusat Pendidikan berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman risiko, regulasi emosi, dan respons adaptif anak dalam menghadapi ancaman erupsi.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa kesiapsiagaan psikologis anak merupakan konstruksi relasional yang berkembang melalui interaksi ekologis antara anak dan lingkungan sosialnya. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menghasilkan model konseptual “Bakujaga Torang Pe Ana” yang memandang kesiapsiagaan psikologis anak usia dini sebagai konstruksi ekologis-relasional berbasis Tripusat Pendidikan. Model ini memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan psikologi kebencanaan anak serta menjadi landasan pengembangan pendidikan kebencanaan yang lebih kontekstual bagi AUD di wilayah rawan erupsi gunung api.
Keterbatasan penelitian pada satu konteks kebencanaan menunjukkan perlunya pengujian pada karakteristik bencana dan wilayah yang berbeda.
Kata kunci: action research; anak usia dini; erupsi gunung api; kesiapsiagaan psikologis; tripusat pendidikan
Prof. Drs. Koentjoro, MBSc., Ph.D.,Psikolog
Prof. Dr. rer. nat. Muh Aris Marfai, S.Si., M.Sc dan Pradytia Putri Pertiwi, S.Psi., Ph.D
Dewi Mufidatul Ummah merupakan salah satu staf dosen pengajar Universitas Khairun di Kota Ternate, Maluku Utara. Dewi menyelesaikan pendidikan Sarjana(S1) di Fakultas Psikologi UGM pada tahun 2007 dan berkarir menjadi praktisi di bidang pendidikan selama 1 tahun. Selanjutnya ia melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister Psikologi Profesi (MAPRO) pada tahun 2008 di Universitas yang sama yaitu Fakultas Psikologi UGM. Saat ini ia merupakan mahasiswa aktif Prodi Doktor Ilmu Psikologi UGM angkatan 2022 dengan fokus penelitian pada psikologi kebencanaan Anak Usia Dini.