• Tentang UGM
  • Akademik
  • Penelitian
  • Perpustakaan
  • Pusat IT
  • Webmail
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada
  • PROFIL
    • SEKILAS PANDANG
    • PENGELOLA
    • PROMOTOR & KO-PROMOTOR
    • UNIT PENDUKUNG PENELITIAN
    • Prosedur Operasional Standar
  • AKADEMIK
    • PANDUAN AKADEMIK
    • Academic Guide
    • Panduan Penulisan Disertasi
    • KURIKULUM
      • KURIKULUM 2014
      • KURIKULUM 2020
    • SIMASTER
    • SISTEM INFORMASI TERINTEGRASI
    • LEAFLET
  • FASILITAS
    • PERPUSTAKAAN
    • PENJAMINAN MUTU
    • AKSES JURNAL DAN EBOOK
    • LAYANAN TEKNOLOGI INFORMASI
  • KEMAHASISWAAN & ALUMNI
    • PRESTASI MAHASISWA
    • PROMOVENDUS CLUB
    • PROFIL MAHASISWA
  • PENDAFTARAN
    • PROSEDUR
    • SYARAT
    • SELEKSI
    • JADWAL SELEKSI
    • DAFTAR
  • Home
  • SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh
  • SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh
Arsip:

SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh

Ujian Tertutup Fadillah: Inovasi Game-Based Assessment untuk Pengukuran Psikologis yang Lebih Objektif

Rilis Jumat, 9 Januari 2026

Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Ujian Tertutup bagi mahasiswa doktor atas nama Fadillah, S.Psi., M.Psi., Psikolog pada Jumat, 9 Januari 2026. Dalam ujian ini, Fadillah mempresentasikan disertasinya yang berjudul “Model Theory-Driven Pengembangan Game-Based Assessment dan Perumusan Evaluasi Properti Psikometrinya.”

Ujian Tertutup ini dipimpin oleh Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D serta dihadiri secara penuh oleh Tim Promotor dan Tim Penguji. Tim Promotor terdiri Rahmat Hidayat, M.Sc., Ph.D. (Promotor) dan Agung Santoso, M.A., Ph.D (Ko-promotor). Tim Penguji terdiri dari Prof. Dr. Avin Fadilla Helmi, M.Si., Dr. Ridwan Saptoto, S. Psi, M. A., Psikolog, Dr. Endah Sudarmilah, S.T., M.Eng. (Program Studi  Informatika, Universitas Muhammadiyah Surakarta), dan Dr. Prasetyo Budi Widodo, M.Si. (Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro). Kehadiran lintas keahlian—mulai dari psikologi, psikometri, hingga informatika—menunjukkan kuatnya pendekatan interdisipliner dalam penelitian yang diusung.

Menghadirkan Pendekatan Baru dalam Pengukuran Psikologis

Dalam pemaparannya, Fadillah menjelaskan bahwa disertasinya berangkat dari keterbatasan metode pengukuran psikologi berbasis self-report, yang kerap dipengaruhi bias sosial dan kesadaran partisipan terhadap tujuan pengukuran. Melalui pendekatan game-based assessment yang dikembangkan secara theory-driven, pengukuran perilaku dapat dilakukan secara lebih alami dan dinamis.

“Pengukuran behaviour-based itu bisa mendapatkan hasil yang variatif, berbeda dengan pengukuran self-report,” ungkap Fadillah dalam presentasinya.

Model yang dikembangkan tidak hanya berfokus pada aspek desain permainan, tetapi juga pada perumusan dan evaluasi properti psikometrik, sehingga tetap memenuhi standar ilmiah dalam asesmen psikologi.

Diskusi Kritis dan Apresiasi dari Tim Penguji

Sesi diskusi berlangsung aktif dan mendalam. Dr. Ridwan Saptoto, S.Psi., M.A., Psikolog, salah satu penguji, menyoroti potensi besar pendekatan ini dalam memahami pola keputusan partisipan.

“Pola decision tertentu dari gamers itu bisa ditarik seperti apa personality dari gamers,” jelasnya.

Sementara itu, Dr. Agung Santoso, M.A., Ph.D. selaku Ko-promotor sekaligus penguji menekankan nilai objektivitas dari pengukuran berbasis permainan.

“Pengukuran psikologi yang menggunakan game-based assessment seperti ini bisa jadi lebih objektif, karena partisipan tidak bisa menduga kalau merespons seperti apa akan menghasilkan kesimpulan apa,” ujarnya.

Kontribusi Ilmiah dan Relevansi Praktis

Disertasi ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan metode asesmen psikologis inovatif, khususnya dalam konteks digital dan teknologi. Pendekatan yang diusulkan membuka peluang penerapan yang lebih luas, baik dalam bidang pendidikan, organisasi, maupun riset psikologi eksperimental, dengan tetap menjaga ketepatan pengukuran secara ilmiah.

Pelaksanaan Ujian Tertutup berlangsung dengan lancar dan penuh diskusi konstruktif, mencerminkan kualitas akademik serta relevansi riset yang dikembangkan. Disertasi ini diharapkan dapat menjadi pijakan awal bagi pengembangan asesmen psikologi.

Ujian Tertutup Doktor Hartanto, M.A.: Mengurai Gim Kognitif dan Keputusan Moral

Rilis Rabu, 10 Desember 2025

Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi UGM menyelenggarakan Ujian Tertutup bagi Hartanto, M.A. (NIM 19/450338/SPS/00350) pada Selasa, 9 Desember 2025. Disertasi yang diujikan berjudul “Gim Cognitive Flexibility dan Inhibitory Control Memiliki Efek Berkebalikan Terhadap Kecepatan Keputusan Moral pada Laki-Laki dan Perempuan.”

Penelitian ini berangkat dari kerangka dual process model, yang menjelaskan bagaimana keputusan moral terbentuk dari dua sumber daya kognitif utama. Namun, belum banyak penelitian yang benar-benar menguji bagaimana masing-masing dimensi kognitif—khususnya cognitive flexibility dan inhibitory control—mempengaruhi kecepatan keputusan moral lintas jenis kelamin. Dengan pendekatan eksperimental berbasis gim, penelitian Hartanto menawarkan sudut pandang baru yang lebih minim bias dibandingkan asesmen kognitif tradisional.

Tim Penguji Lintas Keilmuan dan Lembaga

Ujian Tertutup ini dipimpin oleh Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D., selaku Dekan Fakultas Psikologi UGM. Tim Promotor terdiri dari Dr. rer. pol. Bhina Patria, S.Psi., M.A., sebagai Promotor dan Dra. Sri Kusrohmaniah, M.Si., Ph.D., Psikolog, Psikolog sebagai Ko-promotor.

Adapun tim penguji lainnya meliputi: Dr. Ridwan Saptoto, S.Psi., M.A., Psikolog (Fakultas Psikologi UGM), Supra Wimbarti, M.Sc., Ph.D., Psikolog (Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia – Komisi Ilmu Sosial Jakarta), Prof. Ir. Djoko Budiyanto S., M.Eng., Ph.D., (Fakultas Teknologi Industri, Universitas Atma Jaya), dan Dr. Wisnu Wiradhany, S.Psi., M.A., (Fakultas Psikologi UNIKA Indonesia Atma Jaya Jakarta).

Kehadiran para penguji dari berbagai disiplin dan lembaga—mulai dari psikologi, teknologi industri, hingga keilmuan sosial—menjadikan proses ujian ini kaya perspektif. Ragam latar belakang keilmuan ini memperkaya diskusi akademik serta memperkuat ketepatan analisis terhadap penelitian yang dilakukan Hartanto.

Intisari Penelitian: Ketika Gim Mengungkap Cara Kita Memutuskan Hal yang Benar

Melibatkan 61 partisipan mahasiswa, penelitian ini menggunakan desain 2×2×3 factorial mixed design, dengan tiga jenis gim yang mewakili tiga fungsi eksekutif: inhibitory control, cognitive flexibility, dan working memory.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun tidak ada perbedaan antara kelompok atau jenis kelamin secara umum, terdapat perbedaan signifikan pada kecepatan keputusan moral antar jenis gim. Beberapa temuan penting yang menarik adalah:

  • Ada interaksi antara jenis gim dan jenis kelamin:
    • Perempuan mengambil keputusan moral lebih cepat setelah memainkan gim inhibitory control dibandingkan cognitive flexibility.
    • Sebaliknya, laki-laki mengambil keputusan lebih cepat setelah memainkan gim cognitive flexibility dibandingkan inhibitory control.
  • Temuan ini menunjukkan bahwa masing-masing fungsi eksekutif berkontribusi berbeda terhadap proses pengambilan keputusan moral dan dapat menghasilkan pola yang saling berlawanan antar jenis kelamin.

Penelitian ini tidak hanya memperkaya pemahaman tentang dinamika keputusan moral, tetapi juga membuka diskusi baru tentang bagaimana fungsi eksekutif dapat dimanfaatkan dalam konteks moral dilemma dan pengembangan intervensi kognitif berbasis gim.

Kontribusi Ilmiah

Melalui pendekatan berbasis gim yang inovatif, disertasi ini menegaskan bahwa keputusan moral bukanlah proses yang tunggal, melainkan dipengaruhi oleh kombinasi unik dari berbagai fungsi eksekutif. Hasil penelitian Hartanto membuka peluang baru dalam studi psikologi kognitif, moral dilemma, serta penggunaan gim sebagai alat stimulasi dan asesmen.

 

Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati

Ujian Tertutup Disertasi Radhiya Bustan: Menghadirkan Perspektif Baru tentang Konseling Pernikahan dalam Psikologi Islam

Rilis Sabtu, 6 Desember 2025

Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada pada Jumat, 5 Desember 2025 kembali menyelenggarakan Ujian Tertutup Program Doktor melalui penelitian disertasi Radhiya Bustan, M.Soc.Sc., Psikolog (NIM 21/484874/SPS/373), yang mengangkat tema penting namun masih jarang dieksplorasi secara mendalam yakni: “Konseling Pernikahan dalam Perspektif Psikologi Islam”. Topik ini tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga menjawab kebutuhan nyata masyarakat Muslim terhadap pendekatan konseling yang selaras dengan nilai spiritual dan tujuan pernikahan dalam ajaran Islam.

Tim Penguji Lintas Keilmuan dan Lembaga

Ujian ini dipimpin oleh Sekretaris Senat Fakultas Psikologi UGM, Dr. Nida Ul Hasanat, M.Si., Psikolog sebagai ketua penguji. Tim Promotor terdiri dari Dr. Bagus Riyono, M.A., Psikolog (Promotor) dan Diana Setiyawati, S.Psi., MHSc., Ph.D., Psikolog (Ko-promotor). Ujian semakin kaya perspektif melalui kehadiran para penguji dari berbagai institusi dan bidang keahlian, yaitu Prof. Dr. Sofia Retnowati, MS., Psikolog, Dr. Rizqi Nur’aini A’yuninnisa, S.Psi., M.Sc., Prof. Dr. Zahrotun Nihayah, M.Si. (Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), serta Dr. Phil. Qurotul Uyun, S.Psi., M.Si., Psikolog (Fakultas Psikologi UII). Kehadiran para pakar lintas lembaga ini memperlihatkan komitmen kuat terhadap penilaian akademik yang objektif, mendalam, dan berperspektif multidisiplin.

Sorotan Disertasi: Integrasi Psikologi Islam dalam Konseling Pernikahan

Penelitian disertasi Radhiya Bustan menawarkan kontribusi penting bagi pengembangan ilmu psikologi terapan, khususnya dalam konteks keluarga Muslim. Ia mengidentifikasi adanya kesenjangan antara kebutuhan pasangan Muslim dengan metode konseling konvensional yang selama ini lebih menekankan aspek psikososial. Pendekatan psikologi Islam, sebaliknya, memandang manusia sebagai makhluk multidimensional mencakup aspek spiritual, moral, sosial, dan kehidupan akhirat.

Dengan menggunakan desain mixed method, penelitian ini menyajikan tiga studi komplementer yang membangun satu narasi besar.

Studi 1 — Memetakan Tren Riset

Melalui peninjauan 76 artikel konseling dan psikoterapi pernikahan dalam satu dekade terakhir, Radhiya menemukan bahwa pendekatan yang secara eksplisit merujuk pada perspektif Islam masih sangat minim. Ini sekaligus menegaskan adanya ruang akademik dan praktis yang perlu diisi.

Studi 2 — Menemukan Hakikat Pernikahan melalui Maqāṣid

Dengan menganalisis 90 ayat Al-Qur’an yang memuat akar kata terkait pernikahan, studi ini mengidentifikasi tujuh tujuan hakiki pernikahan: menyempurnakan iman, menciptakan ketenteraman, menjamin rezeki, menjaga nasab dan kemuliaan, membangun peradaban, serta mewujudkan kebahagiaan dunia–akhirat. Temuan ini menjadi fondasi filosofis konseling pernikahan perspektif Islam.

Studi 3 — Menguji Protokol Konseling pada Pasangan Nyata

Dalam penelitian kasus tunggal pada tiga pasangan, konseling berbasis perspektif Islam terbukti meningkatkan pemahaman pasangan tentang hakikat pernikahan secara signifikan, sekaligus mengurangi kegelisahan yang dialami selama proses intervensi. Menariknya, intervensi tidak hanya menjawab kebutuhan emosional–kognitif, tetapi juga menyentuh dimensi hati nurani (conscience) klien — sebuah wilayah yang kerap luput dalam konseling konvensional.

Kontribusi Penting untuk Praktik Konseling di Indonesia

Disertasi ini menempatkan diri sebagai salah satu upaya serius untuk mengembangkan model konseling pernikahan yang berakar pada nilai-nilai Islam, tanpa meninggalkan prinsip ilmiah psikologi. Pendekatan ini menawarkan alternatif bagi para praktisi, terutama konselor pernikahan, untuk menghadirkan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan kultural dan spiritual pasangan Muslim di Indonesia.

Penelitian Radhiya diharapkan tidak hanya memperkaya khazanah akademik, tetapi juga memberikan kontribusi langsung dalam praktik konseling — baik sebagai model preventif untuk membangun pondasi pernikahan yang sehat, maupun sebagai model kuratif bagi pasangan yang sedang menghadapi dinamika rumah tangga.

 

Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati

Program Studi Doktor Ilmu Psikologi UGM Laksanakan Visitasi Audit Mutu Internal 2025

Rilis Senin, 17 November 2025

Yogyakarta – Pada Jumat, 14 November 2025, Program Studi Doktor Ilmu Psikologi, Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, melaksanakan Visitasi Audit Mutu Internal (AMI) untuk tahun pemeriksaan 2025 dengan periode pemantauan tahun 2024. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Prodi dalam menjaga, meningkatkan, dan memastikan mutu layanan akademik sesuai standar penjaminan mutu internal UGM.

Kolaborasi Auditor Eksternal dan Internal Fakultas

Visitasi AMI tahun ini menghadirkan dua auditor eksternal universitas, yaitu: Prof. Ir. Diah Tri Widayati, M.P., Ph.D., IPU. (Fakultas Peternakan UGM) dan Dr. Slamet Widiyanto, S.Si., M.Sc. (Fakultas Biologi UGM). Dari Fakultas Psikologi UGM, kegiatan ini juga dihadiri oleh Pradytia Putri Pertiwi, S.Psi., Ph.D. – Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Kerja Sama, Edilburga Wulan Saptandari, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog – Ketua Program Studi Doktor Ilmu Psikologi, Haidar Buldan Thontowi, S.Psi., M.A., Ph.D. – Ketua Jaminan Mutu Fakultas, serta tenaga kependidikan dan asisten Program Studi Doktor Ilmu Psikologi UGM. Keterlibatan berbagai pihak ini menegaskan bahwa kegiatan AMI merupakan proses evaluasi yang dilakukan secara terbuka, partisipatif, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.

Meninjau Komitmen Prodi dalam Peningkatan Mutu Akademik

Dalam visitasi ini, auditor meninjau komitmen Program Studi Doktor Ilmu Psikologi UGM dalam menindaklanjuti rekomendasi AMI tahun sebelumnya. Fokus utama pembahasan adalah progres perubahan struktur kurikulum program doktor yang telah berjalan intensif sepanjang tahun 2025.

Adapun tindak lanjut terkait perubahan struktur kurikulum  yang dipaparkan kepada auditor, meliputi:

  1. Pembentukan Tim Evaluasi Kurikulum melalui SK Dekan Fakultas Psikologi UGM.
  2. Dokumentasi progres perubahan kurikulum dalam rentang Januari–Juli 2025 melalui logbook rapat dan koordinasi.
  3. Penyusunan Progress Report Evaluasi Kurikulum Program Doktor 2020, selesai pada Agustus 2025.
  4. Pelaksanaan rangkaian Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan mahasiswa, alumni, Ko-Promotor, dan Promotor untuk memperkaya perspektif kebutuhan kurikulum masa depan.

Rangkaian agenda tersebut mendapatkan apresiasi dari auditor sebagai bentuk keseriusan Prodi dalam membangun kurikulum yang relevan, adaptif, dan selaras dengan dinamika perkembangan ilmu psikologi global.

Catatan Penting: Masa Studi Mahasiswa Doktor

Dalam sesi diskusi lanjutan, auditor menyoroti salah satu isu strategis, yaitu rata-rata masa studi mahasiswa program doktor yang masih berada di atas standar ideal UGM (4 tahun). Auditor memberikan serangkaian rekomendasi dan berbagai pengalaman terkait hal itu yang sudah diterapkan di Fakultas asal auditor. Masukan ini direspons positif oleh pihak Prodi sebagai langkah penting dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan program doktoral.

Komitmen Berkelanjutan Menuju Standar Mutu Unggul

Visitasi AMI tahun 2025 menjadi momen reflektif bagi Program Studi Doktor Ilmu Psikologi UGM dalam menguatkan tata kelola akademik sekaligus membangun sistem pembelajaran yang lebih efektif, akuntabel, dan berorientasi pada pencapaian mutu unggul.

Prodi berkomitmen untuk terus menindaklanjuti saran auditor serta mendorong inovasi dalam tata kelola kurikulum, pembimbingan, dan layanan akademik demi mendukung lahirnya lulusan doktor yang berkualitas dan berdampak bagi masyarakat.

Evaluasi Mahasiswa Mengenai Mata Kuliah dan Dosen Program Studi Doktor Ilmu Psikologi UGM TA 2024/2025

Rilis Jumat, 3 Oktober 2025

Sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen pada kualitas akademik dan pengembangan keilmuan, Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) secara rutin melaksanakan evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran. Evaluasi ini melibatkan mahasiswa sebagai responden utama untuk memberikan umpan balik mengenai pengalaman belajar mereka dalam satu tahun akademik.

Kegiatan evaluasi ini menjadi bagian penting dari upaya Program Studi dalam menjaga mutu, meningkatkan kualitas interaksi akademik, serta memastikan bahwa setiap proses pembelajaran berlangsung sesuai dengan standar akademik UGM. Melalui evaluasi, mahasiswa memiliki ruang untuk menyampaikan apresiasi, kritik, maupun saran yang akan menjadi dasar perbaikan di masa mendatang.

Fokus Evaluasi

Evaluasi mahasiswa tahun akademik 2024/2025 menyoroti beberapa aspek utama, yaitu:

  1. Kesesuaian Materi dan Tujuan Pembelajaran
    Mahasiswa menilai bahwa materi kuliah yang disampaikan telah selaras dengan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Kesesuaian ini penting untuk memastikan bahwa capaian pembelajaran dapat diraih dengan baik serta mendukung pengembangan kompetensi akademik mahasiswa di tingkat doktoral.
  2. Kualitas Pengajaran dan Interaksi Dosen
    Aspek ini mendapat apresiasi positif dari mahasiswa. Mereka merasa dihargai, didukung, serta diberikan ruang untuk berdiskusi secara terbuka dengan para dosen. Kualitas interaksi, termasuk dalam bentuk umpan balik terhadap tugas dan presentasi, dinilai sangat membantu menciptakan suasana belajar yang kondusif, kolaboratif, dan mendorong pemikiran kritis.
  3. Efektivitas Media, Contoh, dan Referensi
    Penggunaan media pembelajaran yang beragam, penyajian contoh yang relevan, serta penyediaan referensi ilmiah yang memadai dianggap sangat bermanfaat bagi mahasiswa. Alat bantu ini tidak hanya memudahkan pemahaman, tetapi juga memperdalam wawasan mahasiswa dalam mengeksplorasi materi yang bersifat teoritis maupun aplikatif.
  4. Keilmuan
    Mahasiswa mengakui bahwa terdapat tantangan dalam memahami kompleksitas materi di tingkat doktor. Namun, tantangan tersebut dipandang sebagai bagian dari proses akademik yang memperkaya pengalaman belajar. Materi yang disampaikan sejalan dengan pengembangan keilmuan dan memberi kontribusi pada proses riset serta karya ilmiah mahasiswa.
  5. Kritik dan Saran
    Secara umum, komentar mahasiswa menunjukkan kepuasan dan apresiasi terhadap kualitas perkuliahan. Meski demikian, sejumlah masukan juga disampaikan, antara lain terkait kebutuhan metode pembelajaran yang lebih interaktif, praktis, dan kontekstual dengan perkembangan zaman. Selain itu, mahasiswa menekankan pentingnya pembaruan kurikulum secara berkelanjutan agar tetap relevan dengan dinamika ilmu psikologi global.

Makna dan Tindak Lanjut

Hasil evaluasi ini memberikan gambaran bahwa proses pembelajaran di Program Studi Doktor Ilmu Psikologi UGM telah berjalan dengan baik, sekaligus menyoroti beberapa area yang dapat ditingkatkan. Program Studi memandang setiap kritik dan saran sebagai masukan konstruktif untuk memperkuat strategi pembelajaran, memperluas metode interaktif, dan memperkaya pengalaman akademik mahasiswa.

Sebagai bagian dari tindak lanjut, Program Studi berkomitmen untuk:

  • Meningkatkan kualitas pengajaran dengan memperkuat inovasi metode pembelajaran.
  • Memperluas penggunaan media dan referensi yang relevan serta mutakhir.
  • Mengembangkan kurikulum agar selalu adaptif dengan perkembangan ilmu psikologi dan kebutuhan masyarakat.
  • Menciptakan lingkungan akademik yang semakin mendukung mahasiswa dalam menghadapi tantangan intelektual di jenjang doktoral.

Evaluasi mahasiswa bukan hanya sekadar mekanisme penilaian, tetapi juga menjadi sarana refleksi bersama antara mahasiswa dan dosen untuk menciptakan suasana akademik yang lebih baik. Dengan semangat kolaborasi dan keterbukaan terhadap masukan, Program Studi Doktor Ilmu Psikologi UGM terus berkomitmen untuk menjadi pusat pengembangan ilmu psikologi yang unggul, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat.

 

Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati

Ujian Tertutup Brigitta Erlita Tri Anggadewi: Menggali Makna Independent Living bagi Individu dengan Disabilitas Intelektual

Rilis Selasa, 2 September 2025

Pada Selasa, 2 September 2025, Program Studi Doktor Ilmu Psikologi UGM Kembali menggelar ujian tertutup ketiga dari mahasiswa angkatan 2021. Giliran Brigitta Erlita Tri Anggadewi, S.Psi., M.Psi., Psikolog, mempertahankan hasil riset disertasinya yang berjudul Konsep Independent Living Pada Orang Dengan Disabilitas Intelektual Dalam Konteks Indonesia. 

Tim pengujian terdiri dari Dr. Nida Ul Hasanat, M.Si., Psikolog, sebagai Promotor dan Restu Tri Handoyo, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog, sebagai Ko-promotor. Disertasi Erlita juga diuji oleh para pakar di bidangnya, yaitu: Elga Andriana, S.Psi, M.Ed, Ph.D., (Fakultas Psikologi UGM), Supra Wimbarti, M.Sc., Ph.D., Psikolog, (Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) Komisi Ilmu Sosial Jakarta), dan Prof. Dr. Mumpuniarti, M.Pd. (Pendidikan Luar Biasa, FIP dan Psikologi, UNY). Dr. Wenty Marina Minza, M.A., selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Psikologi UGM memimpin jalannya ujian.

Disertasi ini terdiri dari lima studi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari individu dengan disabilitas intelektual, orang tua, guru, psikolog (tumbuh kembang, SLB, rehabilitasi), dokter, hingga pembuat kebijakan. Dengan pendekatan ini, Erlita berusaha memotret makna independent living secara komprehensif dari berbagai sudut pandang.

Erlita memaparkan kemandirian bukan sekadar konsep individual, melainkan juga hasil dari interaksi, dukungan, dan pemahaman lingkungan sekitar. “Penting untuk mendengarkan bagaimana perspektif independent living dari orang-orang yang ada di sekitar individu dengan disabilitas intelektual,” ujarnya.

Erlita juga menegaskan komitmennya untuk menyebarluaskan hasil penelitiannya kepada berbagai pihak yang terlibat dalam proses riset. Ia berharap temuannya dapat membuka ruang diskusi baru mengenai bagaimana independent living dapat diwujudkan secara lebih inklusif dan kontekstual di Indonesia.

Penelitian ini diharapkan tidak hanya menjadi kontribusi bagi pengembangan ilmu psikologi, tetapi juga memberi dampak nyata dalam mendorong masyarakat yang lebih peduli, inklusif, dan mendukung kemandirian bagi individu dengan disabilitas intelektual.

Selamat kepada Brigitta Erlita Tri Anggadewi atas capaian penting ini. Semoga langkah berikutnya semakin membuka jalan bagi hadirnya psikologi yang berdampak luas bagi kehidupan.

 

Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati
Editor: Sussanti

Ujian Tertutup Sheilla Varadhila Peristianto: Menggali Konsep Rasa Rumangsa dalam Dinamika Merawat Skizofrenia

Rilis Selasa, 8 Juli 2025

Yogyakarta – Pada Senin, 7 Juli 2025, Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Ujian Tertutup bagi mahasiswanya yang ketiga dari Angkatan 2021, Sheilla Varadhila Peristianto, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Dalam ujian ini, Sheilla mempresentasikan disertasinya yang berjudul “Konsep Rasa Rumangsa dan Kaitannya dengan Beban Subjektif Keluarga yang Merawat Individu dengan Skizofrenia.”

Disertasi ini mengeksplorasi konsep lokal “rasa rumangsa”—sebuah kesadaran diri terhadap posisi dan tanggung jawab sosial dalam konteks budaya Jawa—dalam kaitannya dengan pengalaman psikologis keluarga yang merawat anggota dengan skizofrenia. Melalui studi ini, Sheilla menawarkan perspektif baru tentang bagaimana konsep budaya dapat memengaruhi beban subjektif, strategi adaptasi, dan relasi dalam perawatan jangka panjang di ranah keluarga.

Struktur Ujian dan Dukungan Akademik

Ujian Tertutup ini dipimpin oleh Rahmat Hidayat, Ph.D., selaku Dekan Fakultas Psikologi UGM. Keberhasilan Sheilla dalam menyelesaikan studi doktoralnya tidak lepas dari dukungan dan bimbingan Tim Promotor yang terdiri dari: Prof. Dr. Subandi., M.A, Ph.D., Psikolog sebagai Promotor dan Muhana Sofiati Utami, M.S., Ph.D., Psikolog sebagai Ko-promotor.

Selain itu, Tim Penguji yang turut serta dalam proses ujian ini meliputi: Prof. Kwartarini Wahyu Yuniarti, M.Med.Sc., Ph.D., Psikolog (Fakultas Psikologi UGM), Dr. Nida Ul Hasanat, M.Si., Psikolog (Fakultas Psikologi UGM), Dr. dr. Carla Raymondalexas Marchira, SpKJ (K) (FK-KMK, UGM), dan Dr. Nanik Prihartanti, M.Si. (Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Surakarta)

Konsep Lokal sebagai Wawasan Global

Dalam sesi diskusi, para penguji memberikan apresiasi atas kedalaman konseptual dan nilai lokal yang diangkat dalam penelitian ini. Salah satu penguji, Dr. Nanik Prihartanti, M.Si., menyampaikan bahwa:

“Konsep rasa rumangsa yang diangkat Sheilla cukup kompleks dan bisa menjadi alternatif dari coping mechanism dalam teori emosi Lazarus. Ini membuka ruang untuk memperluas pemahaman kita tentang bagaimana budaya berperan dalam proses perawatan gangguan jiwa di lingkungan keluarga.”

Penelitian Sheilla menjadi kontribusi penting dalam pengembangan pendekatan psikologi berbasis budaya yang kontekstual, sekaligus menawarkan alternatif baru dalam mendekati isu beban psikologis keluarga penyintas skizofrenia.

Menuju Tahap Akhir Studi Doktoral

Berdasarkan keputusan Tim Penguji, Sheilla dinyatakan berhak untuk melanjutkan ke tahap Ujian Terbuka. Hal ini diberikan karena Sheilla telah memenuhi berbagai persyaratan akademik, termasuk Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang memenuhi standar, masa studi yang tepat waktu, serta publikasi artikel ilmiah pada jurnal internasional terindeks Scopus. Prestasi ini menunjukkan dedikasi Sheilla dalam menjalani studi doktoralnya secara konsisten dan bermakna. Dengan keberhasilan Ujian Tertutup ini, Sheilla selangkah lebih dekat menuju penyelesaian studi doktoralnya. Disertasinya tidak hanya memperkuat posisi psikologi kultural dalam ranah kesehatan mental, tetapi juga menjadi pengingat penting bahwa pendekatan berbasis nilai dan budaya lokal memiliki tempat yang relevan dalam pengembangan ilmu psikologi kontemporer.

Selamat kepada Sheilla Varadhila Peristianto, S.Psi., M.Psi., Psikolog atas capaian luar biasa ini. Semoga hasil penelitiannya membawa dampak luas bagi keluarga, tenaga profesional, serta masyarakat dalam merawat dan memahami individu dengan skizofrenia melalui lensa budaya yang lebih empatik dan bermakna.

Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati

Raih Gelar Doktor, Haiyun Nisa Angkat Isu Psikologis Litigasi Perceraian Perempuan

Rilis Senin, 30 Juni 2025

Haiyun Nisa, S.Psi., M.Psi., Psikolog., sukses meraih gelar doktor pada ujian terbuka Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Universitas Gadjah Mada, Kamis (26/06). Penelitian yang berjudul “Tutur Batin Penggugat: Yurisprudensi Terapeutik dan Pemberdayaan Psikologis pada Perempuan Inisiator Penceraian” mengantarkan Haiyun menjadi doktor ke-6517 yang lulus dari UGM.

Ujian terbuka promosi doktor Haiyun Nisa dilaksanakan di Ruang A-203, Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada. Sidang ini dipimpin oleh Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D., dan menghadirkan para penguji dari kalangan akademisi terkemuka. Bertindak sebagai Promotor, Prof. Drs. Koentjoro, MBSc., Ph.D., Psikolog. Ko-promotor, Pradytia Putri Pertiwi, S.Psi., Ph.D. Hadir pula sebagai anggota panitia penilai: Prof. Dr. Tina Afiatin, M.Si., Psikolog, Diana Setiyawati, S.Psi., MHSc., Ph.D., Psikolog, serta anggota penilai eksternal, Prof. Dr. Nurul Hartini, S.Psi., M.Kes., Psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas Airlangga.

Haiyun menyoroti suara hati perempuan yang menggugat cerai karena konflik rumah tangga yang mereka alami, usaha bertahan, serta dampak emosional yang sulit mereka ceritakan ke orang lain. Ia menjelaskan bahwa proses perceraian bukan hanya melelahkan secara hukum, tetapi juga berat secara psikologis. Padahal, sebagian besar perkara perceraian di Indonesia justru diajukan oleh perempuan.

Untuk meneliti hal ini, Haiyun melibatkan para perempuan yang sedang atau pernah menggugat cerai. Penelitiannya dilakukan dalam empat tahap: menggali pengalaman mereka, membuat rencana intervensi, menjalankan program pendampingan, lalu menyusun rekomendasi kebijakan. Hasilnya menunjukkan bahwa proses hukum justru sering menimbulkan tekanan mental yang besar. Dari situ, ia mengembangkan modul pendampingan berjudul “Perempuan Tangguh” untuk membantu perempuan lebih kuat secara mental saat menjalani proses perceraian.

Penelitian ini menjadi terobosan karena menggabungkan pendekatan hukum dan psikologi yang selama ini jarang dikaji bersama. Selain membantu perempuan menghadapi proses hukum dengan lebih siap, hasil riset ini juga mendorong pentingnya layanan psikologis di pengadilan. Haiyun berharap ke depan, sistem hukum di Indonesia bisa lebih peduli pada sisi kemanusiaan dan kesehatan mental pihak yang berperkara, terutama perempuan.

“Penelitian ini bukan berarti menormalisasi perceraian, namun sebagai upaya untuk membuka ruang bagi sistem hukum agar lebih empatik dan memulihkan. Harapan saya pendekatan ini bisa mendorong perubahan pada paradigma praktik pengadilan supaya lebih responsif terhadap aspek psikologis para pihak, terutama perempuan,” ucap Haiyun dalam sambutan setelah resmi menyandang gelar doktor dengan masa studi 3 tahun, 9 bulan, 19 hari, IPK 3.92 (cumlaude). 

Penulis : Relung Fajar Sukmawati

 

Sumber: https://psikologi.ugm.ac.id/raih-gelar-doktor-haiyun-nisa-angkat-isu-psikologis-litigasi-perceraian-perempuan/

Lusi Nur Ardhiani Kupas NSSI dalam Ujian Tertutup Doktoralnya

Rilis Senin, 30 Juni 2025

Yogyakarta – Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan Ujian Tertutup untuk salah satu mahasiswanya dari Angkatan 2021, Lusi Nur Ardhiani, S.Psi., M.Psi., Psikolog, pada Kamis, 26 Juni 2025. Ujian yang digelar di pagi hari ini menjadi penanda bahwa Lusi adalah mahasiswa kedua dari angkatan tersebut yang berhasil mencapai tahap akhir dalam studi doktoralnya melalui Ujian Tertutup.

Disertasi yang diangkat oleh Lusi berjudul “Perilaku Menyakiti Tanpa Niat Bunuh Diri (Non-Suicidal Self-Injury) pada Mahasiswa: Pengukuran dan Uji Model Teoritis.” Penelitian ini mengangkat fenomena Non-Suicidal Self-Injury (NSSI) atau perilaku menyakiti diri tanpa intensi bunuh diri, yang kerap ditemukan di kalangan mahasiswa namun masih kerap disalahpahami baik secara awam maupun dalam tataran intervensi psikologis.

Menggali Pemahaman Baru tentang NSSI pada Mahasiswa

Dalam ujian, Lusi menjelaskan bahwa penelitian ini bertujuan untuk menyusun alat ukur yang valid serta menguji model teoritis NSSI pada mahasiswa, dengan mempertimbangkan berbagai faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi. “Faktor internal dan faktor risiko jadi hal yang dominan yang perlu untuk dieksplor dalam kasus perilaku menyakiti tanpa niat bunuh diri,” ungkapnya saat memaparkan hasil penelitiannya.

Disertasi ini menjadi penting karena menyoroti pentingnya pengukuran yang akurat dan pemahaman menyeluruh terhadap dinamika psikologis mahasiswa yang melakukan NSSI, agar intervensi yang dirancang tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga bersifat preventif dan kontekstual.

Struktur Tim Ujian Tertutup

Ujian ini dipimpin oleh Prof. Drs. Subandi, M.A., Ph.D., Psikolog., yang menjabat sebagai Ketua Senat Fakultas Psikologi UGM. Dalam penyusunan disertasinya, Lusi dibimbing oleh tim promotor yang terdiri dari: Prof. Dr. Sofia Retnowati, M.S., Psikolog (Promotor) dan Restu Tri Handoyo, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog (Ko-promotor). Sementara itu, Tim Penguji terdiri dari akademisi lintas institusi yang kompeten di bidangnya: Dr. Nida Ul Hasanat, M.Si., Psikolog (Fakultas Psikologi UGM), Dra. Muhana Sofiati Utami, M.S., Ph.D., Psikolog (Fakultas Psikologi UGM), Dr. Indria Laksmi Gamayanti, M.Si., (Prodi Ilmu Kesehatan Anak FKKMK UGM), dan Anastasia Ediati, M.Sc., Ph.D., Psikolog (Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro)

Promotor, Prof. Dr. Sofia Retnowati, dalam akhir sesi diskusi juga menyoroti pentingnya aspek relasional keluarga dalam penanganan kasus NSSI. “Pemaksimalan keberfungsian keluarga dalam penanganan kasus NSSI ini perlu dibahas dan dihubungkan,” tegasnya.

Apresiasi atas Kontribusi Ilmiah dan Relevansi Sosial

Penelitian ini dinilai menghadirkan kerangka konseptual dan instrumen yang sangat potensial untuk digunakan dalam praktik psikologi klinis dan pendidikan tinggi. Isu NSSI yang selama ini tersembunyi dalam ruang pribadi mahasiswa, melalui riset ini mendapatkan panggung akademik yang layak untuk dibahas secara terbuka dan ilmiah.

Selamat kepada Lusi Nur Ardhiani, S.Psi., M.Psi., Psikolog atas keberhasilan melewati Ujian Tertutup. Semoga hasil penelitiannya menjadi kontribusi nyata dalam pengembangan intervensi psikologis yang sensitif, tepat sasaran, dan kontekstual bagi mahasiswa di Indonesia.

 

Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati

 

Ujian Tertutup Tri Hayuning Tyas: Mengangkat Suara Sunyi Perawatasuh Utama Penyandang Gangguan Jiwa Terpasung

Rilis Kamis, 26 Juni 2025

Yogyakarta – Pada Rabu, 25 Juni 2025, Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menyelenggarakan Ujian Tertutup bagi salah satu mahasiswanya dari Angkatan 2018, yaitu Tri Hayuning Tyas, S.Psi., M.A., Psikolog. Dalam ujian ini, Tri mempertahankan disertasinya yang berjudul “Metafora Pengalaman Psikologis Perawatasuh Utama Keluarga Penyandang Gangguan Jiwa Terpasung.”

Disertasi ini menawarkan pandangan yang mendalam dan reflektif terhadap realitas psikologis para perawatasuh utama dalam keluarga yang memiliki anggota dengan gangguan jiwa terpasung. Dengan pendekatan eksploratif berbasis metafora, riset ini memberikan ruang bagi suara-suara yang selama ini jarang terdengar, yakni para anggota keluarga yang memikul beban emosional, sosial, dan fisik dalam merawat anggota keluarga yang mengalami keterasingan akibat kondisi mental dan pemasungan.

Struktur Tim Promotor & Penguji Ujian Tertutup

Penelitian ini mendapat dukungan penuh dari tim promotor yang terdiri dari akademisi: Promotor yaitu Prof. Subandi, M.A., Ph.D., Psikolog (Fakultas Psikologi UGM), Ko-promtor yaitu Prof. Byron J. Good, Ph.D. (Harvard Medical School) dan Prof. Dra. Kwartarini Wahyu Yuniarti, M.Med.Sc., Ph.D., Psikolog (Fakultas Psikologi UGM). Kolaborasi lintas institusi ini memperkuat pendekatan transdisipliner yang digunakan Tri dalam menggali makna pengalaman perawatan jiwa dalam konteks keluarga dan budaya Indonesia.

Pelaksanaan Ujian Tertutup diperkaya oleh kehadiran tim penguji yang terdiri dari: Dr. Nida Ul Hasanat, M.Si., Psikolog (Fakultas Psikologi UGM), Dra. Muhana Sofiati Utami, M.S., Ph.D., Psikolog (Fakultas Psikologi UGM), Dr. dr. Carla Raymondalexas Marchira, SpKJ (K) (FKKMK UGM), dan Dr. J. Seno Aditya Utama, M.Si. (Fakultas Psikologi UNIKA Atma Jaya)

Para penguji memberikan apresiasi tinggi atas kepekaan tema, kedalaman metodologis, dan pendekatan reflektif-kualitatif yang digunakan dalam penelitian. Disertasi ini dinilai memiliki potensi kontribusi besar terhadap pengembangan layanan kesehatan jiwa berbasis keluarga dan kebijakan publik yang lebih manusiawi dan kontekstual.

Suara Kemanusiaan dari Balik Pemasungan

Dengan menggali metafora sebagai bentuk ekspresi emosional, disertasi ini menyajikan pemahaman mendalam tentang bagaimana perawat utama memaknai dan menanggung peran mereka dalam konteks stigma, keterbatasan layanan, dan kompleksitas dinamika keluarga. Studi ini juga menantang narasi dominan yang memandang pemasungan hanya sebagai pelanggaran hak, dengan menyoroti realitas ketidakberdayaan sistemik yang sering kali dihadapi oleh keluarga.

Selamat kepada Tri Hayuning Tyas, S.Psi., M.A., Psikolog atas keberhasilan dalam menyelesaikan Ujian Tertutup. Semoga disertasi ini menjadi pijakan penting dalam membangun sistem dukungan yang lebih empatik dan inklusif bagi keluarga dan penyintas gangguan jiwa di Indonesia.

 

Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati

12
Universitas Gadjah Mada

Program Studi Doktor Ilmu Psikologi
Fakultas Psikologi
Universitas Gadjah Mada

Jl. Sosio Humaniora Bulaksumur
Yogyakarta 55281 Indonesia
doktor.psikologi[at]ugm.ac.id
Doktor Ilmu Psikologi UGM
doktorpsikologiugm
+62 822 2720 5719
+62 (274) 550435
+62 (274) 550435

Profil

  • Sekilas Pandang
  • Pengelola
  • Promotor & Ko-Promotor
  • Unit Pendukung Penelitian

Akademik

  • Panduan Akademik
  • Kurikulum 2014
  • Kurikulum 2020
  • Simaster
  • Sistem Informasi Terintegrasi

Fasilitas

  • PERPUSTAKAAN
  • PENJAMINAN MUTU
  • AKSES JURNAL DAN EBOOK
  • LAYANAN TEKNOLOGI INFORMASI

Kemahasiswaan & Alumni

  • Prestasi Mahasiswa
  • Promovendus Club
  • Profil Mahasiswa

© 2021 Universitas Gadjah Mada