• Tentang UGM
  • Akademik
  • Penelitian
  • Perpustakaan
  • Pusat IT
  • Webmail
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada
  • PROFIL
    • SEKILAS PANDANG
    • PENGELOLA
    • PROMOTOR & KO-PROMOTOR
    • UNIT PENDUKUNG PENELITIAN
    • Prosedur Operasional Standar
  • AKADEMIK
    • PANDUAN AKADEMIK
    • Academic Guide
    • Panduan Penulisan Disertasi
    • KURIKULUM
      • KURIKULUM 2014
      • KURIKULUM 2020
    • SIMASTER
    • SISTEM INFORMASI TERINTEGRASI
    • LEAFLET
  • FASILITAS
    • PERPUSTAKAAN
    • PENJAMINAN MUTU
    • AKSES JURNAL DAN EBOOK
    • LAYANAN TEKNOLOGI INFORMASI
  • KEMAHASISWAAN & ALUMNI
    • PRESTASI MAHASISWA
    • PROMOVENDUS CLUB
    • PROFIL MAHASISWA
    • PROFIL ALUMNI
  • PENDAFTARAN
    • PROSEDUR
    • SYARAT
    • SELEKSI
    • JADWAL SELEKSI
    • DAFTAR
    • Program Fast-Track S2-S3
  • Home
  • Rilis

Workshop Etika Penelitian

  • Rilis
  • 1 Maret 2021, 10.02
  • Oleh : doktor.psikologi

Program Doktor Ilmu Psikologi Fakultas PsikologiI UGM bekerja sama dengan unit-unit di Fakultas Psikologi UGM menyelenggarakan berbagai workshop dengan tema besar yakni Etika Penelitian. Narasumbernya pun memiliki pengalaman di bidangnya masing-masing. Ada tiga 3 topik yang dibawakan, yakni (1) Etika Penelitian dengan Partisipan Anak, (2) Research Ethics in Mental Health Fieldwork, dan (3) Etika Penelitian dengan Partisipan Manusia.

Workshop Etika Penelitian dengan Partisipan anak, diisi oleh Ibu T. Novi Poespita Candra, M.Si., Ph.D, dan Elga Andriana, M.Ed., Ph.D. Ibu Novi menjelaskan tentang “Tantangan Metodologis dan Etis Penelitian dengan Anak”. Beliau mengatakan bahwa dengan adanya etika maka dapat menghasilkan riset yang dapat bermanfaat dan tidak membahayakan bagi golongan tertentu, serta akan menghasilkan riset yang aman secara fisik dan psikologi. Ada beberapa hal yang menjadi perhatian ketika menjadikan anak sebagai partisipan penelitian, yakni (1) tidak boleh ada satu pun anak yang mengalami diskriminasi, (2) peneliti, organisasi peneliti, maupun pemerintah bertanggung jawab untuk melakukan yang terbaik dan memastikan anak-anak terlindung, (3) anak-anak memiki hak untuk dilindungi dari riset yang berbahaya dan mengeksploitasi, dan (4) peneliti memiliki tanggung jawab untuk memastikan semua anak memiliki akses untuk mendapatkan dukungan.

Berbeda dengan materi yang diberikan oleh Ibu Novi, Ibu Elga membawakan materi dengan topik “Penelitian Melibatkan Anak yang Etis dan Inklusif”. Ibu Elga menuturkan 4 hal yang menjadi prinsip pada etika penelitian yang melibatkan anak berkebutuhan khusus, yakni (1) respect, prinsip ini berkaitan dengan bagaimana menghargai anak-anak, mempercayai bahwa mereka mampu, dan merhargai pandangan mereka dengan serius, (2) trust, prinsip ini berkaitan dengan berapa waktu yang diperlukan untuk menimbulkan kepercayaan dengan anak-anak serta komunitasnya, (3) strength, prinsip ini berkaittan dengan apa yang menjadi fokus penelitian yakni kekuatan anak-anak, berusaha mencari hal-hal positif dari anak-anak yang terlibat penelitian, dan (4) inclusive diversity, prinsip ini berkaitan dengan kemampuan menyesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki oleh orang lain.

Setelah membahas etika penelitian dengan partisipan anak, selanjutnya materi terkait tema etika penelitian dibahas dalam bidang Kesehatan Mental. Materi ini dibawakan oleh para ahlinya: Diana Setiyawati, M.H.Sc.Psy., Ph.D., dan Dr. Erminia Colucci. Ibu Diana mengatakan bahwa etik dalam penelitian harus diutamakan. Hal ini dilakukan untuk melindungi seluruh partisipan dalam proses penelitan dan menghindarinya dari risiko-risiko yang dapat merugikan. Partisipan memiliki hak yang sama dengan orang lain. Pada penelitian yang dilakukan, hasil penelitian psikologi tersebut harus memiliki atau memberikan benefit yang lebih besar daripada dampak yang negatif.

Berbeda dengan materi yang dibawakan oleh Ibu Diana, Ibu Colucci memberikan pemahaman tentang bagaimana etik penelitian terbentuk dan bagaimana penerapannya sekarang. Ibu Colucci berbicara tentang “Ethic in Visual Psychology”. Ibu Colucci memperkenalkan metode baru dalam penelitian psikologi yakni visual psychology. Pada metode ini, image atau visual seperti gambar, video, lukisan, atau objek itu sendiri dapat digunakan dalam melakukan penelitian. Menurut Ibu Colucci, peneliti perlu mempertimbangkan sudut pandang partisipan penelitian, sangat penting juga untuk melibatkan masyarakat sekitar yang lebih paham tentang kondisi lapangan dalam melakukan penelitian. Karena seringkali etika penelitian hanya dilihat dari perspektif peneliti yang tidak ada di lapangan.

Selanjutnya, materi kode etik dibawakan dengan tema etika penelitian dengan partisipan manusia. Tema ini memiliki 3 topik yang dibawakan oleh para ahlinya, yakni Sri Kusrohmaniah, M.Si., Ph.D., Galang Lufityanto, M.Psi., Ph.D, dan Prof. R. A. Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D. Ibu Sri membawakan materi dengan topik topik “Etika Penelitian dengan Partisipan Manusia”. Ibu Sri mengatakan bahwa pada penelitian psikologi, banyak riset dilakukan dengan partisipan manusia, tetapi tidak menutup kemungkinan ada juga riset yang dilakukan dengan partisipan penelitiannya berupa hewan, khususnya riset yang mengangkat tema behavior dan cellular. Oleh karena itulah dibutuhkan etika penelitian yang diharapkan mampu untuk menjamin keamanan peserta penelitian, baik manusia ataupun hewan. Etika penelitian ini akan dipertimbangkan oleh Komite Etika.

Setelah ibu Sri membahas tentang pentingnya etika penelitian, Bapak Galang menjelaskan materi tentang etika penelitian pada riset neuropsikologi. Bapak Galang menjelaskan bahwa sebelum riset dilaksanakan, partisipan akan diberikan informed concent mengenai penelitian yang akan dilakukan. Pada informed consent tersebut hendaknya memuat tiga hal yakni informative, comprehension, dan volunteriness. Informed consent (IC) harus informative, artinya IC yang diberikan akan memuat informasi-informasi yang dibutuhkan partisipan, kemudian partisipan akan menilai apakah partisipasi dalam riset tersebut aman atau tidak. Informative juga akan berhubungan dengan voluntariness, partisipan yang nantinya akan berpartisipasi dalam penelitian adalah partisipan yang memang telah bersedia untuk bergabung setelah melihat informasi yang diberikan secara keseluruhan.

Selanjutnya, materi yang dibawakan oleh Ibu Yayi mengupas tentang “Etika Penelitian untuk Bidang Ilmu Sosial”. Ibu Yayi memaparkan beberapa hal yang menjadi prinsip umum etik yakni respect to persons, beneficence non–maleficent, dan justice. Sebelum pengembilan data, peneliti perlu mengajukan persetujuan kepada subjek penelitian. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah awal untuk melindungi calon partisipan dari hal-hal yang melanggar otonominya. Selain itu, penelitian yang dilakukan juga harus memilki manfaat, meminimalkan risiko, dan memperlakukan partisipan dengan adil.

Serangkaian worskhop yang diadakan tersebut merupakan bagian dari kurikulum Program Studi Doktor Ilmu Psikologi UGM dan juga sebagai implementasi dari program pembelajaran merdeka. Rangkaian workshop ini diharapkan dapat menyadarkan peneliti tentang komisi etik dan pentingnya etika penelitian yang ditinjau dari hak partisipan, baik dalam level individual maupun institusional.

Penulis: Riza Akhdisholikhah

Sumber Gambar: 1 2 3

Related Posts

Ika Wahyu Pratiwi

Angkatan 2025Mahasiswa Jumat, 17 Juli 2026

  • ikawahyupratiwi@mail.ugm.ac.id
  • Angkatan 2025
Disertasi
Abstrak
Promotor
Co-Promotor
Disertasi

Ketangguhan Mental pada Mahasiswa di Indonesia

Abstrak
Promotor

Dr. rer. pol. Bhina Patria, S.Psi., M.A.

Co-Promotor
Profil Singkat

Ika Wahyu Pratiwi adalah mahasiswa Program Doktor Psikologi angkatan 2025. Ia bekerja sebagai dosen sejak tahun 2015, saat ini bekerja sebagai dosen Prodi S1 Psikologi di Fakultas Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta. Minat penelitiannya pada bidang psikologi klinis dan pendidikan, khususnya pada mahasiswa.

Intan Dewi Kumala

Angkatan 2022Mahasiswa Jumat, 17 Juli 2026

  • intandewikumala[at]mail.ugm.ac.id
  • Angkatan 2022
Disertasi
Abstrak
Promotor
Co-Promotor
Disertasi

Dinamika Resiliensi Keluarga terhadap Bencana: Studi Kasus pada Keluarga di Ekosistem Tsunami Ready Community, Bantul-Indonesia

Abstrak

Keluarga merupakan sistem pertama yang merespons ketika bencana terjadi. Meskipun berbagai program pengurangan risiko bencana telah meningkatkan kesiapsiagaan komunitas, perhatian terhadap bagaimana keluarga membangun, memaknai, dan menjalankan resiliensi dalam kehidupan sehari-hari sebelum bencana terjadi, masih relatif terbatas. Padahal, keluarga merupakan ruang utama pengambilan keputusan, dukungan emosional, pembentukan makna, dan strategi adaptasi ketika menghadapi ancaman bencana.

Penelitian disertasi ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana keluarga yang tinggal di kawasan Tsunami Ready memaknai, membangun, dan menjalankan resiliensi pada fase pra-bencana. Penelitian dilakukan pada keluarga inti yang tinggal di kawasan pesisir selatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain multiple instrumental case study.

Melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis lintas kasus, penelitian ini mengkaji bagaimana pengalaman bencana masa lalu, relasi antaranggota keluarga, nilai-nilai budaya, serta konteks komunitas berkontribusi terhadap proses adaptasi keluarga dalam menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami. Temuan penelitian diinterpretasikan melalui perspektif Family Resilience (Walsh), Family Adjustment and Adaptation Response (FAAR) (Patterson), dan Family Resilience Model (Henry dkk.) untuk memahami resiliensi keluarga sebagai proses adaptif yang berlangsung secara dinamis dalam interaksi antara keluarga dan lingkungan sosialnya.

Disertasi ini menawarkan perspektif bahwa resiliensi keluarga tidak dipahami sebagai sekumpulan karakteristik atau kapasitas yang dimiliki keluarga, melainkan sebagai proses adaptif yang terus dibangun melalui hubungan antaranggota keluarga, pengalaman hidup, nilai budaya, serta interaksi dengan lingkungan sosialnya. Dengan menempatkan keluarga sebagai aktor utama dalam pengurangan risiko bencana, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pengembangan ilmu psikologi keluarga dan psikologi bencana, sekaligus memperkuat pengembangan kebijakan dan program kesiapsiagaan berbasis keluarga di Indonesia.

Kata Kunci: Family resilience; Family adaptation; Disaster psychology; Tsunami Ready Community; Disaster risk reduction.

Promotor

Diana Setiyawati, S.Psi., MHSc., Ph.D., Psikolog

Co-Promotor

Pradytia Putri Pertiwi, S.Psi., Ph.D

Profil Singkat

Intan Dewi Kumala merupakan dosen Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala serta Research Fellow pada Disaster Education Cluster, Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC). Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Psikologi di Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada dan meraih gelar Master of Applied Science dengan peminatan Psikologi Trauma dan Bencana dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Selain itu, ia memperoleh Graduate Certificate in Disaster Mental Health – Asia in Indonesia dari Disaster Mental Health Institute, University of South Dakota, melalui program yang didukung oleh American Red Cross bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI).

Selama lebih dari satu dekade, Intan aktif dalam praktik kebencanaan, pendidikan dan penelitian, khususnya pada bidang psikologi bencana, dukungan psikososial, ketangguhan keluarga dan komunitas, serta pengurangan risiko bencana. Sebagai penyintas tsunami Aceh 2004 yang kemudian terlibat dalam berbagai respons kemanusiaan dan program penguatan kapasitas masyarakat, pengalaman tersebut membentuk sekaligus memperkuat komitmennya untuk mengembangkan penelitian dan praktik psikologi kebencanaan yang berorientasi pada keluarga dan komunitas.

Saat ini Intan merupakan kandidat doktor pada Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Universitas Gadjah Mada. Penelitian disertasinya mengeksplorasi dinamika resiliensi keluarga pada komunitas Tsunami Ready di pesisir selatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui perspektif psikologi keluarga dan psikologi bencana, penelitiannya berupaya merekonseptualisasi resiliensi keluarga sebagai proses adaptif yang dibangun melalui relasi keluarga, pengalaman hidup, nilai budaya, dan interaksi dengan lingkungan sosial dalam konteks ancaman bencana.

Research Interests: Family Resilience, Disaster Psychology, Disaster Mental Health, Psychosocial Support, Community- and School-Based Disaster Risk Reduction, Climate Adaptation, Family and Community Studies, Qualitative Research.

Ifa Hanifah Misbach

Angkatan 2024Mahasiswa Jumat, 17 Juli 2026

  • ifahanifahmisbach[at]mail.ugm.ac.id
  • Angkatan 2024
Disertasi
Abstrak
Promotor
Co-Promotor
Disertasi

Kabagjaan: Konsep dan Dinamika Kesejahteraan Perspektif Budaya Sunda

Abstrak

Topik utama penelitian adalah membangun konsep kabagjaan dan menggambarkan bagaimana profil tipologi kabagjaan pada diri orang Sunda. Kabagjaan merupakan konsep kesejahteraan yang dibangun berdasarkan orientasi nilai-nilai kearifan lokal pandangan hidup orang Sunda mengenai makna hidup yang baik, berpijak dari hukum kosmologi Tri Tangtu. Topik penelitian kabagjaan diangkat karena sampai saat ini konstruksi mengenai kabagjaan masih belum ditemukan dalam penelitian ilmiah di bidang psikologi.

Hasil penelitian ini dapat memperkuat indigenisasi sumbangan ilmu Psikologi dari budaya Sunda untuk mengenali jati diri sumber pengetahuan bangsanya sendiri sehingga dapat merumuskan ilmu pengetahuan lokal ke dalam rujukan ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Bangsa yang tidak mengenali sumber pengetahuan dari akar budayanya sendiri akan kehilangan masa depan peradabannya karena terus terbawa arus mengikuti arus kemajuan Barat yang belum tentu relevan dalam menjawab persoalan dan kebutuhan konteks lokal.

Promotor

Prof. Drs. Subandi, M.A., Ph.D., Psikolog

Co-Promotor

Prof. Dr. Hendriati Agustiani, M.Si., Psikolog, & Dr. Yuli Fajar Susetyo, S.Psi., M.Si., Psikolog

Profil Singkat

Ifa Hanifah Misbach, S.Psi., M.A., Psikolog merupakan psikolog sekaligus akademisi yang aktif mengembangkan layanan psikologi di ranah klinis dan pendidikan. Saat ini, ia menjabat sebagai Kepala Poli Psikologi RS Melinda 2 Bandung serta dosen Program Studi Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Melalui pengalaman sebagai praktisi dan pendidik, Ifa Hanifah Misbach berkontribusi dalam pengembangan layanan kesehatan mental, pendidikan psikologi, serta peningkatan kompetensi calon psikolog dan profesional di bidang psikologi.

Katrim Alifa Putrikita

Angkatan 2025Mahasiswa Jumat, 17 Juli 2026

  • katrimalifaputrikita[at]mail.ugm.ac.id
  • Angkatan 2025
Disertasi
Abstrak
Promotor
Co-Promotor
Disertasi

Pengembangan Program Permainan Tradisional Berbasis Model Konseptual Disregulasi Emosi pada Anak Usia Middle Childhood: Studi Eksploratori Sequential Mixed-Methods

Abstrak
Promotor

Prof. Dr. Tina Afiatin, M.Si., Psikolog

Co-Promotor
Profil Singkat

Katrim Alifa Putrikita merupakan dosen Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) sekaligus Psikolog yang berfokus pada layanan psikologis pada anak. Minatnya meliputi psikologi klinis-perkembangan, psikopatologi, perkembangan emosi pada anak, dan intervensi pada anak. Saat ini, ia sedang menempuh studi doktoral di Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan fokus penelitian mengenai pengembangan permainan tradisional berbasis model konseptual disregulasi emosi pada anak.

Universitas Gadjah Mada

Program Studi Doktor Ilmu Psikologi
Fakultas Psikologi
Universitas Gadjah Mada

Jl. Sosio Humaniora Bulaksumur
Yogyakarta 55281 Indonesia
doktor.psikologi[at]ugm.ac.id
Doktor Ilmu Psikologi UGM
doktorpsikologiugm
+62 822 2720 5719
+62 (274) 550435
+62 (274) 550435

Profil

  • Sekilas Pandang
  • Pengelola
  • Promotor & Ko-Promotor
  • Unit Pendukung Penelitian

Akademik

  • Panduan Akademik
  • Kurikulum 2014
  • Kurikulum 2020
  • Simaster
  • Sistem Informasi Terintegrasi

Fasilitas

  • PERPUSTAKAAN
  • PENJAMINAN MUTU
  • AKSES JURNAL DAN EBOOK
  • LAYANAN TEKNOLOGI INFORMASI

Kemahasiswaan & Alumni

  • Prestasi Mahasiswa
  • Promovendus Club
  • Profil Mahasiswa

© 2021 Universitas Gadjah Mada