• Tentang UGM
  • Akademik
  • Penelitian
  • Perpustakaan
  • Pusat IT
  • Webmail
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada
  • PROFIL
    • SEKILAS PANDANG
    • PENGELOLA
    • PROMOTOR & KO-PROMOTOR
    • UNIT PENDUKUNG PENELITIAN
    • Prosedur Operasional Standar
  • AKADEMIK
    • PANDUAN AKADEMIK
    • Academic Guide
    • Panduan Penulisan Disertasi
    • KURIKULUM
      • KURIKULUM 2014
      • KURIKULUM 2020
    • SIMASTER
    • SISTEM INFORMASI TERINTEGRASI
    • LEAFLET
  • FASILITAS
    • PERPUSTAKAAN
    • PENJAMINAN MUTU
    • AKSES JURNAL DAN EBOOK
    • LAYANAN TEKNOLOGI INFORMASI
  • KEMAHASISWAAN & ALUMNI
    • PRESTASI MAHASISWA
    • PROMOVENDUS CLUB
    • PROFIL MAHASISWA
    • PROFIL ALUMNI
  • PENDAFTARAN
    • PROSEDUR
    • SYARAT
    • SELEKSI
    • JADWAL SELEKSI
    • DAFTAR
    • Program Fast-Track S2-S3
  • Home
  • Rilis

Tri Astuti Raih Doktor Usai Teliti Strategi Efektif Tim Virtual

  • Rilis
  • 25 Agustus 2023, 08.29
  • Oleh : Humas

Relasi yang terjalin antar karyawan saat ini banyak mengalami perubahan yang cukup signifikan. Pada awalnya relasi terbentuk melalui interaksi langsung pada tim tradisional. Seiring perkembangan maka dalam beberapa dekade relasi yang terjalin tidak hanya terjadi secara langsung tetapi bisa terjadi karena difasilitasi oleh teknologi dan jaringan seperti pada tim virtual.

Perubahan dari tim tradisional ke arah tim virtual mengakibatkan adanya perubahan dinamika relasi yang terjadi. Adalah Tri Astuti., S.Psi., M.Psi., Psikolog, staf pengajar Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur yang kemudian melakukan penelitian soal ini.

Penelitian dilakukan untuk mengembangkan teori dinamika kelompok tim virtual pada startup. Metode penelitian yang ia gunakan ialah metode kualitatif dengan pendekatan grounded theory. Sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam dan observasi dengan melibatkan partisipan sebanyak 18 dari 17 startup digital.

“Penelitian inipun menemukan selective coding yang berorientasi pada solusi yang dapat dijelaskan melalui alur dinamika dari 10 kategori yang dibagi ke dalam tiga tahapan sistemik input, proses, dan output yaitu preferensi organsiasi, preferensi personal, voluntary task assignment, kelompok kecil, “update culture”, manajemen terbuka, back to back, peralihan instan, rasa memiliki kelompok, dan kinerja,” ujar Tri Astuti saat ujian terbuka Program Doktor di Fakultas Psikologi UGM, Kamis (24/8).

Dia mengungkapkan tim virtual berorientasi pada solusi menawarkan output dari hasil relasi positif seperti efektivitas pencapaian target kerja tepat waktu, efisiensi dan implikasi dari penelitian yang ia lakukan dapat digunakan sebagai gambaran awal bagi perusahaan yang ingin membentuk tim virtual dan membuat sistem manajemen tim virtual dengan mempertimbangkan kategori yang muncul guna mendukung pencapaian kinerja perusahaan.

Mempertahankan disertasi Orientasi Pada Solusi: Strategi Efektif Pada Tim Virtual, Tri Astuti menjelaskan tim virtual tidak akan terbentuk jika perusahaan tidak mempertimbangkan strategi, pengaruh dari lingkungan luar sampai dengan jenis pekerjaan yang berpeluang untuk dibentuk secara tim virtual. Pilihan gaya kerja karyawan juga menjadi salah satu faktor penentu apakah tim virtual akan terbentuk atau tidak.

Beberapa karyawan yang menyukai pekerjaan dengan cara berinteraksi langsung akan mengalami kesulitan jika harus bekerja dalam tim virtual kerena telah terbiasa dan termotivasi bekerja dengan berinteraksi langsung. Di saat kedua komponen tersebut sudah dipertimbangkan dengan cukup matang maka relasi yang terjalin secara virtualpun akan berlanjut pada proses lebih formal yaitu pembagian tugas kerja.

“Pada tim virtual, proses pembagian kerja memang lebih banyak dilakukan melalui proyek-proyek sementara. Proyek yang lolos melalui tahapan review oleh pemimpin kemudian dibawa pada bawahannya untuk disebarkan dengan mempertimbangkan tiga hal yaitu prioritas, beban kerja dan pengalaman,” jelasnya.

Karyawan yang memenuhi ketiga hal tersebut, dalam pandangan Tri Astuti, memiliki peluang untuk mendapatkan proyek yang ditawarkan. Dalam proses koordinasi antara pemimpin dan bawahan akan dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil dengan tujuan dapat bertukar informasi pada kelompok kecil dan memungkinkan tim virtual mencapai mutual understanding yang lebih cepat dibandingkan dengan membagi informasi pada kelompok yang lebih besar.

“Selanjutnya, jika kelompok-kelompok kecil sudah terbentuk maka pemimpin dan bawahan akan melakukan interaksi yang dijelaskan melalui empat kategori yaitu update culture, manajemen terbuka, back to back, dan peralihan instan. Keempat kategori ini menggambarkan proses koordinasi sampai dengan monitoring yang dilakukan oleh pemimpin dan bawahan. Seluruh tahapan proses saling memengaruhi satu sama lain, dan memiliki dampak terhadap perusahaan itu sendiri,”tandas Tri Astuti dalam ujiannya.

Penulis : Agung Nugroho
Foto : Erna (Fak. Psikologi)

Sumber: http://ugm.ac.id/id/berita/tri-astuti-raih-doktor-usai-teliti-strategi-efektif-tim-virtual/

Related Posts

Ujian Tertutup Radhiatul Fitri Bahas Dampak Trauma Masa Kanak-Kanak terhadap Pengasuhan dan Perkembangan Emosi Anak

Rilis Jumat, 19 Juni 2026

Pengalaman masa kanak-kanak tidak hanya membentuk individu pada masa tersebut, tetapi juga dapat memengaruhi cara seseorang menjalani peran sebagai orang tua di kemudian hari. Topik inilah yang menjadi fokus penelitian Radhiatul Fitri, S.Psi., M.Psi., Psikolog dalam Ujian Tertutup Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada yang diselenggarakan pada Kamis, 18 Juni 2026.

Dalam ujian tersebut, Radhiatul mempresentasikan dan mempertahankan disertasinya yang berjudul “Trauma Masa Kanak-Kanak dan Pengasuhan Ibu: Peran Reflective Functioning Spesifik Trauma (RF-T) pada Pemrosesan Neural Emosi Anak dan Persepsi Kompetensi Pengasuhan.”

Ujian Tertutup dipimpin oleh Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D., selaku Ketua Tim Penguji. Disertasi ini disusun di bawah bimbingan Supra Wimbarti, M.Sc., Ph.D., Psikolog sebagai Promotor dan Dr. Nita Handayani, S.Si., M.Si. sebagai Ko-promotor.

Sementara itu, Tim Penguji terdiri atas Dra. Sri Kusrohmaniah, M.Si., Ph.D., Psikolog, Sutarimah Ampuni, S.Psi., M.Si., M.Psych., Ph.D., Psikolog, Dr. dr. Ahmad Asmedi, Sp.S(K)., M.Kes. dari Fakultas Kedokteran UGM, serta Galang Lufityanto, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog dari Wenzhou-Kean University, China.

Melalui penelitian ini, Radhiatul mengkaji keterkaitan antara pengalaman trauma masa kanak-kanak yang dialami ibu dengan proses pengasuhan yang dijalankan pada masa dewasa. Secara khusus, penelitian ini menyoroti peran Reflective Functioning Spesific Trauma (RF-T), yaitu kemampuan individu untuk memahami, merefleksikan, dan memberi makna terhadap pengalaman traumatis yang pernah dialaminya.

Kajian ini menjadi menarik karena tidak hanya melihat dampak trauma pada tingkat psikologis orang tua, tetapi juga menelusuri bagaimana pengalaman tersebut dapat berkaitan dengan pemrosesan emosi anak pada tingkat neural serta persepsi ibu terhadap kompetensinya dalam mengasuh.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman traumatis yang tidak diproses secara adaptif berpotensi memengaruhi kualitas pengasuhan. Sebaliknya, kemampuan reflektif terhadap pengalaman trauma dapat menjadi faktor penting yang membantu individu memahami pengalaman masa lalunya secara lebih sehat dan mendukung relasi pengasuhan yang lebih positif.

Diskusi selama ujian berlangsung secara dinamis dengan berbagai masukan dari tim penguji yang berasal dari bidang psikologi perkembangan, psikologi klinis, hingga ilmu saraf. Perspektif multidisiplin tersebut memperkaya pembahasan mengenai hubungan antara trauma, pengasuhan, dan perkembangan emosi anak.

Melalui disertasi ini, Radhiatul memberikan kontribusi pada pengembangan kajian psikologi perkembangan dan keluarga, khususnya dalam memahami mekanisme psikologis yang menjembatani pengalaman trauma orang tua dengan proses pengasuhan pada generasi berikutnya. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pengembangan intervensi dan program pendampingan keluarga yang lebih sensitif terhadap pengalaman trauma, sehingga mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

 

Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati

Sartana Bahas Konstruksi Identitas Nasional Generasi Milenial dalam Ujian Tertutup Doktor Psikologi UGM

Rilis Kamis, 11 Juni 2026

Di tengah derasnya arus globalisasi, perkembangan teknologi digital, dan perubahan sosial yang semakin dinamis, pertanyaan mengenai bagaimana generasi muda memaknai identitas kebangsaannya menjadi semakin relevan. Isu tersebut menjadi fokus penelitian yang diangkat oleh Sartana, M.A. dalam Ujian Tertutup Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada yang diselenggarakan pada Selasa, 9 Juni 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Sartana mempertahankan disertasinya yang berjudul “Konstruksi Identitas Nasional Generasi Milenial di Indonesia.” Penelitian ini berupaya memahami bagaimana generasi milenial membangun, memaknai, dan menegosiasikan identitas nasional mereka dalam konteks kehidupan sosial yang terus berubah.

Ujian Tertutup dipimpin oleh Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D., selaku Ketua Tim Penguji. Disertasi ini disusun di bawah bimbingan Prof. Dr. Avin Fadilla Helmi, M.Si., sebagai Promotor dan Edilburga Wulan Saptandari, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog sebagai Ko-promotor.

Sementara itu, Tim Penguji terdiri atas Prof. Drs. Subandi, M.A., Ph.D., Psikolog, Dr. Arum Febriani, S.Psi., M.A., serta Dr. Siti Rohmah Nurhayati, M.Si., dari Fakultas Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta.

Melalui penelitiannya, Sartana mengkaji identitas nasional sebagai konstruksi psikologis yang tidak hanya melibatkan aspek kognitif berupa pandangan dan pemahaman mengenai bangsa, tetapi juga aspek afektif yang berkaitan dengan perasaan dan keterikatan emosional terhadap identitas kebangsaan.

Salah satu diskusi menarik dalam ujian berlangsung ketika Dr. Arum Febriani mengajukan pertanyaan mengenai hubungan antara dimensi afektif dan dimensi kognitif dalam identitas nasional. Menanggapi hal tersebut, Sartana menjelaskan bahwa kedua dimensi tersebut tidak dapat dipisahkan secara tegas.

“Kedua dimensi ini tidak terpisah. Dalam beberapa kondisi, misalnya ketika seseorang mengalami emosi yang ambivalen, aspek kognitif dan emosional bekerja secara bersamaan dalam membentuk identitas nasional,” jelas Sartana.

Diskusi berikutnya menyoroti tujuan penelitian yang juga berupaya mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pemahaman individu terhadap identitas nasional. Sartana menjelaskan bahwa faktor-faktor tersebut lebih tepat dipahami sebagai pemicu atau kondisi yang mendorong muncul dan berkembangnya identitas nasional pada individu. Menanggapi hal tersebut, Dr. Arum memberikan masukan agar istilah yang digunakan dalam penelitian dapat disesuaikan sehingga lebih merepresentasikan peran faktor tersebut sebagai pemicu terbentuknya identitas nasional.

Melalui penelitian ini, Sartana menawarkan perspektif bahwa identitas nasional bukanlah konsep yang statis, melainkan terus dibangun melalui interaksi antara pengalaman personal, emosi, nilai-nilai sosial, serta konteks kebangsaan yang dihadapi individu sepanjang hidupnya.

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian psikologi sosial dan psikologi kebangsaan di Indonesia, sekaligus memperkaya pemahaman mengenai bagaimana generasi milenial memaknai identitas nasional di tengah berbagai perubahan sosial yang terjadi pada era kontemporer.

 

Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati

Ujian Tertutup Arumi Savitri Fatimaningrum Bahas Penggunaan Smartphone Ibu dalam Konteks Pengasuhan Anak Prasekolah

Rilis Selasa, 9 Juni 2026

Penggunaan smartphone telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam kehidupan keluarga dan pengasuhan anak. Di tengah meningkatnya intensitas penggunaan teknologi digital, muncul pertanyaan mengenai bagaimana keterlibatan psikologis seseorang terhadap smartphone dapat memengaruhi perannya sebagai pengasuh utama anak.

Isu tersebut menjadi fokus penelitian yang dipresentasikan oleh Arumi Savitri Fatimaningrum, S.Psi., M.A. dalam Ujian Tertutup Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada yang dilaksanakan pada Senin, 8 Juni 2026. Dalam kesempatan tersebut, Arumi mempertahankan disertasinya yang berjudul “Model Absorpsi Kognitif Penggunaan Smartphone pada Ibu dalam Konteks Pengasuhan Anak Usia Prasekolah.”

Ujian Tertutup dipimpin oleh Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D.. selaku Ketua Tim Penguji. Disertasi ini disusun di bawah bimbingan Prof. Dr. Tina Afiatin, M.Si., Psikolog sebagai Promotor dan Dr. Arum Febriani, S.Psi., M.A., sebagai Ko-Promotor.

Sementara itu, Tim Penguji terdiri atas Edilburga Wulan Saptandari, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog; Sutarimah Ampuni, S.Psi., M.Si., M.Psych., Ph.D., Psikolog; serta Dr. Rita Eka Izzaty, S.Psi., M.Si., Psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta.

Melalui penelitian ini, Arumi berupaya memahami bagaimana proses cognitive absorption atau keterlibatan psikologis yang mendalam terhadap penggunaan smartphone terjadi pada ibu yang memiliki anak usia prasekolah. Penelitian tersebut juga mengkaji berbagai faktor yang berkontribusi terhadap munculnya kondisi tersebut dalam konteks pengasuhan sehari-hari.

Salah satu diskusi menarik selama ujian muncul ketika Rita Eka Izzaty mempertanyakan alasan pemilihan ibu sebagai subjek utama penelitian. Menanggapi hal tersebut, Arumi menjelaskan bahwa dalam konteks budaya Indonesia, ibu masih menjadi figur yang paling dominan dalam praktik pengasuhan anak.

“Berdasarkan studi pendahuluan yang kami lakukan, para ibu sendiri memandang bahwa mereka memiliki porsi pengasuhan yang lebih besar dibandingkan anggota keluarga lainnya. Temuan tersebut juga sejalan dengan karakteristik pengasuhan yang masih banyak ditemukan dalam konteks Indonesia,” jelas Arumi.

Diskusi lain yang tidak kalah menarik muncul ketika Edilburga Wulan Saptandari menyoroti kemungkinan faktor-faktor yang dapat mengurangi kecenderungan ibu mengalami absorpsi kognitif saat menggunakan smartphone. Menjawab pertanyaan tersebut, Arumi mengemukakan bahwa salah satu faktor penting yang berperan adalah kondisi stres pengasuhan (parenting stress).

Menurutnya, stres pengasuhan menjadi mekanisme psikologis yang penting untuk dipahami dalam hubungan antara ibu dan perilaku penggunaan smartphone. Selain itu, kemampuan regulasi diri juga menjadi salah satu faktor yang dapat membantu ibu mengelola keterlibatan mereka terhadap perangkat digital di tengah tuntutan pengasuhan.

Temuan ini memberikan kontribusi baru dalam memahami dinamika penggunaan teknologi digital di lingkungan keluarga. Penelitian Arumi menunjukkan bahwa perilaku penggunaan smartphone tidak hanya dipengaruhi oleh faktor teknologi semata, tetapi juga berkaitan erat dengan kondisi psikologis yang dialami individu dalam menjalankan peran pengasuhan.

Melalui penelitian ini, diharapkan muncul pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya mendukung kesejahteraan psikologis orang tua, khususnya ibu, sebagai bagian dari upaya menciptakan pengasuhan yang lebih optimal di era digital. Hasil penelitian ini juga berpotensi menjadi dasar bagi pengembangan program edukasi maupun intervensi yang membantu keluarga mengelola penggunaan teknologi secara lebih sehat dan seimbang.

 

Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati

Medianta Tarigan

AlumniAngkatan 2021 Selasa, 12 Mei 2026

  • mediantatarigan[at]mail.ugm.ac.id
  • Angkatan 2021
Disertasi
Abstrak
Promotor
Co-Promotor
Disertasi

Pengembangan dan Evaluasi Properti Psikometrik Situational Judgment Test Profil Kepribadian Five Factor Model

Abstrak

Situational Judgement Test merupakan metode pengukuran terhadap individu yang menyajikan skenario berisi berbagai permasalahan yang dilematis pada sebuah konteks sehingga tidak rentan terhadap respon yang bias. Karateristik soal pada SJT yang mengandung konteks situasi dinilai mampu meminimalisir bias respon sebagaimana yang sering terjadi pada metode pengukuran tradisional seperti skala atau kuesioner ketika digunakan dalam pengukuran ciri kepribadian Five Factor Model (FFM). Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana penerapan metode pengukuran SJT untuk mengukur ciri kepribadian terutama terkait dengan proses pengembangannya serta melihat potensi model statistika Diagnostic Classification Model (DCM) untuk mengevaluasi properti psikometris dari hasil interpretasi skornya. Melalui pendekatan kajian psikometrika modern, penelitian ini disusun dengan 3 studi dimana studi pertama, dikhususkan untuk mengembangkan atau mengkonstruksikan SJT itu sendiri, lalu kemudian studi kedua dilakukan untuk melakukan evaluasi kualitas properti psikometri SJT yang sudah dikembangkan dengan menggunakan model statistika DCM serta studi yang ketiga adalah menyediakan bukti validitas eksternal hasil interpretasi skor SJT dengan melihat hubungan hasil skor SJT dengan hasil skor pengukuran metode lain yang mengukur atribut yang sama yaitu skala IPIP NEO-PI 120. Hasil penelitian diharapkan dapat memperluas khasanah atau wawasan tentang metode asesmen yang bersifat non-konvensional di bidang psikometri serta memberikan dampak terhadap penggunaan SJT di lapangan.

Promotor

Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D.

Co-Promotor

Agung Santoso, S.Psi., M.A., Ph.D.

Profil Singkat

Sebagai seorang Konsultan Sumber Daya Manusia, Peneliti Alat Tes Psikologi, Psikolog, dan Dosen, saya memiliki ketertarikan yang mendalam terhadap bidang Sumber Daya Manusia serta penelitian terkait psikometris alat tes. Salah satu fokus utama saya adalah mengembangkan dan meneliti lebih lanjut Situational Judgement Test sebagai salah satu metode asesmen psikologis yang efektif untuk berbagai kebutuhan.

Universitas Gadjah Mada

Program Studi Doktor Ilmu Psikologi
Fakultas Psikologi
Universitas Gadjah Mada

Jl. Sosio Humaniora Bulaksumur
Yogyakarta 55281 Indonesia
doktor.psikologi[at]ugm.ac.id
Doktor Ilmu Psikologi UGM
doktorpsikologiugm
+62 822 2720 5719
+62 (274) 550435
+62 (274) 550435

Profil

  • Sekilas Pandang
  • Pengelola
  • Promotor & Ko-Promotor
  • Unit Pendukung Penelitian

Akademik

  • Panduan Akademik
  • Kurikulum 2014
  • Kurikulum 2020
  • Simaster
  • Sistem Informasi Terintegrasi

Fasilitas

  • PERPUSTAKAAN
  • PENJAMINAN MUTU
  • AKSES JURNAL DAN EBOOK
  • LAYANAN TEKNOLOGI INFORMASI

Kemahasiswaan & Alumni

  • Prestasi Mahasiswa
  • Promovendus Club
  • Profil Mahasiswa

© 2021 Universitas Gadjah Mada