• Tentang UGM
  • Akademik
  • Penelitian
  • Perpustakaan
  • Pusat IT
  • Webmail
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada
  • PROFIL
    • SEKILAS PANDANG
    • PENGELOLA
    • PROMOTOR & KO-PROMOTOR
    • UNIT PENDUKUNG PENELITIAN
    • Prosedur Operasional Standar
  • AKADEMIK
    • PANDUAN AKADEMIK
    • Academic Guide
    • Panduan Penulisan Disertasi
    • KURIKULUM
      • KURIKULUM 2014
      • KURIKULUM 2020
    • SIMASTER
    • SISTEM INFORMASI TERINTEGRASI
    • LEAFLET
  • FASILITAS
    • PERPUSTAKAAN
    • PENJAMINAN MUTU
    • AKSES JURNAL DAN EBOOK
    • LAYANAN TEKNOLOGI INFORMASI
  • KEMAHASISWAAN & ALUMNI
    • PRESTASI MAHASISWA
    • PROMOVENDUS CLUB
    • PROFIL MAHASISWA
    • PROFIL ALUMNI
  • PENDAFTARAN
    • PROSEDUR
    • SYARAT
    • SELEKSI
    • JADWAL SELEKSI
    • DAFTAR
    • Program Fast-Track S2-S3
  • Home
  • Rilis

Ujian Tertutup Sheilla Varadhila Peristianto: Menggali Konsep Rasa Rumangsa dalam Dinamika Merawat Skizofrenia

  • Rilis
  • 8 Juli 2025, 15.10
  • Oleh : admin

Yogyakarta – Pada Senin, 7 Juli 2025, Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Ujian Tertutup bagi mahasiswanya yang ketiga dari Angkatan 2021, Sheilla Varadhila Peristianto, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Dalam ujian ini, Sheilla mempresentasikan disertasinya yang berjudul “Konsep Rasa Rumangsa dan Kaitannya dengan Beban Subjektif Keluarga yang Merawat Individu dengan Skizofrenia.”

Disertasi ini mengeksplorasi konsep lokal “rasa rumangsa”—sebuah kesadaran diri terhadap posisi dan tanggung jawab sosial dalam konteks budaya Jawa—dalam kaitannya dengan pengalaman psikologis keluarga yang merawat anggota dengan skizofrenia. Melalui studi ini, Sheilla menawarkan perspektif baru tentang bagaimana konsep budaya dapat memengaruhi beban subjektif, strategi adaptasi, dan relasi dalam perawatan jangka panjang di ranah keluarga.

Struktur Ujian dan Dukungan Akademik

Ujian Tertutup ini dipimpin oleh Rahmat Hidayat, Ph.D., selaku Dekan Fakultas Psikologi UGM. Keberhasilan Sheilla dalam menyelesaikan studi doktoralnya tidak lepas dari dukungan dan bimbingan Tim Promotor yang terdiri dari: Prof. Dr. Subandi., M.A, Ph.D., Psikolog sebagai Promotor dan Muhana Sofiati Utami, M.S., Ph.D., Psikolog sebagai Ko-promotor.

Selain itu, Tim Penguji yang turut serta dalam proses ujian ini meliputi: Prof. Kwartarini Wahyu Yuniarti, M.Med.Sc., Ph.D., Psikolog (Fakultas Psikologi UGM), Dr. Nida Ul Hasanat, M.Si., Psikolog (Fakultas Psikologi UGM), Dr. dr. Carla Raymondalexas Marchira, SpKJ (K) (FK-KMK, UGM), dan Dr. Nanik Prihartanti, M.Si. (Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Surakarta)

Konsep Lokal sebagai Wawasan Global

Dalam sesi diskusi, para penguji memberikan apresiasi atas kedalaman konseptual dan nilai lokal yang diangkat dalam penelitian ini. Salah satu penguji, Dr. Nanik Prihartanti, M.Si., menyampaikan bahwa:

“Konsep rasa rumangsa yang diangkat Sheilla cukup kompleks dan bisa menjadi alternatif dari coping mechanism dalam teori emosi Lazarus. Ini membuka ruang untuk memperluas pemahaman kita tentang bagaimana budaya berperan dalam proses perawatan gangguan jiwa di lingkungan keluarga.”

Penelitian Sheilla menjadi kontribusi penting dalam pengembangan pendekatan psikologi berbasis budaya yang kontekstual, sekaligus menawarkan alternatif baru dalam mendekati isu beban psikologis keluarga penyintas skizofrenia.

Menuju Tahap Akhir Studi Doktoral

Berdasarkan keputusan Tim Penguji, Sheilla dinyatakan berhak untuk melanjutkan ke tahap Ujian Terbuka. Hal ini diberikan karena Sheilla telah memenuhi berbagai persyaratan akademik, termasuk Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang memenuhi standar, masa studi yang tepat waktu, serta publikasi artikel ilmiah pada jurnal internasional terindeks Scopus. Prestasi ini menunjukkan dedikasi Sheilla dalam menjalani studi doktoralnya secara konsisten dan bermakna. Dengan keberhasilan Ujian Tertutup ini, Sheilla selangkah lebih dekat menuju penyelesaian studi doktoralnya. Disertasinya tidak hanya memperkuat posisi psikologi kultural dalam ranah kesehatan mental, tetapi juga menjadi pengingat penting bahwa pendekatan berbasis nilai dan budaya lokal memiliki tempat yang relevan dalam pengembangan ilmu psikologi kontemporer.

Selamat kepada Sheilla Varadhila Peristianto, S.Psi., M.Psi., Psikolog atas capaian luar biasa ini. Semoga hasil penelitiannya membawa dampak luas bagi keluarga, tenaga profesional, serta masyarakat dalam merawat dan memahami individu dengan skizofrenia melalui lensa budaya yang lebih empatik dan bermakna.

Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati

Tags: doktor ilmu psikolgi fakultas psikologi ugm SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDGs ujian tertutup

Related Posts

Karakter Kuat, Siswa Bertumbuh: Ujian Tertutup Wresti Wrediningsih Bahas Model Flourishing Siswa Sekolah Dasar

Rilis Senin, 13 Juli 2026

Pendidikan yang berkualitas tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan sekolah dalam membantu anak bertumbuh menjadi individu yang sejahtera, berkarakter, dan berkembang secara optimal. Gagasan tersebut menjadi fokus penelitian yang diangkat oleh Wresti Wrediningsih, S.Psi., M.Psi., Psikolog dalam Ujian Tertutup Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada yang diselenggarakan pada Jumat, 10 Juli 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Wresti mempertahankan disertasinya yang berjudul “Model Flourishing Siswa Sekolah Dasar Berbasis Kekuatan Karakter.” Penelitian ini mengembangkan sekaligus menguji model flourishing siswa sekolah dasar dengan mengintegrasikan berbagai faktor yang berperan dalam perkembangan anak, mulai dari iklim sekolah, pengasuhan berbasis kekuatan (strength-based parenting), pembelajaran yang berpusat pada siswa (learner-centered teaching), hingga kekuatan karakter sebagai mekanisme psikologis utama.

Ujian Tertutup dipimpin oleh Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Psikologi UGM. Disertasi ini disusun di bawah bimbingan Prof. Dr. Sofia Retnowati, MS., Psikolog sebagai Promotor dan Haidar Buldan Thontowi, S.Psi., M.A., Ph.D., sebagai Ko-promotor.

Adapun Tim Penguji terdiri atas Dr. Yuli Fajar Susetyo, S.Psi., M.Si., Psikolog, Dr. Nurlaila Effendy, M.Si. dari Program Studi Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, serta Ratna Dyah Suryaratri, Ph.D. dari Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Jakarta.

Penelitian ini menggunakan pendekatan multi-methods yang diawali dengan scoping review untuk memetakan konsep dan faktor-faktor yang memengaruhi flourishing pada anak usia sekolah. Selanjutnya, penelitian empiris dilakukan terhadap 230 siswa sekolah dasar di Yogyakarta menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) untuk menguji hubungan antarvariabel.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuhan berbasis kekuatan menjadi prediktor paling kuat dalam mendukung flourishing siswa, diikuti oleh iklim sekolah yang positif. Penelitian ini juga menemukan bahwa kekuatan karakter berperan sebagai mekanisme psikologis yang menjembatani pengaruh lingkungan terhadap kesejahteraan dan perkembangan optimal anak.

Dalam presentasinya, Wresti menegaskan bahwa flourishing pada anak tidak terbentuk oleh satu faktor saja, melainkan merupakan hasil interaksi antara lingkungan yang mendukung dan kekuatan yang dimiliki setiap anak.

“Flourishing siswa tidak hanya dibangun oleh lingkungan sekolah yang positif, tetapi juga oleh pengasuhan yang berfokus pada kekuatan anak. Ketika keduanya berjalan beriringan, kekuatan karakter dapat berkembang dan menjadi fondasi bagi kesejahteraan anak”, ungkapnya.

Diskusi selama ujian berlangsung dinamis dengan berbagai masukan dari tim penguji mengenai pengembangan model, implikasi praktis bagi dunia pendidikan, serta peluang implementasi hasil penelitian dalam penyusunan kebijakan sekolah yang lebih berorientasi pada kesejahteraan peserta didik.

Melalui disertasi ini, Wresti memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian psikologi pendidikan positif di Indonesia. Temuan penelitian ini diharapkan menjadi landasan bagi sekolah, guru, orang tua, maupun pemangku kebijakan dalam menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya mendukung prestasi akademik, tetapi juga membantu setiap anak mengenali kekuatan dirinya, membangun karakter positif, dan bertumbuh secara optimal.

Ujian Tertutup Radhiatul Fitri Bahas Dampak Trauma Masa Kanak-Kanak terhadap Pengasuhan dan Perkembangan Emosi Anak

Rilis Jumat, 19 Juni 2026

Pengalaman masa kanak-kanak tidak hanya membentuk individu pada masa tersebut, tetapi juga dapat memengaruhi cara seseorang menjalani peran sebagai orang tua di kemudian hari. Topik inilah yang menjadi fokus penelitian Radhiatul Fitri, S.Psi., M.Psi., Psikolog dalam Ujian Tertutup Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada yang diselenggarakan pada Kamis, 18 Juni 2026.

Dalam ujian tersebut, Radhiatul mempresentasikan dan mempertahankan disertasinya yang berjudul “Trauma Masa Kanak-Kanak dan Pengasuhan Ibu: Peran Reflective Functioning Spesifik Trauma (RF-T) pada Pemrosesan Neural Emosi Anak dan Persepsi Kompetensi Pengasuhan.”

Ujian Tertutup dipimpin oleh Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D., selaku Ketua Tim Penguji. Disertasi ini disusun di bawah bimbingan Supra Wimbarti, M.Sc., Ph.D., Psikolog sebagai Promotor dan Dr. Nita Handayani, S.Si., M.Si. sebagai Ko-promotor.

Sementara itu, Tim Penguji terdiri atas Dra. Sri Kusrohmaniah, M.Si., Ph.D., Psikolog, Sutarimah Ampuni, S.Psi., M.Si., M.Psych., Ph.D., Psikolog, Dr. dr. Ahmad Asmedi, Sp.S(K)., M.Kes. dari Fakultas Kedokteran UGM, serta Galang Lufityanto, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog dari Wenzhou-Kean University, China.

Melalui penelitian ini, Radhiatul mengkaji keterkaitan antara pengalaman trauma masa kanak-kanak yang dialami ibu dengan proses pengasuhan yang dijalankan pada masa dewasa. Secara khusus, penelitian ini menyoroti peran Reflective Functioning Spesific Trauma (RF-T), yaitu kemampuan individu untuk memahami, merefleksikan, dan memberi makna terhadap pengalaman traumatis yang pernah dialaminya.

Kajian ini menjadi menarik karena tidak hanya melihat dampak trauma pada tingkat psikologis orang tua, tetapi juga menelusuri bagaimana pengalaman tersebut dapat berkaitan dengan pemrosesan emosi anak pada tingkat neural serta persepsi ibu terhadap kompetensinya dalam mengasuh.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman traumatis yang tidak diproses secara adaptif berpotensi memengaruhi kualitas pengasuhan. Sebaliknya, kemampuan reflektif terhadap pengalaman trauma dapat menjadi faktor penting yang membantu individu memahami pengalaman masa lalunya secara lebih sehat dan mendukung relasi pengasuhan yang lebih positif.

Diskusi selama ujian berlangsung secara dinamis dengan berbagai masukan dari tim penguji yang berasal dari bidang psikologi perkembangan, psikologi klinis, hingga ilmu saraf. Perspektif multidisiplin tersebut memperkaya pembahasan mengenai hubungan antara trauma, pengasuhan, dan perkembangan emosi anak.

Melalui disertasi ini, Radhiatul memberikan kontribusi pada pengembangan kajian psikologi perkembangan dan keluarga, khususnya dalam memahami mekanisme psikologis yang menjembatani pengalaman trauma orang tua dengan proses pengasuhan pada generasi berikutnya. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pengembangan intervensi dan program pendampingan keluarga yang lebih sensitif terhadap pengalaman trauma, sehingga mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

 

Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati

Sartana Bahas Konstruksi Identitas Nasional Generasi Milenial dalam Ujian Tertutup Doktor Psikologi UGM

Rilis Kamis, 11 Juni 2026

Di tengah derasnya arus globalisasi, perkembangan teknologi digital, dan perubahan sosial yang semakin dinamis, pertanyaan mengenai bagaimana generasi muda memaknai identitas kebangsaannya menjadi semakin relevan. Isu tersebut menjadi fokus penelitian yang diangkat oleh Sartana, M.A. dalam Ujian Tertutup Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada yang diselenggarakan pada Selasa, 9 Juni 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Sartana mempertahankan disertasinya yang berjudul “Konstruksi Identitas Nasional Generasi Milenial di Indonesia.” Penelitian ini berupaya memahami bagaimana generasi milenial membangun, memaknai, dan menegosiasikan identitas nasional mereka dalam konteks kehidupan sosial yang terus berubah.

Ujian Tertutup dipimpin oleh Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D., selaku Ketua Tim Penguji. Disertasi ini disusun di bawah bimbingan Prof. Dr. Avin Fadilla Helmi, M.Si., sebagai Promotor dan Edilburga Wulan Saptandari, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog sebagai Ko-promotor.

Sementara itu, Tim Penguji terdiri atas Prof. Drs. Subandi, M.A., Ph.D., Psikolog, Dr. Arum Febriani, S.Psi., M.A., serta Dr. Siti Rohmah Nurhayati, M.Si., dari Fakultas Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta.

Melalui penelitiannya, Sartana mengkaji identitas nasional sebagai konstruksi psikologis yang tidak hanya melibatkan aspek kognitif berupa pandangan dan pemahaman mengenai bangsa, tetapi juga aspek afektif yang berkaitan dengan perasaan dan keterikatan emosional terhadap identitas kebangsaan.

Salah satu diskusi menarik dalam ujian berlangsung ketika Dr. Arum Febriani mengajukan pertanyaan mengenai hubungan antara dimensi afektif dan dimensi kognitif dalam identitas nasional. Menanggapi hal tersebut, Sartana menjelaskan bahwa kedua dimensi tersebut tidak dapat dipisahkan secara tegas.

“Kedua dimensi ini tidak terpisah. Dalam beberapa kondisi, misalnya ketika seseorang mengalami emosi yang ambivalen, aspek kognitif dan emosional bekerja secara bersamaan dalam membentuk identitas nasional,” jelas Sartana.

Diskusi berikutnya menyoroti tujuan penelitian yang juga berupaya mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pemahaman individu terhadap identitas nasional. Sartana menjelaskan bahwa faktor-faktor tersebut lebih tepat dipahami sebagai pemicu atau kondisi yang mendorong muncul dan berkembangnya identitas nasional pada individu. Menanggapi hal tersebut, Dr. Arum memberikan masukan agar istilah yang digunakan dalam penelitian dapat disesuaikan sehingga lebih merepresentasikan peran faktor tersebut sebagai pemicu terbentuknya identitas nasional.

Melalui penelitian ini, Sartana menawarkan perspektif bahwa identitas nasional bukanlah konsep yang statis, melainkan terus dibangun melalui interaksi antara pengalaman personal, emosi, nilai-nilai sosial, serta konteks kebangsaan yang dihadapi individu sepanjang hidupnya.

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian psikologi sosial dan psikologi kebangsaan di Indonesia, sekaligus memperkaya pemahaman mengenai bagaimana generasi milenial memaknai identitas nasional di tengah berbagai perubahan sosial yang terjadi pada era kontemporer.

 

Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati

Ujian Tertutup Arumi Savitri Fatimaningrum Bahas Penggunaan Smartphone Ibu dalam Konteks Pengasuhan Anak Prasekolah

Rilis Selasa, 9 Juni 2026

Penggunaan smartphone telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam kehidupan keluarga dan pengasuhan anak. Di tengah meningkatnya intensitas penggunaan teknologi digital, muncul pertanyaan mengenai bagaimana keterlibatan psikologis seseorang terhadap smartphone dapat memengaruhi perannya sebagai pengasuh utama anak.

Isu tersebut menjadi fokus penelitian yang dipresentasikan oleh Arumi Savitri Fatimaningrum, S.Psi., M.A. dalam Ujian Tertutup Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada yang dilaksanakan pada Senin, 8 Juni 2026. Dalam kesempatan tersebut, Arumi mempertahankan disertasinya yang berjudul “Model Absorpsi Kognitif Penggunaan Smartphone pada Ibu dalam Konteks Pengasuhan Anak Usia Prasekolah.”

Ujian Tertutup dipimpin oleh Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D.. selaku Ketua Tim Penguji. Disertasi ini disusun di bawah bimbingan Prof. Dr. Tina Afiatin, M.Si., Psikolog sebagai Promotor dan Dr. Arum Febriani, S.Psi., M.A., sebagai Ko-Promotor.

Sementara itu, Tim Penguji terdiri atas Edilburga Wulan Saptandari, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog; Sutarimah Ampuni, S.Psi., M.Si., M.Psych., Ph.D., Psikolog; serta Dr. Rita Eka Izzaty, S.Psi., M.Si., Psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta.

Melalui penelitian ini, Arumi berupaya memahami bagaimana proses cognitive absorption atau keterlibatan psikologis yang mendalam terhadap penggunaan smartphone terjadi pada ibu yang memiliki anak usia prasekolah. Penelitian tersebut juga mengkaji berbagai faktor yang berkontribusi terhadap munculnya kondisi tersebut dalam konteks pengasuhan sehari-hari.

Salah satu diskusi menarik selama ujian muncul ketika Rita Eka Izzaty mempertanyakan alasan pemilihan ibu sebagai subjek utama penelitian. Menanggapi hal tersebut, Arumi menjelaskan bahwa dalam konteks budaya Indonesia, ibu masih menjadi figur yang paling dominan dalam praktik pengasuhan anak.

“Berdasarkan studi pendahuluan yang kami lakukan, para ibu sendiri memandang bahwa mereka memiliki porsi pengasuhan yang lebih besar dibandingkan anggota keluarga lainnya. Temuan tersebut juga sejalan dengan karakteristik pengasuhan yang masih banyak ditemukan dalam konteks Indonesia,” jelas Arumi.

Diskusi lain yang tidak kalah menarik muncul ketika Edilburga Wulan Saptandari menyoroti kemungkinan faktor-faktor yang dapat mengurangi kecenderungan ibu mengalami absorpsi kognitif saat menggunakan smartphone. Menjawab pertanyaan tersebut, Arumi mengemukakan bahwa salah satu faktor penting yang berperan adalah kondisi stres pengasuhan (parenting stress).

Menurutnya, stres pengasuhan menjadi mekanisme psikologis yang penting untuk dipahami dalam hubungan antara ibu dan perilaku penggunaan smartphone. Selain itu, kemampuan regulasi diri juga menjadi salah satu faktor yang dapat membantu ibu mengelola keterlibatan mereka terhadap perangkat digital di tengah tuntutan pengasuhan.

Temuan ini memberikan kontribusi baru dalam memahami dinamika penggunaan teknologi digital di lingkungan keluarga. Penelitian Arumi menunjukkan bahwa perilaku penggunaan smartphone tidak hanya dipengaruhi oleh faktor teknologi semata, tetapi juga berkaitan erat dengan kondisi psikologis yang dialami individu dalam menjalankan peran pengasuhan.

Melalui penelitian ini, diharapkan muncul pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya mendukung kesejahteraan psikologis orang tua, khususnya ibu, sebagai bagian dari upaya menciptakan pengasuhan yang lebih optimal di era digital. Hasil penelitian ini juga berpotensi menjadi dasar bagi pengembangan program edukasi maupun intervensi yang membantu keluarga mengelola penggunaan teknologi secara lebih sehat dan seimbang.

 

Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati

Universitas Gadjah Mada

Program Studi Doktor Ilmu Psikologi
Fakultas Psikologi
Universitas Gadjah Mada

Jl. Sosio Humaniora Bulaksumur
Yogyakarta 55281 Indonesia
doktor.psikologi[at]ugm.ac.id
Doktor Ilmu Psikologi UGM
doktorpsikologiugm
+62 822 2720 5719
+62 (274) 550435
+62 (274) 550435

Profil

  • Sekilas Pandang
  • Pengelola
  • Promotor & Ko-Promotor
  • Unit Pendukung Penelitian

Akademik

  • Panduan Akademik
  • Kurikulum 2014
  • Kurikulum 2020
  • Simaster
  • Sistem Informasi Terintegrasi

Fasilitas

  • PERPUSTAKAAN
  • PENJAMINAN MUTU
  • AKSES JURNAL DAN EBOOK
  • LAYANAN TEKNOLOGI INFORMASI

Kemahasiswaan & Alumni

  • Prestasi Mahasiswa
  • Promovendus Club
  • Profil Mahasiswa

© 2021 Universitas Gadjah Mada