• Tentang UGM
  • Akademik
  • Penelitian
  • Perpustakaan
  • Pusat IT
  • Webmail
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada
  • PROFIL
    • SEKILAS PANDANG
    • PENGELOLA
    • PROMOTOR & KO-PROMOTOR
    • UNIT PENDUKUNG PENELITIAN
    • Prosedur Operasional Standar
  • AKADEMIK
    • PANDUAN AKADEMIK
    • Academic Guide
    • Panduan Penulisan Disertasi
    • KURIKULUM
      • KURIKULUM 2014
      • KURIKULUM 2020
    • SIMASTER
    • SISTEM INFORMASI TERINTEGRASI
    • LEAFLET
  • FASILITAS
    • PERPUSTAKAAN
    • PENJAMINAN MUTU
    • AKSES JURNAL DAN EBOOK
    • LAYANAN TEKNOLOGI INFORMASI
  • KEMAHASISWAAN & ALUMNI
    • PRESTASI MAHASISWA
    • PROMOVENDUS CLUB
    • PROFIL MAHASISWA
  • PENDAFTARAN
    • PROSEDUR
    • SYARAT
    • SELEKSI
    • JADWAL SELEKSI
    • DAFTAR
  • Home
  • Rilis

Psikologi UGM dalam Dialog Global: Kiprah Dua Mahasiswa Doktoral di WADEM Congress Tokyo 2025

  • Rilis
  • 20 Mei 2025, 08.47
  • Oleh : admin

Yogyakarta – Dua mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) turut berkontribusi dalam forum akademik internasional bergengsi 23rd WADEM Congress on Disaster and Emergency Medicine yang diselenggarakan oleh World Association for Disaster and Emergency Medicine (WADEM) pada tanggal 2–6 Mei 2025. Bertempat di Keio Plaza Hotel, Shinjuku City, Tokyo, Jepang, kongres tahun ini mengusung tema “Governance in the Face of VUCA: The Power of Knowledge, Courage, and Solidarity in Health Systems.”

Kehadiran mahasiswa doktor UGM dalam kongres ini tidak hanya menjadi bentuk partisipasi akademik global, tetapi juga menunjukkan kontribusi nyata dalam pengembangan riset lintas bidang, terutama yang berkaitan dengan isu kebencanaan dan layanan kesehatan darurat.

 

Yuli Arinta Dewi: Ketahanan Petugas Respon Bencana di Asia Tenggara

Mahasiswa doktoral UGM, Yuli Arinta Dewi, mempresentasikan penelitiannya yang berjudul “Intervention for Enhancing Disaster Responder Resilience in Southeast Asia: A Scoping Review.” Artikel ini merupakan hasil kolaborasi lintas institusi bersama Prof. Drs. Koentjoro, MBSc., Ph.D., Psikolog dan Pradytia Putri Pertiwi, S.Psi., Ph.D. dari Universitas Gadjah Mada, Mochammad Masrikhan dari University of Queensland, serta Mizan Bustanul Fuady dari Kobe University.

Penelitian ini mengulas berbagai bentuk intervensi yang bertujuan meningkatkan ketahanan psikologis para petugas respon bencana di kawasan Asia Tenggara. Melalui metode scoping review, Yuli dan timnya memetakan pendekatan intervensi yang efektif serta tantangan dalam implementasinya, termasuk aspek budaya dan sumber daya lokal yang memengaruhi keberhasilan program. Hasil studi ini diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan dan kapasitas mental para tenaga respon darurat dalam menghadapi kondisi krisis yang tidak terduga.

 

Siti Makhmudah: Peran Hipnosis dalam Perawatan Medis

Mahasiswa doktor lainnya, Siti Makhmudah, turut mempresentasikan artikel berjudul “Exploring the Role of Hypnosis in Medical Care: A Bibliometric Analysis and Narrative Review.” Penelitian ini dilakukan bersama promotornya, Prof. Dra. Kwartarini Wahyu Yuniarti, M.Med.Sc., Ph.D., Psikolog.

Dalam presentasinya, Siti menelusuri kontribusi hipnosis sebagai pendekatan pendukung dalam perawatan medis dari sudut pandang bibliometrik dan naratif. Artikel ini mengeksplorasi tren global dalam penerapan hipnosis, mulai dari pengurangan kecemasan hingga dukungan psikologis dalam situasi klinis. Dengan mengidentifikasi kekuatan dan tantangan dari praktik ini, Siti berharap riset ini dapat membuka jalan bagi pengintegrasian hipnosis dalam pendekatan medis yang lebih holistik dan humanistik.

 

Representasi UGM dalam Forum Internasional

Kehadiran Yuli dan Siti dalam WADEM Congress 2025 tidak hanya mencerminkan kualitas akademik mahasiswa doktor UGM, tetapi juga memperkuat peran institusi dalam dialog ilmiah internasional, khususnya dalam isu-isu kebencanaan, kesehatan darurat, dan psikologi terapan.

Dengan semangat kolaborasi dan keberanian untuk berkontribusi dalam tantangan global, partisipasi mereka diharapkan dapat membuka peluang baru untuk kerja sama riset dan penerapan ilmu psikologi dalam penanganan krisis kemanusiaan dan layanan kesehatan yang lebih responsif dan berbasis bukti.

Tags: SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDGs WADEM

Related Posts

Sukma Rahastri Kanthi mempresentasikan disertasi tentang pemberdayaan caregiver skizofrenia berbasis modul intervensi dalam ujian tertutup di Fakultas Psikologi UGM

Sukma Rahastri Kanthi Mahasiswa Doktor Ilmu Psikologi UGM Kembangkan Model Pemberdayaan Caregiver Skizofrenia

Rilis Rabu, 15 April 2026

Minimnya dukungan terstruktur bagi caregiver keluarga orang dengan skizofrenia menjadi celah krusial dalam layanan kesehatan mental. Padahal, caregiver utama memegang peran sentral dalam proses pemulihan, namun kerap bekerja dalam tekanan psikologis tinggi tanpa bekal keterampilan yang memadai. Berangkat dari persoalan tersebut, Sukma Rahastri Kanthi, S.Psi., mengembangkan modul intervensi pemberdayaan caregiver yang dirancang untuk memperkuat kapasitas psikologis sekaligus kemampuan praktis dalam pendampingan sehari-hari.

Gagasan ini dipaparkan dalam ujian tertutup Program Studi Doktor Ilmu Psikologi, Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, Selasa, 14 April 2026. Sukma mempertahankan disertasi berjudul “Pemberdayaan Caregiver Utama pada Keluarga Orang dengan Skizofrenia: Pengembangan Konsep dan Uji Kelayakan Modul.”

Disertasi ini mengangkat isu yang sangat relevan dalam ranah psikologi klinis dan kesehatan mental keluarga, khususnya mengenai peran penting caregiver utama dalam mendampingi anggota keluarga dengan skizofrenia. Melalui penelitian ini, Sukma berupaya mengembangkan konsep pemberdayaan caregiver yang lebih komprehensif sekaligus menguji kelayakan modul intervensi yang dapat digunakan untuk memperkuat kapasitas caregiver dalam praktik nyata.

Dalam presentasinya, Sukma menegaskan bahwa caregiver utama memiliki posisi sentral dalam proses pemulihan orang dengan skizofrenia, namun sering kali belum memperoleh dukungan psikologis dan keterampilan yang memadai.

“Caregiver utama bukan hanya pendamping, tetapi juga fondasi penting dalam proses pemulihan orang dengan skizofrenia. Karena itu, mereka juga perlu diberdayakan secara psikologis maupun praktis,” jelas Sukma saat memaparkan hasil penelitiannya.

Diskusi yang berkembang dalam ujian menyoroti pentingnya modul yang tidak hanya layak secara akademik, tetapi juga aplikatif bagi keluarga di berbagai konteks budaya dan layanan kesehatan. Para penguji memberikan masukan konstruktif terkait penguatan implementasi modul agar dapat menjawab kebutuhan caregiver secara lebih kontekstual.

Ujian Tertutup dipimpin oleh Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D., sebagai ketua penguji. Dalam proses penyusunan disertasi, Sukma mendapatkan pendampingan akademik dari Prof. Drs. Subandi, M.A., Ph.D., Psikolog sebagai Promotor dan Restu Tri Handoyo, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog sebagai Ko-Promotor.

Adapun tim penguji yang turut memberikan telaah akademik dalam ujian ini terdiri dari Dr. Nida Ul Hasanat, M.Si., Psikolog, Dra. Muhana Sofiati Utami, M.S., Ph.D., Psikolog, Dr. dr. Carla Raymondalexas Marchira, Sp.KJ (K)., dari FK-KMK UGM, serta Dr. Ibrahim Rahmat, S.Kp., S.Pd., M.Kes., dari FK-KMK UGM.

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan intervensi berbasis keluarga dalam penanganan skizofrenia, sekaligus memperluas perspektif psikologi mengenai pentingnya dukungan terhadap caregiver sebagai bagian integral dari sistem pemulihan.

Program Studi Doktor Ilmu Psikologi UGM menyampaikan apresiasi atas dedikasi akademik yang telah ditunjukkan oleh Sukma Rahastri Kanthi. Semoga hasil penelitian ini dapat menjadi pijakan bagi pengembangan layanan kesehatan mental yang lebih inklusif, suportif, dan berorientasi pada keluarga.

Penulis: Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati
Editor: Sussanti

Ryan Sugiarto Bahas Konsep “Manungsa Tanpa Tenger” dalam Ujian Tertutup Disertasi Ilmu Psikologi UGM

Rilis Jumat, 13 Maret 2026

Program Studi Doktor Ilmu Psikologi, Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, kembali menyelenggarakan Ujian Tertutup bagi mahasiswa doktor Ryan Sugiarto, S.Psi., M.A. pada Jumat, 13 Maret 2026. Dalam ujian tersebut, Ryan mempresentasikan serta mempertahankan disertasinya yang berjudul “Manungsa Tanpa Tenger: Konsep dan Proses.”

Disertasi ini mengangkat kajian konseptual mengenai “manungsa tanpa tenger”, sebuah gagasan yang merefleksikan dinamika identitas dan kebermaknaan manusia dalam proses kehidupan. Melalui pendekatan akademik yang integratif, penelitian ini berupaya menggali pemahaman mengenai bagaimana individu memaknai diri, arah hidup, serta proses psikologis yang menyertainya.

Ujian Tertutup ini dipimpin oleh Edilburga Wulan Saptandari, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog (Kaprodi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi UGM) sebagai Ketua Penguji. Dalam proses bimbingan disertasi, Ryan dibimbing oleh Prof. Drs. Koentjoro, MBSc., Ph.D. sebagai Promotor serta Dr. Wenty Marina Mirza, M.A. sebagai Ko-promotor.

Adapun tim penguji yang turut memberikan evaluasi akademik dalam ujian ini terdiri dari Prof. Drs. Subandi, M.A., Ph.D., Psikolog, Prof. Dra. Kwartarini Wahyu Yuniarti, M.Med.Sc., Ph.D., Psikolog, Pdt. Stefanus Christian Haryono, MACF., Ph.D. (Universitas Kristen Duta Wacana) , Dr. H. Fahrudin Faiz, S.Ag., M.Ag. (Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), serta Dr. Mohammad Mahpur, M.Si. (Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang).

Dalam pemaparannya, Ryan menjelaskan bahwa konsep “manungsa tanpa tenger” dapat dipahami sebagai refleksi tentang manusia yang berada dalam proses pencarian makna, arah, serta identitas dalam perjalanan hidupnya.

“Manungsa tanpa tenger menggambarkan manusia yang sedang berada dalam proses memahami dirinya—sebuah perjalanan untuk menemukan makna, arah, dan identitas dalam kehidupan,” ungkap Ryan dalam presentasinya.

Diskusi dalam ujian berlangsung dinamis dengan berbagai perspektif dari para penguji yang berasal dari latar belakang keilmuan yang beragam, mulai dari psikologi hingga kajian humaniora dan spiritualitas. Keragaman perspektif ini memperkaya pembahasan mengenai konsep manusia, makna hidup, serta proses psikologis yang menyertainya.

Melalui pelaksanaan Ujian Tertutup ini, Ryan Sugiarto memperoleh berbagai masukan akademik yang konstruktif dari tim penguji guna menyempurnakan disertasinya sebelum melanjutkan ke tahapan ujian berikutnya.

Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi UGM mengapresiasi dedikasi dan upaya akademik yang telah ditunjukkan dalam penelitian ini. Diharapkan, temuan dan gagasan dalam disertasi ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian psikologi, khususnya dalam memahami dinamika manusia dalam proses pencarian makna dan identitas diri.

 

Penulis: Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati

Sovi Septania Presentasikan Disertasi tentang Kesejahteraan Digital

Rilis Senin, 16 Februari 2026

Program Studi Doktor Ilmu Psikologi, Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, menyelenggarakan Ujian Tertutup bagi mahasiswa doktor Sovi Septania, M.Psi., Psikolog pada Jumat, 13 Februari 2026. Dalam kesempatan tersebut, Sovi mempresentasikan dan mempertahankan disertasinya yang berjudul “Dari Konsep Kesejahteraan Psikologis Konvensional Menuju Kesejahteraan Digital: Integrasi Konseptual, Eksplorasi Kualitatif, dan Validasi Psikometrik.”

Disertasi ini mengangkat isu yang semakin relevan di era transformasi digital, yaitu bagaimana konsep kesejahteraan psikologis perlu dipahami kembali dalam konteks kehidupan yang semakin terhubung dengan teknologi. Melalui pendekatan integrasi konseptual, eksplorasi kualitatif, serta pengujian validitas psikometrik, penelitian ini berupaya mengembangkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kesejahteraan individu dalam lanskap digital yang terus berkembang.

Dalam pemaparannya, Sovi menjelaskan bahwa perubahan pola interaksi manusia di ruang digital turut memengaruhi cara individu mengalami dan memaknai kesejahteraan.

“Konsep kesejahteraan psikologis yang selama ini kita gunakan sebagian besar dikembangkan dalam konteks kehidupan offline. Padahal, saat ini pengalaman manusia banyak terjadi di ruang digital, sehingga penting untuk memahami bagaimana kesejahteraan juga terbentuk dalam konteks tersebut,” jelas Sovi dalam presentasinya.

Ujian Tertutup tersebut dipimpin oleh Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D. sebagai Ketua Penguji. Disertasi ini dibimbing oleh Prof. Dr. Avin Fadilla Helmi, M.Si. sebagai Promotor dan Haidar Buldan Thontowi, M.A., Ph.D. sebagai Ko-Promotor.

Adapun tim penguji yang memberikan telaah akademik dalam ujian ini terdiri dari Prof. Drs. Subandi, M.A., Ph.D., Psikolog, Dr. Bagus Riyono, M.A., Psikolog, Dr. Rahkman Ardi, M.Psych (Fakultas Psikologi Universitas Airlangga), serta Dr. Prasetyo Budi Widodo, M.Si. (Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro).

Dalam sesi diskusi, para penguji menyoroti pentingnya pengembangan konsep kesejahteraan psikologis yang adaptif terhadap perubahan sosial dan teknologi. Melalui pelaksanaan Ujian Tertutup ini, Sovi Septania memaparkan hasil penelitian disertasinya di hadapan tim penguji sekaligus menerima berbagai masukan akademik yang konstruktif untuk penyempurnaan disertasi sebelum melanjutkan ke tahapan ujian berikutnya.

Penelitian ini tidak hanya memperkaya kajian teoretis mengenai kesejahteraan psikologis, tetapi juga membuka ruang refleksi baru mengenai bagaimana individu memaknai kesejahteraan di tengah interaksi yang semakin intens dengan teknologi digital. Dengan demikian, studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu psikologi, khususnya dalam memahami dinamika kesejahteraan manusia di era digital.

Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi UGM menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi akademik yang telah ditunjukkan dalam penelitian ini, serta berharap temuan disertasi tersebut dapat menjadi pijakan bagi penelitian lanjutan maupun pengembangan praktik psikologi yang lebih responsif terhadap perubahan zaman.

Medianta Tarigan Kembangkan Inovasi Inovasi Situational Judgment Test dalam Pengukuran Kepribadian

Rilis Kamis, 12 Februari 2026

Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan Ujian Tertutup pada Selasa, 10 Februari 2026, atas nama Medianta Tarigan, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Medianta mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pengembangan dan Evaluasi Properti Psikometrik Situational Judgment Test dengan Diagnostic Classification Model: Implementasi pada Pengukuran Kepribadian Five Factor Model.”

Ujian dipimpin oleh Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, M.Sc., Ph.D. selaku Ketua, serta dihadiri oleh tim Promotor dan penguji yang terdiri dari Rahmat Hidayat, M.Sc., Ph.D. (Promotor), Agung Santoso, M.A., Ph.D. (Ko-promotor), Prof. Dr. Avin Fadilla Helmi, M.Si. (Fakultas Psikologi UGM), Dr. Ridwan Saptoto, S.Psi., M.A., Psikolog (Fakultas Psikologi UGM), Prof. Dr. Ali Ridho, M.Si. (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang), dan Dr. Eviana Hikamudin, S.Pd., M.M. (Fakultas Ilmu Pendidikan UPI).

Mengukur Kepribadian dalam Konteks Situasional
Disertasi Medianta berfokus pada pengembangan Situational Judgment Test (SJT) yang dianalisis menggunakan Diagnostic Classification Model (DCM) untuk mengukur kepribadian berdasarkan kerangka Five Factor Model. SJT sendiri merupakan bentuk asesmen yang menyajikan skenario situasional dan meminta partisipan memilih respons yang dianggap paling tepat. Namun, dalam pemaparannya, Medianta menekankan satu hal yang menarik: “Dalam konteks SJT, tidak memilih itu termasuk sebuah pilihan.” Pernyataan tersebut menyoroti bahwa dalam pengukuran berbasis situasi, setiap respons—bahkan ketidakhadiran respons—memiliki makna psikologis yang dapat dianalisis secara sistematis. Dengan memadukan pendekatan SJT dan Diagnostic Classification Model, penelitian ini berupaya menghasilkan alat ukur yang tidak hanya memberikan skor global, tetapi juga mampu mengidentifikasi pola atribut psikologis yang lebih spesifik pada individu.

Kontribusi bagi Pengembangan Asesmen Psikologi
Penelitian ini menjadi langkah inovatif dalam pengembangan asesmen kepribadian yang lebih kontekstual dan diagnostik. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkaya metode pengukuran psikologi yang lebih presisi, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan asesmen modern—baik di ranah pendidikan, organisasi, maupun riset lanjutan. Diskusi dalam ujian berlangsung dinamis, dengan berbagai masukan konstruktif dari tim penguji terkait penguatan model, interpretasi atribut, serta peluang pengembangan lebih lanjut di masa mendatang.

Melalui penelitian ini, Medianta tidak hanya mengembangkan instrumen pengukuran, tetapi juga memperluas cara kita memahami respons manusia dalam konteks situasional—bahwa setiap pilihan, bahkan diam sekalipun, mengandung makna. Semoga hasil penelitian ini memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan ilmu psikometri dan asesmen kepribadian di Indonesia.

Penulis: Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati

 

Universitas Gadjah Mada

Program Studi Doktor Ilmu Psikologi
Fakultas Psikologi
Universitas Gadjah Mada

Jl. Sosio Humaniora Bulaksumur
Yogyakarta 55281 Indonesia
doktor.psikologi[at]ugm.ac.id
Doktor Ilmu Psikologi UGM
doktorpsikologiugm
+62 822 2720 5719
+62 (274) 550435
+62 (274) 550435

Profil

  • Sekilas Pandang
  • Pengelola
  • Promotor & Ko-Promotor
  • Unit Pendukung Penelitian

Akademik

  • Panduan Akademik
  • Kurikulum 2014
  • Kurikulum 2020
  • Simaster
  • Sistem Informasi Terintegrasi

Fasilitas

  • PERPUSTAKAAN
  • PENJAMINAN MUTU
  • AKSES JURNAL DAN EBOOK
  • LAYANAN TEKNOLOGI INFORMASI

Kemahasiswaan & Alumni

  • Prestasi Mahasiswa
  • Promovendus Club
  • Profil Mahasiswa

© 2021 Universitas Gadjah Mada