- rinisetyowatispsi[at]mail.ugm.ac.id
- Angkatan 2024
Model Regulasi Emosi Pada Remaja Dengan Gejala Depresi: Peran Faktor Psikososial Melalui Fungsi Eksekutif
Masa remaja merupakan periode perkembangan yang ditandai oleh peningkatan intensitas pengalaman emosional, perubahan neurokognitif, serta tuntutan sosial yang semakin kompleks. Dalam konteks tersebut, kemampuan regulasi emosi menjadi mekanisme psikologis yang penting untuk membantu remaja mengelola dinamika afektif secara adaptif. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa remaja dengan gejala depresi cenderung memiliki kemampuan regulasi emosi yang kurang optimal, yang berkaitan dengan keterbatasan fungsi eksekutif serta pengaruh faktor psikososial di lingkungan. Penelitian disertasi ini bertujuan menguji model empiris yang menjelaskan peran fungsi eksekutif dalam memediasi hubungan antara faktor psikososial (self-compassion, coparenting, dan adverse peer experience) dan regulasi emosi pada remaja dengan gejala depresi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan multi method sequential yang terdiri dari dua studi. Studi 1 merupakan scoping review yang untuk memetakan konsep, hubungan teoretis, dan bukti empiris mengenai keterkaitan antara faktor psikososial (self-compassion, coparenting, dan adverse peer experience), fungsi eksekutif, dan regulasi emosi pada remaja dengan gejala depresi, melalui analisis literatur internasional dan nasional yang diterbitkan pada 1998–2026. Studi 1 akan menghasilkan sintesis konseptual sebagai dasar penyusunan model penelitian yang akan diuji pada studi 2. Studi 2 merupakan penelitian kuantitatif yang menguji model hubungan tersebut pada remaja usia 13–18 tahun dengan gejala depresi. Regulasi emosi diukur dengan DERS-16, gejala depresi pada remaja diidentifikasi menggunakan CES-D 10, manifestasi fungsi eksekutif diukur dengan ESQ-R, self-compassion dengan SCS-Y, coparenting dengan CIPA, dan adverse peer experience dengan subskala Aversive Peers dari HoSP.
Secara keseluruhan, hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar teoretis dan empiris bagi pengembangan upaya pencegahan dan intervensi depresi pada remaja melalui penguatan fungsi eksekutif, regulasi emosi, dan faktor psikososial terkait. Hasil penelitian ini juga diharapkan memberikan implikasi praktis bagi klinisi, pendidik, dan pengambil kebijakan dalam mendukung kesehatan mental remaja secara kontekstual.
Kata kunci : adverse peer experience; coparenting; depresi; fungsi eksekutif; regulasi emosi; remaja; self-compassion.
Rini Setyowati, S.Psi., M.Psi., Psikolog merupakan dosen Psikologi di Universitas Sebelas Maret (UNS) sekaligus psikolog di RS UNS dengan jabatan fungsional Lektor. Memiliki keahlian di bidang psikologi klinis, perkembangan, asesmen psikologi, serta regulasi emosi, aktif dalam kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Fokus penelitian dan publikasi mencakup kesehatan mental, regulasi emosi, psikologi anak dan remaja, serta kesejahteraan psikologis, yang telah dipublikasikan dalam berbagai jurnal ilmiah nasional. Selain itu, Rini juga aktif sebagai narasumber pada berbagai seminar, media massa, serta menghasilkan sejumlah buku dan modul terkait psikologi, khususnya dalam bidang regulasi emosi dan pendidikan anak-remaja.
