Tatik Mukhoyyaroh
Angkatan 2024Mahasiswa Senin, 22 Desember 2025
- tatikmukhoyyaroh@mail.ugm.ac.id
- Angkatan 2024
Romantic jealousy pada perempuan menikah budaya Madura
Pernikahan merupakan institusi sosial yang kompleks dan dinamis, terutama dalam masyarakat yang kental dengan nilai-nilai budaya dan tradisi. Fenomena romantic jealousy sangat berkaitan erat dengan dinamika konflik rumah tangga. Kecemburuan romantis yang tidak terkendali atau berlebihan seringkali menjadi penyebab konflik rumah tangga yang berkepanjangan. Konflik ini, jika tidak terselesaikan, dapat berujung pada perceraian. Namun, disisi yang lain romantic jealousy juga dapat memperkuat komitmen dalam hubungan pernikahan.
Romantic jealousy didefinisikan sebagai seperangkat pikiran, perasaan, dan tindakan yang kompleks yang mengikuti ancaman terhadap harga diri dan/ atau mengancam eksistensi atau kualitas hubungan. Ancaman-ancaman ini dihasilkan oleh persepsi daya tarik nyata atau potensial antara pasangan dan saingan (mungkin imajiner).
Dalam konteks budaya tertentu, manifestasi dan pengelolaan kecemburuan ini kerap dipengaruhi oleh nilai-nilai sosial, norma, dan kepercayaan yang berlaku. Perbedaan budaya mungkin juga ada dalam bagaimana romantic jealousy diprovokasi, seberapa sering romantic jealousy dirasakan, seberapa sah perasaan romantic jealousy dianggap (dan apakah lebih tepat untuk mendiskusikan romantic jealousy) dan perilaku apa yang dianggap tipikal dalam menanggapi romantic jealousy
Tatik Mukhoyyaroh, dosen pada Fakultas Psikologi dan Kesehatan, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Menyelesaikan studi Sarjana Psikologi di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dan Magister Sains Psikologi di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Saat ini, merupakan mahasiswa Program Doktor Ilmu Psikologi Universitas Gadjah Mada, angkatan 2024. Minat riset mencakup bidang psikologi keluarga, psikologi budaya, psikologi perkembangan, dan psikologi sosial.