• Tentang UGM
  • Akademik
  • Penelitian
  • Perpustakaan
  • Pusat IT
  • Webmail
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada
  • PROFIL
    • SEKILAS PANDANG
    • PENGELOLA
    • PROMOTOR & KO-PROMOTOR
    • UNIT PENDUKUNG PENELITIAN
    • Prosedur Operasional Standar
  • AKADEMIK
    • PANDUAN AKADEMIK
    • Academic Guide
    • Panduan Penulisan Disertasi
    • KURIKULUM
      • KURIKULUM 2014
      • KURIKULUM 2020
    • SIMASTER
    • SISTEM INFORMASI TERINTEGRASI
    • LEAFLET
  • FASILITAS
    • PERPUSTAKAAN
    • PENJAMINAN MUTU
    • AKSES JURNAL DAN EBOOK
    • LAYANAN TEKNOLOGI INFORMASI
  • KEMAHASISWAAN & ALUMNI
    • PRESTASI MAHASISWA
    • PROMOVENDUS CLUB
    • PROFIL MAHASISWA
  • PENDAFTARAN
    • PROSEDUR
    • SYARAT
    • SELEKSI
    • JADWAL SELEKSI
    • DAFTAR
  • Home
  • Rilis

Ujian Tertutup Doktor Hartanto, M.A.: Mengurai Gim Kognitif dan Keputusan Moral

  • Rilis
  • 10 Desember 2025, 11.24
  • Oleh : admin

Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi UGM menyelenggarakan Ujian Tertutup bagi Hartanto, M.A. (NIM 19/450338/SPS/00350) pada Selasa, 9 Desember 2025. Disertasi yang diujikan berjudul “Gim Cognitive Flexibility dan Inhibitory Control Memiliki Efek Berkebalikan Terhadap Kecepatan Keputusan Moral pada Laki-Laki dan Perempuan.”

Penelitian ini berangkat dari kerangka dual process model, yang menjelaskan bagaimana keputusan moral terbentuk dari dua sumber daya kognitif utama. Namun, belum banyak penelitian yang benar-benar menguji bagaimana masing-masing dimensi kognitif—khususnya cognitive flexibility dan inhibitory control—mempengaruhi kecepatan keputusan moral lintas jenis kelamin. Dengan pendekatan eksperimental berbasis gim, penelitian Hartanto menawarkan sudut pandang baru yang lebih minim bias dibandingkan asesmen kognitif tradisional.

Tim Penguji Lintas Keilmuan dan Lembaga

Ujian Tertutup ini dipimpin oleh Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D., selaku Dekan Fakultas Psikologi UGM. Tim Promotor terdiri dari Dr. rer. pol. Bhina Patria, S.Psi., M.A., sebagai Promotor dan Dra. Sri Kusrohmaniah, M.Si., Ph.D., Psikolog, Psikolog sebagai Ko-promotor.

Adapun tim penguji lainnya meliputi: Dr. Ridwan Saptoto, S.Psi., M.A., Psikolog (Fakultas Psikologi UGM), Supra Wimbarti, M.Sc., Ph.D., Psikolog (Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia – Komisi Ilmu Sosial Jakarta), Prof. Ir. Djoko Budiyanto S., M.Eng., Ph.D., (Fakultas Teknologi Industri, Universitas Atma Jaya), dan Dr. Wisnu Wiradhany, S.Psi., M.A., (Fakultas Psikologi UNIKA Indonesia Atma Jaya Jakarta).

Kehadiran para penguji dari berbagai disiplin dan lembaga—mulai dari psikologi, teknologi industri, hingga keilmuan sosial—menjadikan proses ujian ini kaya perspektif. Ragam latar belakang keilmuan ini memperkaya diskusi akademik serta memperkuat ketepatan analisis terhadap penelitian yang dilakukan Hartanto.

Intisari Penelitian: Ketika Gim Mengungkap Cara Kita Memutuskan Hal yang Benar

Melibatkan 61 partisipan mahasiswa, penelitian ini menggunakan desain 2×2×3 factorial mixed design, dengan tiga jenis gim yang mewakili tiga fungsi eksekutif: inhibitory control, cognitive flexibility, dan working memory.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun tidak ada perbedaan antara kelompok atau jenis kelamin secara umum, terdapat perbedaan signifikan pada kecepatan keputusan moral antar jenis gim. Beberapa temuan penting yang menarik adalah:

  • Ada interaksi antara jenis gim dan jenis kelamin:
    • Perempuan mengambil keputusan moral lebih cepat setelah memainkan gim inhibitory control dibandingkan cognitive flexibility.
    • Sebaliknya, laki-laki mengambil keputusan lebih cepat setelah memainkan gim cognitive flexibility dibandingkan inhibitory control.
  • Temuan ini menunjukkan bahwa masing-masing fungsi eksekutif berkontribusi berbeda terhadap proses pengambilan keputusan moral dan dapat menghasilkan pola yang saling berlawanan antar jenis kelamin.

Penelitian ini tidak hanya memperkaya pemahaman tentang dinamika keputusan moral, tetapi juga membuka diskusi baru tentang bagaimana fungsi eksekutif dapat dimanfaatkan dalam konteks moral dilemma dan pengembangan intervensi kognitif berbasis gim.

Kontribusi Ilmiah

Melalui pendekatan berbasis gim yang inovatif, disertasi ini menegaskan bahwa keputusan moral bukanlah proses yang tunggal, melainkan dipengaruhi oleh kombinasi unik dari berbagai fungsi eksekutif. Hasil penelitian Hartanto membuka peluang baru dalam studi psikologi kognitif, moral dilemma, serta penggunaan gim sebagai alat stimulasi dan asesmen.

 

Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati

Tags: doktor ilmu psikolgi fakultas psikologi ugm SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDG 5: Kesetaraan Gender SDGs ujian tertutup

Related Posts

Ryan Sugiarto Bahas Konsep “Manungsa Tanpa Tenger” dalam Ujian Tertutup Disertasi Ilmu Psikologi UGM

Rilis Jumat, 13 Maret 2026

Program Studi Doktor Ilmu Psikologi, Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, kembali menyelenggarakan Ujian Tertutup bagi mahasiswa doktor Ryan Sugiarto, S.Psi., M.A. pada Jumat, 13 Maret 2026. Dalam ujian tersebut, Ryan mempresentasikan serta mempertahankan disertasinya yang berjudul “Manungsa Tanpa Tenger: Konsep dan Proses.”

Disertasi ini mengangkat kajian konseptual mengenai “manungsa tanpa tenger”, sebuah gagasan yang merefleksikan dinamika identitas dan kebermaknaan manusia dalam proses kehidupan. Melalui pendekatan akademik yang integratif, penelitian ini berupaya menggali pemahaman mengenai bagaimana individu memaknai diri, arah hidup, serta proses psikologis yang menyertainya.

Ujian Tertutup ini dipimpin oleh Edilburga Wulan Saptandari, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog (Kaprodi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi UGM) sebagai Ketua Penguji. Dalam proses bimbingan disertasi, Ryan dibimbing oleh Prof. Drs. Koentjoro, MBSc., Ph.D. sebagai Promotor serta Dr. Wenty Marina Mirza, M.A. sebagai Ko-promotor.

Adapun tim penguji yang turut memberikan evaluasi akademik dalam ujian ini terdiri dari Prof. Drs. Subandi, M.A., Ph.D., Psikolog, Prof. Dra. Kwartarini Wahyu Yuniarti, M.Med.Sc., Ph.D., Psikolog, Pdt. Stefanus Christian Haryono, MACF., Ph.D. (Universitas Kristen Duta Wacana) , Dr. H. Fahrudin Faiz, S.Ag., M.Ag. (Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), serta Dr. Mohammad Mahpur, M.Si. (Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang).

Dalam pemaparannya, Ryan menjelaskan bahwa konsep “manungsa tanpa tenger” dapat dipahami sebagai refleksi tentang manusia yang berada dalam proses pencarian makna, arah, serta identitas dalam perjalanan hidupnya.

“Manungsa tanpa tenger menggambarkan manusia yang sedang berada dalam proses memahami dirinya—sebuah perjalanan untuk menemukan makna, arah, dan identitas dalam kehidupan,” ungkap Ryan dalam presentasinya.

Diskusi dalam ujian berlangsung dinamis dengan berbagai perspektif dari para penguji yang berasal dari latar belakang keilmuan yang beragam, mulai dari psikologi hingga kajian humaniora dan spiritualitas. Keragaman perspektif ini memperkaya pembahasan mengenai konsep manusia, makna hidup, serta proses psikologis yang menyertainya.

Melalui pelaksanaan Ujian Tertutup ini, Ryan Sugiarto memperoleh berbagai masukan akademik yang konstruktif dari tim penguji guna menyempurnakan disertasinya sebelum melanjutkan ke tahapan ujian berikutnya.

Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi UGM mengapresiasi dedikasi dan upaya akademik yang telah ditunjukkan dalam penelitian ini. Diharapkan, temuan dan gagasan dalam disertasi ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian psikologi, khususnya dalam memahami dinamika manusia dalam proses pencarian makna dan identitas diri.

Sovi Septania Presentasikan Disertasi tentang Kesejahteraan Digital

Rilis Senin, 16 Februari 2026

Program Studi Doktor Ilmu Psikologi, Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, menyelenggarakan Ujian Tertutup bagi mahasiswa doktor Sovi Septania, M.Psi., Psikolog pada Jumat, 13 Februari 2026. Dalam kesempatan tersebut, Sovi mempresentasikan dan mempertahankan disertasinya yang berjudul “Dari Konsep Kesejahteraan Psikologis Konvensional Menuju Kesejahteraan Digital: Integrasi Konseptual, Eksplorasi Kualitatif, dan Validasi Psikometrik.”

Disertasi ini mengangkat isu yang semakin relevan di era transformasi digital, yaitu bagaimana konsep kesejahteraan psikologis perlu dipahami kembali dalam konteks kehidupan yang semakin terhubung dengan teknologi. Melalui pendekatan integrasi konseptual, eksplorasi kualitatif, serta pengujian validitas psikometrik, penelitian ini berupaya mengembangkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kesejahteraan individu dalam lanskap digital yang terus berkembang.

Dalam pemaparannya, Sovi menjelaskan bahwa perubahan pola interaksi manusia di ruang digital turut memengaruhi cara individu mengalami dan memaknai kesejahteraan.

“Konsep kesejahteraan psikologis yang selama ini kita gunakan sebagian besar dikembangkan dalam konteks kehidupan offline. Padahal, saat ini pengalaman manusia banyak terjadi di ruang digital, sehingga penting untuk memahami bagaimana kesejahteraan juga terbentuk dalam konteks tersebut,” jelas Sovi dalam presentasinya.

Ujian Tertutup tersebut dipimpin oleh Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D. sebagai Ketua Penguji. Disertasi ini dibimbing oleh Prof. Dr. Avin Fadilla Helmi, M.Si. sebagai Promotor dan Haidar Buldan Thontowi, M.A., Ph.D. sebagai Ko-Promotor.

Adapun tim penguji yang memberikan telaah akademik dalam ujian ini terdiri dari Prof. Drs. Subandi, M.A., Ph.D., Psikolog, Dr. Bagus Riyono, M.A., Psikolog, Dr. Rahkman Ardi, M.Psych (Fakultas Psikologi Universitas Airlangga), serta Dr. Prasetyo Budi Widodo, M.Si. (Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro).

Dalam sesi diskusi, para penguji menyoroti pentingnya pengembangan konsep kesejahteraan psikologis yang adaptif terhadap perubahan sosial dan teknologi. Melalui pelaksanaan Ujian Tertutup ini, Sovi Septania memaparkan hasil penelitian disertasinya di hadapan tim penguji sekaligus menerima berbagai masukan akademik yang konstruktif untuk penyempurnaan disertasi sebelum melanjutkan ke tahapan ujian berikutnya.

Penelitian ini tidak hanya memperkaya kajian teoretis mengenai kesejahteraan psikologis, tetapi juga membuka ruang refleksi baru mengenai bagaimana individu memaknai kesejahteraan di tengah interaksi yang semakin intens dengan teknologi digital. Dengan demikian, studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu psikologi, khususnya dalam memahami dinamika kesejahteraan manusia di era digital.

Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi UGM menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi akademik yang telah ditunjukkan dalam penelitian ini, serta berharap temuan disertasi tersebut dapat menjadi pijakan bagi penelitian lanjutan maupun pengembangan praktik psikologi yang lebih responsif terhadap perubahan zaman.

Medianta Tarigan Kembangkan Inovasi Inovasi Situational Judgment Test dalam Pengukuran Kepribadian

Rilis Kamis, 12 Februari 2026

Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan Ujian Tertutup pada Selasa, 10 Februari 2026, atas nama Medianta Tarigan, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Medianta mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pengembangan dan Evaluasi Properti Psikometrik Situational Judgment Test dengan Diagnostic Classification Model: Implementasi pada Pengukuran Kepribadian Five Factor Model.”

Ujian dipimpin oleh Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, M.Sc., Ph.D. selaku Ketua, serta dihadiri oleh tim Promotor dan penguji yang terdiri dari Rahmat Hidayat, M.Sc., Ph.D. (Promotor), Agung Santoso, M.A., Ph.D. (Ko-promotor), Prof. Dr. Avin Fadilla Helmi, M.Si. (Fakultas Psikologi UGM), Dr. Ridwan Saptoto, S.Psi., M.A., Psikolog (Fakultas Psikologi UGM), Prof. Dr. Ali Ridho, M.Si. (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang), dan Dr. Eviana Hikamudin, S.Pd., M.M. (Fakultas Ilmu Pendidikan UPI).

Mengukur Kepribadian dalam Konteks Situasional
Disertasi Medianta berfokus pada pengembangan Situational Judgment Test (SJT) yang dianalisis menggunakan Diagnostic Classification Model (DCM) untuk mengukur kepribadian berdasarkan kerangka Five Factor Model. SJT sendiri merupakan bentuk asesmen yang menyajikan skenario situasional dan meminta partisipan memilih respons yang dianggap paling tepat. Namun, dalam pemaparannya, Medianta menekankan satu hal yang menarik: “Dalam konteks SJT, tidak memilih itu termasuk sebuah pilihan.” Pernyataan tersebut menyoroti bahwa dalam pengukuran berbasis situasi, setiap respons—bahkan ketidakhadiran respons—memiliki makna psikologis yang dapat dianalisis secara sistematis. Dengan memadukan pendekatan SJT dan Diagnostic Classification Model, penelitian ini berupaya menghasilkan alat ukur yang tidak hanya memberikan skor global, tetapi juga mampu mengidentifikasi pola atribut psikologis yang lebih spesifik pada individu.

Kontribusi bagi Pengembangan Asesmen Psikologi
Penelitian ini menjadi langkah inovatif dalam pengembangan asesmen kepribadian yang lebih kontekstual dan diagnostik. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkaya metode pengukuran psikologi yang lebih presisi, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan asesmen modern—baik di ranah pendidikan, organisasi, maupun riset lanjutan. Diskusi dalam ujian berlangsung dinamis, dengan berbagai masukan konstruktif dari tim penguji terkait penguatan model, interpretasi atribut, serta peluang pengembangan lebih lanjut di masa mendatang.

Melalui penelitian ini, Medianta tidak hanya mengembangkan instrumen pengukuran, tetapi juga memperluas cara kita memahami respons manusia dalam konteks situasional—bahwa setiap pilihan, bahkan diam sekalipun, mengandung makna. Semoga hasil penelitian ini memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan ilmu psikometri dan asesmen kepribadian di Indonesia.

Penulis: Penulis: Yutia Cesarinda Kusumawati

 

Menelusuri Pertumbuhan Pascatrauma pada Emerging Adults: Amalia Rahmandani Jalani Ujian Tertutup Doktor Ilmu Psikologi UGM

Rilis Selasa, 13 Januari 2026

Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada pada Senin, 12 Januari 2026 menyelenggarakan Ujian Tertutup bagi mahasiswanya atas nama Amalia Rahmandani, S.Psi., M.Psi. (NIM 21/486358/SPS/00379). Dalam ujian ini, Amalia mempresentasikan disertasinya yang berjudul “Pertumbuhan Pascatrauma Mahasiswa Periode Emerging Adulthood Penyintas Trauma Kompleks Relasional dalam Keluarga.”

Ujian Tertutup ini dipimpin oleh Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D. selaku Ketua. Disertasi Amalia disusun dengan bimbingan Prof. Dr. Subandi, M.A., Ph.D., Psikolog sebagai Promotor dan Muhana Sofiati Utami, M.S., Ph.D., Psikolog sebagai Ko-promotor.

Tim Penguji yang memberikan telaah kritis dan masukan akademik terdiri dari Prof. Dr. Sofia Retnowati, M.S., Psikolog, Dr. Arum Febriani, M.A., Anastasia Ediati, M.Sc., Ph.D., Psikolog (Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro), dan Dr. Ike Herdiana, M.Psi., Psikolog (Fakultas Psikologi Universitas Airlangga).

Membaca Trauma, Memahami Pertumbuhan

Dalam presentasinya, Amalia menyoroti bagaimana pengalaman trauma kompleks relasional di dalam keluarga membentuk dinamika kepribadian dan memengaruhi proses pertumbuhan pascatrauma pada individu di fase emerging adulthood.

“Trauma yang dimiliki dari kecil dari partisipan itu membentuk personality dari partisipan tersebut yang berpengaruh pada pertumbuhan pascatrauma,” ujar Amalia. 

Ia juga menambahkan bahwa, “Pada fase emerging adulthood mungkin pertumbuhan pascatrauma akan berbeda dengan ketika sudah di fase setelahnya,” menegaskan pentingnya konteks perkembangan dalam memahami proses pemulihan psikologis.

Menanggapi temuan tersebut, salah satu Penguji, Prof. Dr. Sofia Retnowati, M.S., Psikolog, menekankan bahwa hubungan antara trauma dan pertumbuhan tidak bersifat linier. “Trauma kompleks relasional keluarga itu tidak memengaruhi langsung pertumbuhan pascatrauma,” ujarnya, menggarisbawahi peran faktor-faktor lain seperti regulasi emosi, dukungan sosial, dan makna personal dalam proses pemulihan.

Secara praktis, penelitian ini memiliki implikasi penting bagi berbagai pihak. Bagi peneliti, temuan ini membuka peluang pengembangan model yang lebih komprehensif tentang pemulihan trauma. Bagi praktisi kesehatan mental, hasil riset ini dapat menjadi dasar penyusunan intervensi yang lebih sensitif terhadap konteks relasional dan fase perkembangan. Di sisi lain, bagi perguruan tinggi dan pembuat kebijakan, studi ini menggarisbawahi pentingnya sistem dukungan psikososial bagi mahasiswa penyintas trauma.

Melalui Ujian Tertutup ini, Amalia tidak hanya menghadirkan kajian ilmiah tentang trauma dan pemulihan, tetapi juga membawa suara pengalaman psikologis yang kerap tersembunyi di balik kehidupan akademik mahasiswa. Disertasi ini menjadi pengingat bahwa di balik pencapaian akademik, terdapat proses manusiawi yang sarat dengan luka, makna, dan keberanian untuk bertumbuh. 

Universitas Gadjah Mada

Program Studi Doktor Ilmu Psikologi
Fakultas Psikologi
Universitas Gadjah Mada

Jl. Sosio Humaniora Bulaksumur
Yogyakarta 55281 Indonesia
doktor.psikologi[at]ugm.ac.id
Doktor Ilmu Psikologi UGM
doktorpsikologiugm
+62 822 2720 5719
+62 (274) 550435
+62 (274) 550435

Profil

  • Sekilas Pandang
  • Pengelola
  • Promotor & Ko-Promotor
  • Unit Pendukung Penelitian

Akademik

  • Panduan Akademik
  • Kurikulum 2014
  • Kurikulum 2020
  • Simaster
  • Sistem Informasi Terintegrasi

Fasilitas

  • PERPUSTAKAAN
  • PENJAMINAN MUTU
  • AKSES JURNAL DAN EBOOK
  • LAYANAN TEKNOLOGI INFORMASI

Kemahasiswaan & Alumni

  • Prestasi Mahasiswa
  • Promovendus Club
  • Profil Mahasiswa

© 2021 Universitas Gadjah Mada