• Tentang UGM
  • Akademik
  • Penelitian
  • Perpustakaan
  • Pusat IT
  • Webmail
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada
  • PROFIL
    • SEKILAS PANDANG
    • PENGELOLA
    • PROMOTOR & KO-PROMOTOR
    • UNIT PENDUKUNG PENELITIAN
    • Prosedur Operasional Standar
  • AKADEMIK
    • PANDUAN AKADEMIK
    • Academic Guide
    • Panduan Penulisan Disertasi
    • KURIKULUM
      • KURIKULUM 2014
      • KURIKULUM 2020
    • SIMASTER
    • SISTEM INFORMASI TERINTEGRASI
    • LEAFLET
  • FASILITAS
    • PERPUSTAKAAN
    • PENJAMINAN MUTU
    • AKSES JURNAL DAN EBOOK
    • LAYANAN TEKNOLOGI INFORMASI
  • KEMAHASISWAAN & ALUMNI
    • PRESTASI MAHASISWA
    • PROMOVENDUS CLUB
    • PROFIL MAHASISWA
    • PROFIL ALUMNI
  • PENDAFTARAN
    • PROSEDUR
    • SYARAT
    • SELEKSI
    • JADWAL SELEKSI
    • DAFTAR
    • Program Fast-Track S2-S3
  • Home
  • SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh
  • SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh
Arsip:

SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh

Ujian Tertutup Radhiatul Fitri Bahas Dampak Trauma Masa Kanak-Kanak terhadap Pengasuhan dan Perkembangan Emosi Anak

Rilis Jumat, 19 Juni 2026

Pengalaman masa kanak-kanak tidak hanya membentuk individu pada masa tersebut, tetapi juga dapat memengaruhi cara seseorang menjalani peran sebagai orang tua di kemudian hari. Topik inilah yang menjadi fokus penelitian Radhiatul Fitri, S.Psi., M.Psi., Psikolog dalam Ujian Tertutup Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada yang diselenggarakan pada Kamis, 18 Juni 2026.

Dalam ujian tersebut, Radhiatul mempresentasikan dan mempertahankan disertasinya yang berjudul “Trauma Masa Kanak-Kanak dan Pengasuhan Ibu: Peran Reflective Functioning Spesifik Trauma (RF-T) pada Pemrosesan Neural Emosi Anak dan Persepsi Kompetensi Pengasuhan.”

Ujian Tertutup dipimpin oleh Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D., selaku Ketua Tim Penguji. Disertasi ini disusun di bawah bimbingan Supra Wimbarti, M.Sc., Ph.D., Psikolog sebagai Promotor dan Dr. Nita Handayani, S.Si., M.Si. sebagai Ko-promotor.

Sementara itu, Tim Penguji terdiri atas Dra. Sri Kusrohmaniah, M.Si., Ph.D., Psikolog, Sutarimah Ampuni, S.Psi., M.Si., M.Psych., Ph.D., Psikolog, Dr. dr. Ahmad Asmedi, Sp.S(K)., M.Kes. dari Fakultas Kedokteran UGM, serta Galang Lufityanto, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog dari Wenzhou-Kean University, China.

Melalui penelitian ini, Radhiatul mengkaji keterkaitan antara pengalaman trauma masa kanak-kanak yang dialami ibu dengan proses pengasuhan yang dijalankan pada masa dewasa. Secara khusus, penelitian ini menyoroti peran Reflective Functioning Spesific Trauma (RF-T), yaitu kemampuan individu untuk memahami, merefleksikan, dan memberi makna terhadap pengalaman traumatis yang pernah dialaminya.

Kajian ini menjadi menarik karena tidak hanya melihat dampak trauma pada tingkat psikologis orang tua, tetapi juga menelusuri bagaimana pengalaman tersebut dapat berkaitan dengan pemrosesan emosi anak pada tingkat neural serta persepsi ibu terhadap kompetensinya dalam mengasuh.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman traumatis yang tidak diproses secara adaptif berpotensi memengaruhi kualitas pengasuhan. Sebaliknya, kemampuan reflektif terhadap pengalaman trauma dapat menjadi faktor penting yang membantu individu memahami pengalaman masa lalunya secara lebih sehat dan mendukung relasi pengasuhan yang lebih positif.

Diskusi selama ujian berlangsung secara dinamis dengan berbagai masukan dari tim penguji yang berasal dari bidang psikologi perkembangan, psikologi klinis, hingga ilmu saraf. Perspektif multidisiplin tersebut memperkaya pembahasan mengenai hubungan antara trauma, pengasuhan, dan perkembangan emosi anak.

Melalui disertasi ini, Radhiatul memberikan kontribusi pada pengembangan kajian psikologi perkembangan dan keluarga, khususnya dalam memahami mekanisme psikologis yang menjembatani pengalaman trauma orang tua dengan proses pengasuhan pada generasi berikutnya. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pengembangan intervensi dan program pendampingan keluarga yang lebih sensitif terhadap pengalaman trauma, sehingga mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

 

Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati

Sartana Bahas Konstruksi Identitas Nasional Generasi Milenial dalam Ujian Tertutup Doktor Psikologi UGM

Rilis Kamis, 11 Juni 2026

Di tengah derasnya arus globalisasi, perkembangan teknologi digital, dan perubahan sosial yang semakin dinamis, pertanyaan mengenai bagaimana generasi muda memaknai identitas kebangsaannya menjadi semakin relevan. Isu tersebut menjadi fokus penelitian yang diangkat oleh Sartana, M.A. dalam Ujian Tertutup Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada yang diselenggarakan pada Selasa, 9 Juni 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Sartana mempertahankan disertasinya yang berjudul “Konstruksi Identitas Nasional Generasi Milenial di Indonesia.” Penelitian ini berupaya memahami bagaimana generasi milenial membangun, memaknai, dan menegosiasikan identitas nasional mereka dalam konteks kehidupan sosial yang terus berubah.

Ujian Tertutup dipimpin oleh Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D., selaku Ketua Tim Penguji. Disertasi ini disusun di bawah bimbingan Prof. Dr. Avin Fadilla Helmi, M.Si., sebagai Promotor dan Edilburga Wulan Saptandari, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog sebagai Ko-promotor.

Sementara itu, Tim Penguji terdiri atas Prof. Drs. Subandi, M.A., Ph.D., Psikolog, Dr. Arum Febriani, S.Psi., M.A., serta Dr. Siti Rohmah Nurhayati, M.Si., dari Fakultas Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta.

Melalui penelitiannya, Sartana mengkaji identitas nasional sebagai konstruksi psikologis yang tidak hanya melibatkan aspek kognitif berupa pandangan dan pemahaman mengenai bangsa, tetapi juga aspek afektif yang berkaitan dengan perasaan dan keterikatan emosional terhadap identitas kebangsaan.

Salah satu diskusi menarik dalam ujian berlangsung ketika Dr. Arum Febriani mengajukan pertanyaan mengenai hubungan antara dimensi afektif dan dimensi kognitif dalam identitas nasional. Menanggapi hal tersebut, Sartana menjelaskan bahwa kedua dimensi tersebut tidak dapat dipisahkan secara tegas.

“Kedua dimensi ini tidak terpisah. Dalam beberapa kondisi, misalnya ketika seseorang mengalami emosi yang ambivalen, aspek kognitif dan emosional bekerja secara bersamaan dalam membentuk identitas nasional,” jelas Sartana.

Diskusi berikutnya menyoroti tujuan penelitian yang juga berupaya mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pemahaman individu terhadap identitas nasional. Sartana menjelaskan bahwa faktor-faktor tersebut lebih tepat dipahami sebagai pemicu atau kondisi yang mendorong muncul dan berkembangnya identitas nasional pada individu. Menanggapi hal tersebut, Dr. Arum memberikan masukan agar istilah yang digunakan dalam penelitian dapat disesuaikan sehingga lebih merepresentasikan peran faktor tersebut sebagai pemicu terbentuknya identitas nasional.

Melalui penelitian ini, Sartana menawarkan perspektif bahwa identitas nasional bukanlah konsep yang statis, melainkan terus dibangun melalui interaksi antara pengalaman personal, emosi, nilai-nilai sosial, serta konteks kebangsaan yang dihadapi individu sepanjang hidupnya.

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian psikologi sosial dan psikologi kebangsaan di Indonesia, sekaligus memperkaya pemahaman mengenai bagaimana generasi milenial memaknai identitas nasional di tengah berbagai perubahan sosial yang terjadi pada era kontemporer.

 

Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati

Medianta Tarigan Kembangkan Inovasi Inovasi Situational Judgment Test dalam Pengukuran Kepribadian

Rilis Kamis, 12 Februari 2026

Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan Ujian Tertutup pada Selasa, 10 Februari 2026, atas nama Medianta Tarigan, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Medianta mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pengembangan dan Evaluasi Properti Psikometrik Situational Judgment Test dengan Diagnostic Classification Model: Implementasi pada Pengukuran Kepribadian Five Factor Model.”

Ujian dipimpin oleh Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, M.Sc., Ph.D. selaku Ketua, serta dihadiri oleh tim Promotor dan penguji yang terdiri dari Rahmat Hidayat, M.Sc., Ph.D. (Promotor), Agung Santoso, M.A., Ph.D. (Ko-promotor), Prof. Dr. Avin Fadilla Helmi, M.Si. (Fakultas Psikologi UGM), Dr. Ridwan Saptoto, S.Psi., M.A., Psikolog (Fakultas Psikologi UGM), Prof. Dr. Ali Ridho, M.Si. (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang), dan Dr. Eviana Hikamudin, S.Pd., M.M. (Fakultas Ilmu Pendidikan UPI).

Mengukur Kepribadian dalam Konteks Situasional
Disertasi Medianta berfokus pada pengembangan Situational Judgment Test (SJT) yang dianalisis menggunakan Diagnostic Classification Model (DCM) untuk mengukur kepribadian berdasarkan kerangka Five Factor Model. SJT sendiri merupakan bentuk asesmen yang menyajikan skenario situasional dan meminta partisipan memilih respons yang dianggap paling tepat. Namun, dalam pemaparannya, Medianta menekankan satu hal yang menarik: “Dalam konteks SJT, tidak memilih itu termasuk sebuah pilihan.” Pernyataan tersebut menyoroti bahwa dalam pengukuran berbasis situasi, setiap respons—bahkan ketidakhadiran respons—memiliki makna psikologis yang dapat dianalisis secara sistematis. Dengan memadukan pendekatan SJT dan Diagnostic Classification Model, penelitian ini berupaya menghasilkan alat ukur yang tidak hanya memberikan skor global, tetapi juga mampu mengidentifikasi pola atribut psikologis yang lebih spesifik pada individu.

Kontribusi bagi Pengembangan Asesmen Psikologi
Penelitian ini menjadi langkah inovatif dalam pengembangan asesmen kepribadian yang lebih kontekstual dan diagnostik. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkaya metode pengukuran psikologi yang lebih presisi, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan asesmen modern—baik di ranah pendidikan, organisasi, maupun riset lanjutan. Diskusi dalam ujian berlangsung dinamis, dengan berbagai masukan konstruktif dari tim penguji terkait penguatan model, interpretasi atribut, serta peluang pengembangan lebih lanjut di masa mendatang.

Melalui penelitian ini, Medianta tidak hanya mengembangkan instrumen pengukuran, tetapi juga memperluas cara kita memahami respons manusia dalam konteks situasional—bahwa setiap pilihan, bahkan diam sekalipun, mengandung makna. Semoga hasil penelitian ini memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan ilmu psikometri dan asesmen kepribadian di Indonesia.

Penulis: Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati

 

Menelusuri Pertumbuhan Pascatrauma pada Emerging Adults: Amalia Rahmandani Jalani Ujian Tertutup Doktor Ilmu Psikologi UGM

Rilis Selasa, 13 Januari 2026

Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada pada Senin, 12 Januari 2026 menyelenggarakan Ujian Tertutup bagi mahasiswanya atas nama Amalia Rahmandani, S.Psi., M.Psi. (NIM 21/486358/SPS/00379). Dalam ujian ini, Amalia mempresentasikan disertasinya yang berjudul “Pertumbuhan Pascatrauma Mahasiswa Periode Emerging Adulthood Penyintas Trauma Kompleks Relasional dalam Keluarga.”

Ujian Tertutup ini dipimpin oleh Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D. selaku Ketua. Disertasi Amalia disusun dengan bimbingan Prof. Dr. Subandi, M.A., Ph.D., Psikolog sebagai Promotor dan Muhana Sofiati Utami, M.S., Ph.D., Psikolog sebagai Ko-promotor.

Tim Penguji yang memberikan telaah kritis dan masukan akademik terdiri dari Prof. Dr. Sofia Retnowati, M.S., Psikolog, Dr. Arum Febriani, M.A., Anastasia Ediati, M.Sc., Ph.D., Psikolog (Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro), dan Dr. Ike Herdiana, M.Psi., Psikolog (Fakultas Psikologi Universitas Airlangga).

Membaca Trauma, Memahami Pertumbuhan

Dalam presentasinya, Amalia menyoroti bagaimana pengalaman trauma kompleks relasional di dalam keluarga membentuk dinamika kepribadian dan memengaruhi proses pertumbuhan pascatrauma pada individu di fase emerging adulthood.

“Trauma yang dimiliki dari kecil dari partisipan itu membentuk personality dari partisipan tersebut yang berpengaruh pada pertumbuhan pascatrauma,” ujar Amalia. 

Ia juga menambahkan bahwa, “Pada fase emerging adulthood mungkin pertumbuhan pascatrauma akan berbeda dengan ketika sudah di fase setelahnya,” menegaskan pentingnya konteks perkembangan dalam memahami proses pemulihan psikologis.

Menanggapi temuan tersebut, salah satu Penguji, Prof. Dr. Sofia Retnowati, M.S., Psikolog, menekankan bahwa hubungan antara trauma dan pertumbuhan tidak bersifat linier. “Trauma kompleks relasional keluarga itu tidak memengaruhi langsung pertumbuhan pascatrauma,” ujarnya, menggarisbawahi peran faktor-faktor lain seperti regulasi emosi, dukungan sosial, dan makna personal dalam proses pemulihan.

Secara praktis, penelitian ini memiliki implikasi penting bagi berbagai pihak. Bagi peneliti, temuan ini membuka peluang pengembangan model yang lebih komprehensif tentang pemulihan trauma. Bagi praktisi kesehatan mental, hasil riset ini dapat menjadi dasar penyusunan intervensi yang lebih sensitif terhadap konteks relasional dan fase perkembangan. Di sisi lain, bagi perguruan tinggi dan pembuat kebijakan, studi ini menggarisbawahi pentingnya sistem dukungan psikososial bagi mahasiswa penyintas trauma.

Melalui Ujian Tertutup ini, Amalia tidak hanya menghadirkan kajian ilmiah tentang trauma dan pemulihan, tetapi juga membawa suara pengalaman psikologis yang kerap tersembunyi di balik kehidupan akademik mahasiswa. Disertasi ini menjadi pengingat bahwa di balik pencapaian akademik, terdapat proses manusiawi yang sarat dengan luka, makna, dan keberanian untuk bertumbuh. 

Ujian Tertutup Fadillah: Inovasi Game-Based Assessment untuk Pengukuran Psikologis yang Lebih Objektif

Rilis Jumat, 9 Januari 2026

Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Ujian Tertutup bagi mahasiswa doktor atas nama Fadillah, S.Psi., M.Psi., Psikolog pada Jumat, 9 Januari 2026. Dalam ujian ini, Fadillah mempresentasikan disertasinya yang berjudul “Model Theory-Driven Pengembangan Game-Based Assessment dan Perumusan Evaluasi Properti Psikometrinya.”

Ujian Tertutup ini dipimpin oleh Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D serta dihadiri secara penuh oleh Tim Promotor dan Tim Penguji. Tim Promotor terdiri Rahmat Hidayat, M.Sc., Ph.D. (Promotor) dan Agung Santoso, M.A., Ph.D (Ko-promotor). Tim Penguji terdiri dari Prof. Dr. Avin Fadilla Helmi, M.Si., Dr. Ridwan Saptoto, S. Psi, M. A., Psikolog, Dr. Endah Sudarmilah, S.T., M.Eng. (Program Studi  Informatika, Universitas Muhammadiyah Surakarta), dan Dr. Prasetyo Budi Widodo, M.Si. (Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro). Kehadiran lintas keahlian—mulai dari psikologi, psikometri, hingga informatika—menunjukkan kuatnya pendekatan interdisipliner dalam penelitian yang diusung.

Menghadirkan Pendekatan Baru dalam Pengukuran Psikologis

Dalam pemaparannya, Fadillah menjelaskan bahwa disertasinya berangkat dari keterbatasan metode pengukuran psikologi berbasis self-report, yang kerap dipengaruhi bias sosial dan kesadaran partisipan terhadap tujuan pengukuran. Melalui pendekatan game-based assessment yang dikembangkan secara theory-driven, pengukuran perilaku dapat dilakukan secara lebih alami dan dinamis.

“Pengukuran behaviour-based itu bisa mendapatkan hasil yang variatif, berbeda dengan pengukuran self-report,” ungkap Fadillah dalam presentasinya.

Model yang dikembangkan tidak hanya berfokus pada aspek desain permainan, tetapi juga pada perumusan dan evaluasi properti psikometrik, sehingga tetap memenuhi standar ilmiah dalam asesmen psikologi.

Diskusi Kritis dan Apresiasi dari Tim Penguji

Sesi diskusi berlangsung aktif dan mendalam. Dr. Ridwan Saptoto, S.Psi., M.A., Psikolog, salah satu penguji, menyoroti potensi besar pendekatan ini dalam memahami pola keputusan partisipan.

“Pola decision tertentu dari gamers itu bisa ditarik seperti apa personality dari gamers,” jelasnya.

Sementara itu, Dr. Agung Santoso, M.A., Ph.D. selaku Ko-promotor sekaligus penguji menekankan nilai objektivitas dari pengukuran berbasis permainan.

“Pengukuran psikologi yang menggunakan game-based assessment seperti ini bisa jadi lebih objektif, karena partisipan tidak bisa menduga kalau merespons seperti apa akan menghasilkan kesimpulan apa,” ujarnya.

Kontribusi Ilmiah dan Relevansi Praktis

Disertasi ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan metode asesmen psikologis inovatif, khususnya dalam konteks digital dan teknologi. Pendekatan yang diusulkan membuka peluang penerapan yang lebih luas, baik dalam bidang pendidikan, organisasi, maupun riset psikologi eksperimental, dengan tetap menjaga ketepatan pengukuran secara ilmiah.

Pelaksanaan Ujian Tertutup berlangsung dengan lancar dan penuh diskusi konstruktif, mencerminkan kualitas akademik serta relevansi riset yang dikembangkan. Disertasi ini diharapkan dapat menjadi pijakan awal bagi pengembangan asesmen psikologi.

 

Penulis: Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati

Ujian Tertutup Doktor Hartanto, M.A.: Mengurai Gim Kognitif dan Keputusan Moral

Rilis Rabu, 10 Desember 2025

Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi UGM menyelenggarakan Ujian Tertutup bagi Hartanto, M.A. (NIM 19/450338/SPS/00350) pada Selasa, 9 Desember 2025. Disertasi yang diujikan berjudul “Gim Cognitive Flexibility dan Inhibitory Control Memiliki Efek Berkebalikan Terhadap Kecepatan Keputusan Moral pada Laki-Laki dan Perempuan.”

Penelitian ini berangkat dari kerangka dual process model, yang menjelaskan bagaimana keputusan moral terbentuk dari dua sumber daya kognitif utama. Namun, belum banyak penelitian yang benar-benar menguji bagaimana masing-masing dimensi kognitif—khususnya cognitive flexibility dan inhibitory control—mempengaruhi kecepatan keputusan moral lintas jenis kelamin. Dengan pendekatan eksperimental berbasis gim, penelitian Hartanto menawarkan sudut pandang baru yang lebih minim bias dibandingkan asesmen kognitif tradisional.

Tim Penguji Lintas Keilmuan dan Lembaga

Ujian Tertutup ini dipimpin oleh Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D., selaku Dekan Fakultas Psikologi UGM. Tim Promotor terdiri dari Dr. rer. pol. Bhina Patria, S.Psi., M.A., sebagai Promotor dan Dra. Sri Kusrohmaniah, M.Si., Ph.D., Psikolog, Psikolog sebagai Ko-promotor.

Adapun tim penguji lainnya meliputi: Dr. Ridwan Saptoto, S.Psi., M.A., Psikolog (Fakultas Psikologi UGM), Supra Wimbarti, M.Sc., Ph.D., Psikolog (Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia – Komisi Ilmu Sosial Jakarta), Prof. Ir. Djoko Budiyanto S., M.Eng., Ph.D., (Fakultas Teknologi Industri, Universitas Atma Jaya), dan Dr. Wisnu Wiradhany, S.Psi., M.A., (Fakultas Psikologi UNIKA Indonesia Atma Jaya Jakarta).

Kehadiran para penguji dari berbagai disiplin dan lembaga—mulai dari psikologi, teknologi industri, hingga keilmuan sosial—menjadikan proses ujian ini kaya perspektif. Ragam latar belakang keilmuan ini memperkaya diskusi akademik serta memperkuat ketepatan analisis terhadap penelitian yang dilakukan Hartanto.

Intisari Penelitian: Ketika Gim Mengungkap Cara Kita Memutuskan Hal yang Benar

Melibatkan 61 partisipan mahasiswa, penelitian ini menggunakan desain 2×2×3 factorial mixed design, dengan tiga jenis gim yang mewakili tiga fungsi eksekutif: inhibitory control, cognitive flexibility, dan working memory.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun tidak ada perbedaan antara kelompok atau jenis kelamin secara umum, terdapat perbedaan signifikan pada kecepatan keputusan moral antar jenis gim. Beberapa temuan penting yang menarik adalah:

  • Ada interaksi antara jenis gim dan jenis kelamin:
    • Perempuan mengambil keputusan moral lebih cepat setelah memainkan gim inhibitory control dibandingkan cognitive flexibility.
    • Sebaliknya, laki-laki mengambil keputusan lebih cepat setelah memainkan gim cognitive flexibility dibandingkan inhibitory control.
  • Temuan ini menunjukkan bahwa masing-masing fungsi eksekutif berkontribusi berbeda terhadap proses pengambilan keputusan moral dan dapat menghasilkan pola yang saling berlawanan antar jenis kelamin.

Penelitian ini tidak hanya memperkaya pemahaman tentang dinamika keputusan moral, tetapi juga membuka diskusi baru tentang bagaimana fungsi eksekutif dapat dimanfaatkan dalam konteks moral dilemma dan pengembangan intervensi kognitif berbasis gim.

Kontribusi Ilmiah

Melalui pendekatan berbasis gim yang inovatif, disertasi ini menegaskan bahwa keputusan moral bukanlah proses yang tunggal, melainkan dipengaruhi oleh kombinasi unik dari berbagai fungsi eksekutif. Hasil penelitian Hartanto membuka peluang baru dalam studi psikologi kognitif, moral dilemma, serta penggunaan gim sebagai alat stimulasi dan asesmen.

 

Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati

Ujian Tertutup Disertasi Radhiya Bustan: Menghadirkan Perspektif Baru tentang Konseling Pernikahan dalam Psikologi Islam

Rilis Sabtu, 6 Desember 2025

Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada pada Jumat, 5 Desember 2025 kembali menyelenggarakan Ujian Tertutup Program Doktor melalui penelitian disertasi Radhiya Bustan, M.Soc.Sc., Psikolog (NIM 21/484874/SPS/373), yang mengangkat tema penting namun masih jarang dieksplorasi secara mendalam yakni: “Konseling Pernikahan dalam Perspektif Psikologi Islam”. Topik ini tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga menjawab kebutuhan nyata masyarakat Muslim terhadap pendekatan konseling yang selaras dengan nilai spiritual dan tujuan pernikahan dalam ajaran Islam.

Tim Penguji Lintas Keilmuan dan Lembaga

Ujian ini dipimpin oleh Sekretaris Senat Fakultas Psikologi UGM, Dr. Nida Ul Hasanat, M.Si., Psikolog sebagai ketua penguji. Tim Promotor terdiri dari Dr. Bagus Riyono, M.A., Psikolog (Promotor) dan Diana Setiyawati, S.Psi., MHSc., Ph.D., Psikolog (Ko-promotor). Ujian semakin kaya perspektif melalui kehadiran para penguji dari berbagai institusi dan bidang keahlian, yaitu Prof. Dr. Sofia Retnowati, MS., Psikolog, Dr. Rizqi Nur’aini A’yuninnisa, S.Psi., M.Sc., Prof. Dr. Zahrotun Nihayah, M.Si. (Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), serta Dr. Phil. Qurotul Uyun, S.Psi., M.Si., Psikolog (Fakultas Psikologi UII). Kehadiran para pakar lintas lembaga ini memperlihatkan komitmen kuat terhadap penilaian akademik yang objektif, mendalam, dan berperspektif multidisiplin.

Sorotan Disertasi: Integrasi Psikologi Islam dalam Konseling Pernikahan

Penelitian disertasi Radhiya Bustan menawarkan kontribusi penting bagi pengembangan ilmu psikologi terapan, khususnya dalam konteks keluarga Muslim. Ia mengidentifikasi adanya kesenjangan antara kebutuhan pasangan Muslim dengan metode konseling konvensional yang selama ini lebih menekankan aspek psikososial. Pendekatan psikologi Islam, sebaliknya, memandang manusia sebagai makhluk multidimensional mencakup aspek spiritual, moral, sosial, dan kehidupan akhirat.

Dengan menggunakan desain mixed method, penelitian ini menyajikan tiga studi komplementer yang membangun satu narasi besar.

Studi 1 — Memetakan Tren Riset

Melalui peninjauan 76 artikel konseling dan psikoterapi pernikahan dalam satu dekade terakhir, Radhiya menemukan bahwa pendekatan yang secara eksplisit merujuk pada perspektif Islam masih sangat minim. Ini sekaligus menegaskan adanya ruang akademik dan praktis yang perlu diisi.

Studi 2 — Menemukan Hakikat Pernikahan melalui Maqāṣid

Dengan menganalisis 90 ayat Al-Qur’an yang memuat akar kata terkait pernikahan, studi ini mengidentifikasi tujuh tujuan hakiki pernikahan: menyempurnakan iman, menciptakan ketenteraman, menjamin rezeki, menjaga nasab dan kemuliaan, membangun peradaban, serta mewujudkan kebahagiaan dunia–akhirat. Temuan ini menjadi fondasi filosofis konseling pernikahan perspektif Islam.

Studi 3 — Menguji Protokol Konseling pada Pasangan Nyata

Dalam penelitian kasus tunggal pada tiga pasangan, konseling berbasis perspektif Islam terbukti meningkatkan pemahaman pasangan tentang hakikat pernikahan secara signifikan, sekaligus mengurangi kegelisahan yang dialami selama proses intervensi. Menariknya, intervensi tidak hanya menjawab kebutuhan emosional–kognitif, tetapi juga menyentuh dimensi hati nurani (conscience) klien — sebuah wilayah yang kerap luput dalam konseling konvensional.

Kontribusi Penting untuk Praktik Konseling di Indonesia

Disertasi ini menempatkan diri sebagai salah satu upaya serius untuk mengembangkan model konseling pernikahan yang berakar pada nilai-nilai Islam, tanpa meninggalkan prinsip ilmiah psikologi. Pendekatan ini menawarkan alternatif bagi para praktisi, terutama konselor pernikahan, untuk menghadirkan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan kultural dan spiritual pasangan Muslim di Indonesia.

Penelitian Radhiya diharapkan tidak hanya memperkaya khazanah akademik, tetapi juga memberikan kontribusi langsung dalam praktik konseling — baik sebagai model preventif untuk membangun pondasi pernikahan yang sehat, maupun sebagai model kuratif bagi pasangan yang sedang menghadapi dinamika rumah tangga.

 

Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati

Program Studi Doktor Ilmu Psikologi UGM Laksanakan Visitasi Audit Mutu Internal 2025

Rilis Senin, 17 November 2025

Yogyakarta – Pada Jumat, 14 November 2025, Program Studi Doktor Ilmu Psikologi, Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, melaksanakan Visitasi Audit Mutu Internal (AMI) untuk tahun pemeriksaan 2025 dengan periode pemantauan tahun 2024. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Prodi dalam menjaga, meningkatkan, dan memastikan mutu layanan akademik sesuai standar penjaminan mutu internal UGM.

Kolaborasi Auditor Eksternal dan Internal Fakultas

Visitasi AMI tahun ini menghadirkan dua auditor eksternal universitas, yaitu: Prof. Ir. Diah Tri Widayati, M.P., Ph.D., IPU. (Fakultas Peternakan UGM) dan Dr. Slamet Widiyanto, S.Si., M.Sc. (Fakultas Biologi UGM). Dari Fakultas Psikologi UGM, kegiatan ini juga dihadiri oleh Pradytia Putri Pertiwi, S.Psi., Ph.D. – Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Kerja Sama, Edilburga Wulan Saptandari, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog – Ketua Program Studi Doktor Ilmu Psikologi, Haidar Buldan Thontowi, S.Psi., M.A., Ph.D. – Ketua Jaminan Mutu Fakultas, serta tenaga kependidikan dan asisten Program Studi Doktor Ilmu Psikologi UGM. Keterlibatan berbagai pihak ini menegaskan bahwa kegiatan AMI merupakan proses evaluasi yang dilakukan secara terbuka, partisipatif, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.

Meninjau Komitmen Prodi dalam Peningkatan Mutu Akademik

Dalam visitasi ini, auditor meninjau komitmen Program Studi Doktor Ilmu Psikologi UGM dalam menindaklanjuti rekomendasi AMI tahun sebelumnya. Fokus utama pembahasan adalah progres perubahan struktur kurikulum program doktor yang telah berjalan intensif sepanjang tahun 2025.

Adapun tindak lanjut terkait perubahan struktur kurikulum  yang dipaparkan kepada auditor, meliputi:

  1. Pembentukan Tim Evaluasi Kurikulum melalui SK Dekan Fakultas Psikologi UGM.
  2. Dokumentasi progres perubahan kurikulum dalam rentang Januari–Juli 2025 melalui logbook rapat dan koordinasi.
  3. Penyusunan Progress Report Evaluasi Kurikulum Program Doktor 2020, selesai pada Agustus 2025.
  4. Pelaksanaan rangkaian Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan mahasiswa, alumni, Ko-Promotor, dan Promotor untuk memperkaya perspektif kebutuhan kurikulum masa depan.

Rangkaian agenda tersebut mendapatkan apresiasi dari auditor sebagai bentuk keseriusan Prodi dalam membangun kurikulum yang relevan, adaptif, dan selaras dengan dinamika perkembangan ilmu psikologi global.

Catatan Penting: Masa Studi Mahasiswa Doktor

Dalam sesi diskusi lanjutan, auditor menyoroti salah satu isu strategis, yaitu rata-rata masa studi mahasiswa program doktor yang masih berada di atas standar ideal UGM (4 tahun). Auditor memberikan serangkaian rekomendasi dan berbagai pengalaman terkait hal itu yang sudah diterapkan di Fakultas asal auditor. Masukan ini direspons positif oleh pihak Prodi sebagai langkah penting dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan program doktoral.

Komitmen Berkelanjutan Menuju Standar Mutu Unggul

Visitasi AMI tahun 2025 menjadi momen reflektif bagi Program Studi Doktor Ilmu Psikologi UGM dalam menguatkan tata kelola akademik sekaligus membangun sistem pembelajaran yang lebih efektif, akuntabel, dan berorientasi pada pencapaian mutu unggul.

Prodi berkomitmen untuk terus menindaklanjuti saran auditor serta mendorong inovasi dalam tata kelola kurikulum, pembimbingan, dan layanan akademik demi mendukung lahirnya lulusan doktor yang berkualitas dan berdampak bagi masyarakat.

Evaluasi Mahasiswa Mengenai Mata Kuliah dan Dosen Program Studi Doktor Ilmu Psikologi UGM TA 2024/2025

Rilis Jumat, 3 Oktober 2025

Sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen pada kualitas akademik dan pengembangan keilmuan, Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) secara rutin melaksanakan evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran. Evaluasi ini melibatkan mahasiswa sebagai responden utama untuk memberikan umpan balik mengenai pengalaman belajar mereka dalam satu tahun akademik.

Kegiatan evaluasi ini menjadi bagian penting dari upaya Program Studi dalam menjaga mutu, meningkatkan kualitas interaksi akademik, serta memastikan bahwa setiap proses pembelajaran berlangsung sesuai dengan standar akademik UGM. Melalui evaluasi, mahasiswa memiliki ruang untuk menyampaikan apresiasi, kritik, maupun saran yang akan menjadi dasar perbaikan di masa mendatang.

Fokus Evaluasi

Evaluasi mahasiswa tahun akademik 2024/2025 menyoroti beberapa aspek utama, yaitu:

  1. Kesesuaian Materi dan Tujuan Pembelajaran
    Mahasiswa menilai bahwa materi kuliah yang disampaikan telah selaras dengan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Kesesuaian ini penting untuk memastikan bahwa capaian pembelajaran dapat diraih dengan baik serta mendukung pengembangan kompetensi akademik mahasiswa di tingkat doktoral.
  2. Kualitas Pengajaran dan Interaksi Dosen
    Aspek ini mendapat apresiasi positif dari mahasiswa. Mereka merasa dihargai, didukung, serta diberikan ruang untuk berdiskusi secara terbuka dengan para dosen. Kualitas interaksi, termasuk dalam bentuk umpan balik terhadap tugas dan presentasi, dinilai sangat membantu menciptakan suasana belajar yang kondusif, kolaboratif, dan mendorong pemikiran kritis.
  3. Efektivitas Media, Contoh, dan Referensi
    Penggunaan media pembelajaran yang beragam, penyajian contoh yang relevan, serta penyediaan referensi ilmiah yang memadai dianggap sangat bermanfaat bagi mahasiswa. Alat bantu ini tidak hanya memudahkan pemahaman, tetapi juga memperdalam wawasan mahasiswa dalam mengeksplorasi materi yang bersifat teoritis maupun aplikatif.
  4. Keilmuan
    Mahasiswa mengakui bahwa terdapat tantangan dalam memahami kompleksitas materi di tingkat doktor. Namun, tantangan tersebut dipandang sebagai bagian dari proses akademik yang memperkaya pengalaman belajar. Materi yang disampaikan sejalan dengan pengembangan keilmuan dan memberi kontribusi pada proses riset serta karya ilmiah mahasiswa.
  5. Kritik dan Saran
    Secara umum, komentar mahasiswa menunjukkan kepuasan dan apresiasi terhadap kualitas perkuliahan. Meski demikian, sejumlah masukan juga disampaikan, antara lain terkait kebutuhan metode pembelajaran yang lebih interaktif, praktis, dan kontekstual dengan perkembangan zaman. Selain itu, mahasiswa menekankan pentingnya pembaruan kurikulum secara berkelanjutan agar tetap relevan dengan dinamika ilmu psikologi global.

Makna dan Tindak Lanjut

Hasil evaluasi ini memberikan gambaran bahwa proses pembelajaran di Program Studi Doktor Ilmu Psikologi UGM telah berjalan dengan baik, sekaligus menyoroti beberapa area yang dapat ditingkatkan. Program Studi memandang setiap kritik dan saran sebagai masukan konstruktif untuk memperkuat strategi pembelajaran, memperluas metode interaktif, dan memperkaya pengalaman akademik mahasiswa.

Sebagai bagian dari tindak lanjut, Program Studi berkomitmen untuk:

  • Meningkatkan kualitas pengajaran dengan memperkuat inovasi metode pembelajaran.
  • Memperluas penggunaan media dan referensi yang relevan serta mutakhir.
  • Mengembangkan kurikulum agar selalu adaptif dengan perkembangan ilmu psikologi dan kebutuhan masyarakat.
  • Menciptakan lingkungan akademik yang semakin mendukung mahasiswa dalam menghadapi tantangan intelektual di jenjang doktoral.

Evaluasi mahasiswa bukan hanya sekadar mekanisme penilaian, tetapi juga menjadi sarana refleksi bersama antara mahasiswa dan dosen untuk menciptakan suasana akademik yang lebih baik. Dengan semangat kolaborasi dan keterbukaan terhadap masukan, Program Studi Doktor Ilmu Psikologi UGM terus berkomitmen untuk menjadi pusat pengembangan ilmu psikologi yang unggul, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat.

 

Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati

Ujian Tertutup Brigitta Erlita Tri Anggadewi: Menggali Makna Independent Living bagi Individu dengan Disabilitas Intelektual

Rilis Selasa, 2 September 2025

Pada Selasa, 2 September 2025, Program Studi Doktor Ilmu Psikologi UGM Kembali menggelar ujian tertutup ketiga dari mahasiswa angkatan 2021. Giliran Brigitta Erlita Tri Anggadewi, S.Psi., M.Psi., Psikolog, mempertahankan hasil riset disertasinya yang berjudul Konsep Independent Living Pada Orang Dengan Disabilitas Intelektual Dalam Konteks Indonesia. 

Tim pengujian terdiri dari Dr. Nida Ul Hasanat, M.Si., Psikolog, sebagai Promotor dan Restu Tri Handoyo, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog, sebagai Ko-promotor. Disertasi Erlita juga diuji oleh para pakar di bidangnya, yaitu: Elga Andriana, S.Psi, M.Ed, Ph.D., (Fakultas Psikologi UGM), Supra Wimbarti, M.Sc., Ph.D., Psikolog, (Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) Komisi Ilmu Sosial Jakarta), dan Prof. Dr. Mumpuniarti, M.Pd. (Pendidikan Luar Biasa, FIP dan Psikologi, UNY). Dr. Wenty Marina Minza, M.A., selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Psikologi UGM memimpin jalannya ujian.

Disertasi ini terdiri dari lima studi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari individu dengan disabilitas intelektual, orang tua, guru, psikolog (tumbuh kembang, SLB, rehabilitasi), dokter, hingga pembuat kebijakan. Dengan pendekatan ini, Erlita berusaha memotret makna independent living secara komprehensif dari berbagai sudut pandang.

Erlita memaparkan kemandirian bukan sekadar konsep individual, melainkan juga hasil dari interaksi, dukungan, dan pemahaman lingkungan sekitar. “Penting untuk mendengarkan bagaimana perspektif independent living dari orang-orang yang ada di sekitar individu dengan disabilitas intelektual,” ujarnya.

Erlita juga menegaskan komitmennya untuk menyebarluaskan hasil penelitiannya kepada berbagai pihak yang terlibat dalam proses riset. Ia berharap temuannya dapat membuka ruang diskusi baru mengenai bagaimana independent living dapat diwujudkan secara lebih inklusif dan kontekstual di Indonesia.

Penelitian ini diharapkan tidak hanya menjadi kontribusi bagi pengembangan ilmu psikologi, tetapi juga memberi dampak nyata dalam mendorong masyarakat yang lebih peduli, inklusif, dan mendukung kemandirian bagi individu dengan disabilitas intelektual.

Selamat kepada Brigitta Erlita Tri Anggadewi atas capaian penting ini. Semoga langkah berikutnya semakin membuka jalan bagi hadirnya psikologi yang berdampak luas bagi kehidupan.

 

Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati
Editor: Sussanti

123
Universitas Gadjah Mada

Program Studi Doktor Ilmu Psikologi
Fakultas Psikologi
Universitas Gadjah Mada

Jl. Sosio Humaniora Bulaksumur
Yogyakarta 55281 Indonesia
doktor.psikologi[at]ugm.ac.id
Doktor Ilmu Psikologi UGM
doktorpsikologiugm
+62 822 2720 5719
+62 (274) 550435
+62 (274) 550435

Profil

  • Sekilas Pandang
  • Pengelola
  • Promotor & Ko-Promotor
  • Unit Pendukung Penelitian

Akademik

  • Panduan Akademik
  • Kurikulum 2014
  • Kurikulum 2020
  • Simaster
  • Sistem Informasi Terintegrasi

Fasilitas

  • PERPUSTAKAAN
  • PENJAMINAN MUTU
  • AKSES JURNAL DAN EBOOK
  • LAYANAN TEKNOLOGI INFORMASI

Kemahasiswaan & Alumni

  • Prestasi Mahasiswa
  • Promovendus Club
  • Profil Mahasiswa

© 2021 Universitas Gadjah Mada