• Tentang UGM
  • Akademik
  • Penelitian
  • Perpustakaan
  • Pusat IT
  • Webmail
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada
  • PROFIL
    • SEKILAS PANDANG
    • PENGELOLA
    • PROMOTOR & KO-PROMOTOR
    • UNIT PENDUKUNG PENELITIAN
    • Prosedur Operasional Standar
  • AKADEMIK
    • PANDUAN AKADEMIK
    • Academic Guide
    • Panduan Penulisan Disertasi
    • KURIKULUM
      • KURIKULUM 2014
      • KURIKULUM 2020
    • SIMASTER
    • SISTEM INFORMASI TERINTEGRASI
    • LEAFLET
  • FASILITAS
    • PERPUSTAKAAN
    • PENJAMINAN MUTU
    • AKSES JURNAL DAN EBOOK
    • LAYANAN TEKNOLOGI INFORMASI
  • KEMAHASISWAAN & ALUMNI
    • PRESTASI MAHASISWA
    • PROMOVENDUS CLUB
    • PROFIL MAHASISWA
  • PENDAFTARAN
    • PROSEDUR
    • SYARAT
    • SELEKSI
    • JADWAL SELEKSI
    • DAFTAR
    • Program Fast-Track S2-S3
  • Home
  • Rilis

Evaluasi Mahasiswa Mengenai Mata Kuliah dan Dosen Program Studi Doktor Ilmu Psikologi UGM TA 2024/2025

  • Rilis
  • 3 Oktober 2025, 15.18
  • Oleh : admin

Sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen pada kualitas akademik dan pengembangan keilmuan, Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) secara rutin melaksanakan evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran. Evaluasi ini melibatkan mahasiswa sebagai responden utama untuk memberikan umpan balik mengenai pengalaman belajar mereka dalam satu tahun akademik.

Kegiatan evaluasi ini menjadi bagian penting dari upaya Program Studi dalam menjaga mutu, meningkatkan kualitas interaksi akademik, serta memastikan bahwa setiap proses pembelajaran berlangsung sesuai dengan standar akademik UGM. Melalui evaluasi, mahasiswa memiliki ruang untuk menyampaikan apresiasi, kritik, maupun saran yang akan menjadi dasar perbaikan di masa mendatang.

Fokus Evaluasi

Evaluasi mahasiswa tahun akademik 2024/2025 menyoroti beberapa aspek utama, yaitu:

  1. Kesesuaian Materi dan Tujuan Pembelajaran
    Mahasiswa menilai bahwa materi kuliah yang disampaikan telah selaras dengan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Kesesuaian ini penting untuk memastikan bahwa capaian pembelajaran dapat diraih dengan baik serta mendukung pengembangan kompetensi akademik mahasiswa di tingkat doktoral.
  2. Kualitas Pengajaran dan Interaksi Dosen
    Aspek ini mendapat apresiasi positif dari mahasiswa. Mereka merasa dihargai, didukung, serta diberikan ruang untuk berdiskusi secara terbuka dengan para dosen. Kualitas interaksi, termasuk dalam bentuk umpan balik terhadap tugas dan presentasi, dinilai sangat membantu menciptakan suasana belajar yang kondusif, kolaboratif, dan mendorong pemikiran kritis.
  3. Efektivitas Media, Contoh, dan Referensi
    Penggunaan media pembelajaran yang beragam, penyajian contoh yang relevan, serta penyediaan referensi ilmiah yang memadai dianggap sangat bermanfaat bagi mahasiswa. Alat bantu ini tidak hanya memudahkan pemahaman, tetapi juga memperdalam wawasan mahasiswa dalam mengeksplorasi materi yang bersifat teoritis maupun aplikatif.
  4. Keilmuan
    Mahasiswa mengakui bahwa terdapat tantangan dalam memahami kompleksitas materi di tingkat doktor. Namun, tantangan tersebut dipandang sebagai bagian dari proses akademik yang memperkaya pengalaman belajar. Materi yang disampaikan sejalan dengan pengembangan keilmuan dan memberi kontribusi pada proses riset serta karya ilmiah mahasiswa.
  5. Kritik dan Saran
    Secara umum, komentar mahasiswa menunjukkan kepuasan dan apresiasi terhadap kualitas perkuliahan. Meski demikian, sejumlah masukan juga disampaikan, antara lain terkait kebutuhan metode pembelajaran yang lebih interaktif, praktis, dan kontekstual dengan perkembangan zaman. Selain itu, mahasiswa menekankan pentingnya pembaruan kurikulum secara berkelanjutan agar tetap relevan dengan dinamika ilmu psikologi global.

Makna dan Tindak Lanjut

Hasil evaluasi ini memberikan gambaran bahwa proses pembelajaran di Program Studi Doktor Ilmu Psikologi UGM telah berjalan dengan baik, sekaligus menyoroti beberapa area yang dapat ditingkatkan. Program Studi memandang setiap kritik dan saran sebagai masukan konstruktif untuk memperkuat strategi pembelajaran, memperluas metode interaktif, dan memperkaya pengalaman akademik mahasiswa.

Sebagai bagian dari tindak lanjut, Program Studi berkomitmen untuk:

  • Meningkatkan kualitas pengajaran dengan memperkuat inovasi metode pembelajaran.
  • Memperluas penggunaan media dan referensi yang relevan serta mutakhir.
  • Mengembangkan kurikulum agar selalu adaptif dengan perkembangan ilmu psikologi dan kebutuhan masyarakat.
  • Menciptakan lingkungan akademik yang semakin mendukung mahasiswa dalam menghadapi tantangan intelektual di jenjang doktoral.

Evaluasi mahasiswa bukan hanya sekadar mekanisme penilaian, tetapi juga menjadi sarana refleksi bersama antara mahasiswa dan dosen untuk menciptakan suasana akademik yang lebih baik. Dengan semangat kolaborasi dan keterbukaan terhadap masukan, Program Studi Doktor Ilmu Psikologi UGM terus berkomitmen untuk menjadi pusat pengembangan ilmu psikologi yang unggul, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat.

 

Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati

Tags: doktor ilmu psikolgi fakultas psikologi ugm SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh SDGs

Related Posts

Sartana Bahas Konstruksi Identitas Nasional Generasi Milenial dalam Ujian Tertutup Doktor Psikologi UGM

Rilis Kamis, 11 Juni 2026

Di tengah derasnya arus globalisasi, perkembangan teknologi digital, dan perubahan sosial yang semakin dinamis, pertanyaan mengenai bagaimana generasi muda memaknai identitas kebangsaannya menjadi semakin relevan. Isu tersebut menjadi fokus penelitian yang diangkat oleh Sartana, M.A. dalam Ujian Tertutup Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada yang diselenggarakan pada Selasa, 9 Juni 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Sartana mempertahankan disertasinya yang berjudul “Konstruksi Identitas Nasional Generasi Milenial di Indonesia.” Penelitian ini berupaya memahami bagaimana generasi milenial membangun, memaknai, dan menegosiasikan identitas nasional mereka dalam konteks kehidupan sosial yang terus berubah.

Ujian Tertutup dipimpin oleh Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D., selaku Ketua Tim Penguji. Disertasi ini disusun di bawah bimbingan Prof. Dr. Avin Fadilla Helmi, M.Si., sebagai Promotor dan Edilburga Wulan Saptandari, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog sebagai Ko-promotor.

Sementara itu, Tim Penguji terdiri atas Prof. Drs. Subandi, M.A., Ph.D., Psikolog, Dr. Arum Febriani, S.Psi., M.A., serta Dr. Siti Rohmah Nurhayati, M.Si., dari Fakultas Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta.

Melalui penelitiannya, Sartana mengkaji identitas nasional sebagai konstruksi psikologis yang tidak hanya melibatkan aspek kognitif berupa pandangan dan pemahaman mengenai bangsa, tetapi juga aspek afektif yang berkaitan dengan perasaan dan keterikatan emosional terhadap identitas kebangsaan.

Salah satu diskusi menarik dalam ujian berlangsung ketika Dr. Arum Febriani mengajukan pertanyaan mengenai hubungan antara dimensi afektif dan dimensi kognitif dalam identitas nasional. Menanggapi hal tersebut, Sartana menjelaskan bahwa kedua dimensi tersebut tidak dapat dipisahkan secara tegas.

“Kedua dimensi ini tidak terpisah. Dalam beberapa kondisi, misalnya ketika seseorang mengalami emosi yang ambivalen, aspek kognitif dan emosional bekerja secara bersamaan dalam membentuk identitas nasional,” jelas Sartana.

Diskusi berikutnya menyoroti tujuan penelitian yang juga berupaya mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pemahaman individu terhadap identitas nasional. Sartana menjelaskan bahwa faktor-faktor tersebut lebih tepat dipahami sebagai pemicu atau kondisi yang mendorong muncul dan berkembangnya identitas nasional pada individu. Menanggapi hal tersebut, Dr. Arum memberikan masukan agar istilah yang digunakan dalam penelitian dapat disesuaikan sehingga lebih merepresentasikan peran faktor tersebut sebagai pemicu terbentuknya identitas nasional.

Melalui penelitian ini, Sartana menawarkan perspektif bahwa identitas nasional bukanlah konsep yang statis, melainkan terus dibangun melalui interaksi antara pengalaman personal, emosi, nilai-nilai sosial, serta konteks kebangsaan yang dihadapi individu sepanjang hidupnya.

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian psikologi sosial dan psikologi kebangsaan di Indonesia, sekaligus memperkaya pemahaman mengenai bagaimana generasi milenial memaknai identitas nasional di tengah berbagai perubahan sosial yang terjadi pada era kontemporer.

Ujian Tertutup Arumi Savitri Fatimaningrum Bahas Penggunaan Smartphone Ibu dalam Konteks Pengasuhan Anak Prasekolah

Rilis Selasa, 9 Juni 2026

Penggunaan smartphone telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam kehidupan keluarga dan pengasuhan anak. Di tengah meningkatnya intensitas penggunaan teknologi digital, muncul pertanyaan mengenai bagaimana keterlibatan psikologis seseorang terhadap smartphone dapat memengaruhi perannya sebagai pengasuh utama anak.

Isu tersebut menjadi fokus penelitian yang dipresentasikan oleh Arumi Savitri Fatimaningrum, S.Psi., M.A. dalam Ujian Tertutup Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada yang dilaksanakan pada Senin, 8 Juni 2026. Dalam kesempatan tersebut, Arumi mempertahankan disertasinya yang berjudul “Model Absorpsi Kognitif Penggunaan Smartphone pada Ibu dalam Konteks Pengasuhan Anak Usia Prasekolah.”

Ujian Tertutup dipimpin oleh Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D.. selaku Ketua Tim Penguji. Disertasi ini disusun di bawah bimbingan Prof. Dr. Tina Afiatin, M.Si., Psikolog sebagai Promotor dan Dr. Arum Febriani, S.Psi., M.A., sebagai Ko-Promotor.

Sementara itu, Tim Penguji terdiri atas Edilburga Wulan Saptandari, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog; Sutarimah Ampuni, S.Psi., M.Si., M.Psych., Ph.D., Psikolog; serta Dr. Rita Eka Izzaty, S.Psi., M.Si., Psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta.

Melalui penelitian ini, Arumi berupaya memahami bagaimana proses cognitive absorption atau keterlibatan psikologis yang mendalam terhadap penggunaan smartphone terjadi pada ibu yang memiliki anak usia prasekolah. Penelitian tersebut juga mengkaji berbagai faktor yang berkontribusi terhadap munculnya kondisi tersebut dalam konteks pengasuhan sehari-hari.

Salah satu diskusi menarik selama ujian muncul ketika Rita Eka Izzaty mempertanyakan alasan pemilihan ibu sebagai subjek utama penelitian. Menanggapi hal tersebut, Arumi menjelaskan bahwa dalam konteks budaya Indonesia, ibu masih menjadi figur yang paling dominan dalam praktik pengasuhan anak.

“Berdasarkan studi pendahuluan yang kami lakukan, para ibu sendiri memandang bahwa mereka memiliki porsi pengasuhan yang lebih besar dibandingkan anggota keluarga lainnya. Temuan tersebut juga sejalan dengan karakteristik pengasuhan yang masih banyak ditemukan dalam konteks Indonesia,” jelas Arumi.

Diskusi lain yang tidak kalah menarik muncul ketika Edilburga Wulan Saptandari menyoroti kemungkinan faktor-faktor yang dapat mengurangi kecenderungan ibu mengalami absorpsi kognitif saat menggunakan smartphone. Menjawab pertanyaan tersebut, Arumi mengemukakan bahwa salah satu faktor penting yang berperan adalah kondisi stres pengasuhan (parenting stress).

Menurutnya, stres pengasuhan menjadi mekanisme psikologis yang penting untuk dipahami dalam hubungan antara ibu dan perilaku penggunaan smartphone. Selain itu, kemampuan regulasi diri juga menjadi salah satu faktor yang dapat membantu ibu mengelola keterlibatan mereka terhadap perangkat digital di tengah tuntutan pengasuhan.

Temuan ini memberikan kontribusi baru dalam memahami dinamika penggunaan teknologi digital di lingkungan keluarga. Penelitian Arumi menunjukkan bahwa perilaku penggunaan smartphone tidak hanya dipengaruhi oleh faktor teknologi semata, tetapi juga berkaitan erat dengan kondisi psikologis yang dialami individu dalam menjalankan peran pengasuhan.

Melalui penelitian ini, diharapkan muncul pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya mendukung kesejahteraan psikologis orang tua, khususnya ibu, sebagai bagian dari upaya menciptakan pengasuhan yang lebih optimal di era digital. Hasil penelitian ini juga berpotensi menjadi dasar bagi pengembangan program edukasi maupun intervensi yang membantu keluarga mengelola penggunaan teknologi secara lebih sehat dan seimbang.

 

Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati

Ujian Tertutup Muhammad Dwirifqi Kharisma Putra Bahas Literasi Statistika Mahasiswa Psikologi di Indonesia

Rilis Selasa, 5 Mei 2026

Literasi statistika dinilai menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki mahasiswa psikologi, khususnya dalam menghadapi perkembangan riset dan pengambilan keputusan berbasis data di dunia akademik maupun profesional. Namun demikian, pembelajaran statistika di lingkungan pendidikan tinggi masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kecemasan mahasiswa terhadap angka hingga perbedaan standar kemampuan antarperguruan tinggi.

Hal tersebut menjadi fokus penelitian disertasi Muhammad Dwirifqi Kharisma Putra, S.Psi., M.Si., dalam Ujian Tertutup Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi UGM yang diselenggarakan pada Senin, 4 Mei 2026. Dalam ujian tersebut, Dwirifqi mempresentasikan disertasinya yang berjudul “Pengembangan Instrumen dan Standard Setting Literasi Statistika untuk Mahasiswa Psikologi Jenjang Sarjana: Studi Berbasis Rasch Model.”

Ujian Tertutup dipimpin oleh Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D., selaku Ketua Tim Penguji. Disertasi ini disusun di bawah bimbingan Prof. Dr. Faturochman, M.A., sebagai Promotor dan Bahrul Hayat, M.A., Ph.D. dari Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai Ko-promotor.

Sementara itu, Tim Penguji terdiri dari Prof. Dr. Avin Fadilla Helmi, M.Si., Prof. Dr. Saifuddin Azwar, M.A. dari Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung, serta Prof. Dr. Wardani Rahayu, M.Si. dari Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta.

Dalam penelitiannya, Dwirifqi mengembangkan instrumen pengukuran literasi statistika mahasiswa psikologi dengan pendekatan Rasch Model. Pendekatan ini memungkinkan pengukuran kemampuan mahasiswa dilakukan secara lebih objektif dan terstandar, sekaligus membantu memetakan tingkat kompetensi statistika mahasiswa secara lebih akurat.

Melalui sesi diskusi dan tanya jawab selama ujian berlangsung, muncul berbagai refleksi mengenai pentingnya penguatan pembelajaran statistika dalam kurikulum psikologi di Indonesia. Para penguji menyoroti bahwa kemampuan memahami statistika tidak lagi sekadar keterampilan teknis, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membaca hasil penelitian, menyusun analisis ilmiah, hingga menghasilkan praktik psikologi berbasis evidensi.

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi akademik bagi pengembangan evaluasi pembelajaran statistika di perguruan tinggi, sekaligus menjadi rujukan dalam penyusunan standar kompetensi statistika mahasiswa psikologi jenjang sarjana di Indonesia.

Selain memberikan kontribusi pada pengembangan ilmu psikometri dan evaluasi pendidikan, penelitian ini juga membuka ruang diskusi yang lebih luas mengenai bagaimana pembelajaran statistika dapat dirancang secara lebih relevan, aplikatif, dan mendukung kebutuhan akademik mahasiswa psikologi di era berbasis data.

Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati

Sukma Rahastri Kanthi mempresentasikan disertasi tentang pemberdayaan caregiver skizofrenia berbasis modul intervensi dalam ujian tertutup di Fakultas Psikologi UGM

Sukma Rahastri Kanthi Mahasiswa Doktor Ilmu Psikologi UGM Kembangkan Model Pemberdayaan Caregiver Skizofrenia

Rilis Rabu, 15 April 2026

Minimnya dukungan terstruktur bagi caregiver keluarga orang dengan skizofrenia menjadi celah krusial dalam layanan kesehatan mental. Padahal, caregiver utama memegang peran sentral dalam proses pemulihan, namun kerap bekerja dalam tekanan psikologis tinggi tanpa bekal keterampilan yang memadai. Berangkat dari persoalan tersebut, Sukma Rahastri Kanthi, S.Psi., mengembangkan modul intervensi pemberdayaan caregiver yang dirancang untuk memperkuat kapasitas psikologis sekaligus kemampuan praktis dalam pendampingan sehari-hari.

Gagasan ini dipaparkan dalam ujian tertutup Program Studi Doktor Ilmu Psikologi, Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, Selasa, 14 April 2026. Sukma mempertahankan disertasi berjudul “Pemberdayaan Caregiver Utama pada Keluarga Orang dengan Skizofrenia: Pengembangan Konsep dan Uji Kelayakan Modul.”

Disertasi ini mengangkat isu yang sangat relevan dalam ranah psikologi klinis dan kesehatan mental keluarga, khususnya mengenai peran penting caregiver utama dalam mendampingi anggota keluarga dengan skizofrenia. Melalui penelitian ini, Sukma berupaya mengembangkan konsep pemberdayaan caregiver yang lebih komprehensif sekaligus menguji kelayakan modul intervensi yang dapat digunakan untuk memperkuat kapasitas caregiver dalam praktik nyata.

Dalam presentasinya, Sukma menegaskan bahwa caregiver utama memiliki posisi sentral dalam proses pemulihan orang dengan skizofrenia, namun sering kali belum memperoleh dukungan psikologis dan keterampilan yang memadai.

“Caregiver utama bukan hanya pendamping, tetapi juga fondasi penting dalam proses pemulihan orang dengan skizofrenia. Karena itu, mereka juga perlu diberdayakan secara psikologis maupun praktis,” jelas Sukma saat memaparkan hasil penelitiannya.

Diskusi yang berkembang dalam ujian menyoroti pentingnya modul yang tidak hanya layak secara akademik, tetapi juga aplikatif bagi keluarga di berbagai konteks budaya dan layanan kesehatan. Para penguji memberikan masukan konstruktif terkait penguatan implementasi modul agar dapat menjawab kebutuhan caregiver secara lebih kontekstual.

Ujian Tertutup dipimpin oleh Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D., sebagai ketua penguji. Dalam proses penyusunan disertasi, Sukma mendapatkan pendampingan akademik dari Prof. Drs. Subandi, M.A., Ph.D., Psikolog sebagai Promotor dan Restu Tri Handoyo, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog sebagai Ko-Promotor.

Adapun tim penguji yang turut memberikan telaah akademik dalam ujian ini terdiri dari Dr. Nida Ul Hasanat, M.Si., Psikolog, Dra. Muhana Sofiati Utami, M.S., Ph.D., Psikolog, Dr. dr. Carla Raymondalexas Marchira, Sp.KJ (K)., dari FK-KMK UGM, serta Dr. Ibrahim Rahmat, S.Kp., S.Pd., M.Kes., dari FK-KMK UGM.

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan intervensi berbasis keluarga dalam penanganan skizofrenia, sekaligus memperluas perspektif psikologi mengenai pentingnya dukungan terhadap caregiver sebagai bagian integral dari sistem pemulihan.

Program Studi Doktor Ilmu Psikologi UGM menyampaikan apresiasi atas dedikasi akademik yang telah ditunjukkan oleh Sukma Rahastri Kanthi. Semoga hasil penelitian ini dapat menjadi pijakan bagi pengembangan layanan kesehatan mental yang lebih inklusif, suportif, dan berorientasi pada keluarga.

Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati
Editor: Sussanti

Universitas Gadjah Mada

Program Studi Doktor Ilmu Psikologi
Fakultas Psikologi
Universitas Gadjah Mada

Jl. Sosio Humaniora Bulaksumur
Yogyakarta 55281 Indonesia
doktor.psikologi[at]ugm.ac.id
Doktor Ilmu Psikologi UGM
doktorpsikologiugm
+62 822 2720 5719
+62 (274) 550435
+62 (274) 550435

Profil

  • Sekilas Pandang
  • Pengelola
  • Promotor & Ko-Promotor
  • Unit Pendukung Penelitian

Akademik

  • Panduan Akademik
  • Kurikulum 2014
  • Kurikulum 2020
  • Simaster
  • Sistem Informasi Terintegrasi

Fasilitas

  • PERPUSTAKAAN
  • PENJAMINAN MUTU
  • AKSES JURNAL DAN EBOOK
  • LAYANAN TEKNOLOGI INFORMASI

Kemahasiswaan & Alumni

  • Prestasi Mahasiswa
  • Promovendus Club
  • Profil Mahasiswa

© 2021 Universitas Gadjah Mada