- nurdiyanto@mail.ugm.ac.id
- Angkatan 2023
Ketangguhan Keluarga Multigenerasi Jawa dalam Merawatasuh Lansia: Studi Etnografi di Yogyakarta
Disertasi ini merupakan studi tentang ketangguhan keluarga multigenerasi Jawa yang memberikan perawatasuhan untuk lansia. Seiring dengan meningkatnya populasi lansia di Indonesia, kebijakan dan infrastruktur yang responsif terhadap penuaan penduduk masih terbatas. Ketiadaan dukungan terhadap peran keluarga dalam perawatasuhan lansia dapat menempatkan keluarga mengalami kerentanan dan beban perawatasuh. Penelitian ini bermaksud untuk mengeksplorasi dinamika ketangguhan keluarga multigenerasi Jawa yang menjalankan perawatasuhan lansia dengan memfokuskan pada tiga bagian: 1) bagaimana trajektori perawatasuhan lansia dalam keluarga multigenerasi, 2) seperti apa konstruksi ketangguhan keluarga multigenerasi dalam merawatasuh lansia, dan 3) dan bagaimana negosiasi sumber daya keluarga multigenerasi yang menggambarkan ketangguhan. Disertasi ini beranjak pada isu-isu perawatasuhan lansia baik secara struktural, kultural, dan familial yang dapat memengaruhi ketangguhan keluarga dalam memberikan perawatasuhan lansia. Dua pendekatan: psikologi keluarga serta gerontologi kritis dan humanistik akan menjadi roh dalam memandang keluarga di tengah-tengah kompleksitas perawatasuhan lansia. Penelitian disertasi ini akan mengadopsi etnografi dan dilakukan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Partisipan penelitian yang terlibat merupakan keluarga multigenerasi etnis Jawa yang tengah merawatasuh lansia. Analisis data dilakukan dengan analisis etnografi yang akan memfokuskan pada: 1) trajektori perawatasuhan, 2) makna dan konstruksi ketangguhan, dan 3) negosiasi dan strategi perawatasuhan.
Nurdiyanto, yang akrab disapa Noer, merupakan peneliti di Center for Restoration & Regeneration Studies (CRRS). Latar belakang akademiknya dibangun di Fakultas Psikologi, Universitas Gadjah Mada, tempat ia menempuh pendidikan Sarjana dan Magister. Penelitiannya berfokus pada isu kesehatan jiwa, kelanjutusiaan (aging), dan praktik perawatasuhan (care) dengan menggunakan kerangka keadilan agraria dan iklim (agrarian & climate justice). Ia aktif menggabungkan riset dan advokasi masyarakat untuk mendorong pemahaman yang lebih kontekstual mengenai kesehatan dan keberlanjutan sosial.
